Sabtu, 06 Juni 2020

Pantun Teka Teki Pilihan

Pantun Teka Teki Pilihan Pantun teka-teki berikut ini adalah pantun teka teki pilihan . Sebagai penikmat beraneka pantun, kami juga tidak akan bosan-bosan untuk berbagi melalui blog ini, karena respon tulisan pantun teka-teki sangat signifikan dari segi jumlah pembacanya. Untuk itu, sengaja kami pilihkan sejumlah pantun teka teki untuk anda yang kami dapatkan dari berbagai sumber. Pada sajian pantun teka-teki sebelumnya kami sertakan dengan jawabannya. Namun, dengan alasan agar lebih interaktif, pantun teka-teki kali ini sengaja tidak disertakan dengan jawabannya. Disimak langsung ya!.

Minang ketawa terjerit-jerit

Melihat koyak pada seluar

Orang putih duduk sedetet

Pagar pada dalam tebing di luar

Kalau tuan gunakan lencana

Pakailah songkok di atas ketua

Kalau tuan bijak laksana

Binatang apakah tiada ketua?

Tuan Putri belajar menari

Tari diajar sang Pak Harun

Kalau tuan bijak bestari

Apakah yg naik tak pernah turun?

Masak tumis sembari petai

Makan kenyang sambail sendawa

Anda menziarah sahabat handai

Buah apakah yang akan dibawa?

Tikar jerami mengasap pokok

Polong meranab darah di lengan

Ular mati menghisap rokok

Tolong jawab, apa gerangan?

Gigi berduri tatah bersigai

Pembelah kayu dia berguna

Jika tuan orang yg pintar

Benda apakah makannya dua cara?

Tugal padi jangan bertangguh

Kunyit kebun siapa galinya

Kalau tuan cerdik benar-benar

Langit tergantung mana talinya?

Kalau tuan belia teruna

Pakai seluar dengan gayanya

Kalau tuan bijak laksana

Biji pada luar apa buahnya?

Sungguh lezat si butir salak

Lebih lezat butir semangka

Ayo mitra cobalah tebak

Buah apa yg bermahkota?

Buah mangga berdasarkan sumatera

Enak dimakan pada siang hari

Ayo kawan cobalah terka

Bulu apa yang bisa menari?

Demikian kumpulan contoh pantun teka teki pilihan , silahkan memberikan jawaban dengan benar melalui komentar. Semoga dapat menghibur dan menjadi bahan inspirasi dalam membuat pantun teka teki yang lebih bagus dan kreatif lagi. Bahasanya kami berusaha sajikan semudah mungkin agar tidak sulit digunakan dalam bermain pantun teka teki dengan teman ataupun sahabat barunya. Semoga bermanfaat!

Pantun Percintaan Pilihan

Pantun Percintaan Pilihan Sajian pantun percintaan yang dimaksudkan disini adalah pantun yang kerap digunakan untuk menyampaikan perasaan kepada seseorang baik rasa rindu, sayang, ataupun ungkapan halus untuk menyatakan perpisahaan. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.

Pantun jua melatih buat dapat berfikir asosiatif, bahwa suatu istilah dapat mempunyai kaitan dengan kata yang lain. Dari aspek sosial pun, pantun memiliki fungsi pergaulan yg bertenaga bagi anak-anak, belia-mudi atau remaja bahkan hingga orang tua. Kali ini kami pilihkan buat anda sejumlah pantun percintaan. Disimak ya!

Dari mana punai melayang

Dari paya turun ke padi

Dari mana kasih sayang

Dari mata turun ke hati

Ikan belanak hilir berenang

Burung dara membuat sarang

Makan tidak lezat tidur tak tenang

Hanya teringat dinda seseorang

Elok rupanya kumbang jati

Dibawa itik pergi petang

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

Ramai orang bersorak-sorak

Menepuk gendang menggunakan rebana

Alangkah besar hati awak

Mendapati baju & celana

Bunga cina bunga karangan

Tanamlah kedap tepi perigi

Adik pada mana saudara tertua gerangan

Bilalah bisa bertemu lagi

Jauh berdagang pada tengah kota

Menjual dagangan pelbagai benda

Abang pulang mencari harta

Buat meminang akan adinda

Duhai selasih janganlah tinggi

Kalaupun tinggi berdaun jangan

Duhai kekasih janganlah pergi

Kalaupun pergi bertahun jangan

Merah-merah si bunga mawar

Jika dicermati sungguh indahnya

Jangan murung ditinggal pacar

Masih poly cowok lainnya

Putih-putih si bunga melati

Tumbuh mengembang ditanam

Kalau kamu baik hati

Pasti punya poly teman

Buah kenari di pinggir kali

Masak satu dimakan kutilang

Jika cinta tertanam pada hati

Sampai kapan pun tak kan hilang

Dari mana datangnya rawa

Dari sawah turun ke kali

Dari mana datangnya cinta

Dari mata jatuh ke hati

Buah belimbing masam cita rasanya

Enak dimakan hai dengan mangga

Kalau boleh aku bertanya

Adinda ini milik siapa

Ada slogan bhineka tunggal ika

Yang artinya tidak sama namun permanen Satu

Untuk apa kau ucap cinta

Jikalau hanya cinta palsu

Kalau kamu senang meminjam

Harus dikembalikan tepat ketika

Walaupun aku bersikap diam

Namun aku tau kelakuanmu

Pergi berbelanja naik onta

Membeli anting intan permata

Tidak peduli umur sudah tua

Yang penting kita saling mencinta

Makan donat minumnya susu

Susunya enak dicampur madu

Walaupun kita telah ketemu

Tapi hatiku masih terasa rindu

Demikian aneka model pantun percintaan pilihan yang kami suguhkan buat anda pengunjung setia blog ini, semoga bisa berkesan dan menginspirasi untuk menciptakan pantun sendiri yg lebih unik & menghibur. Untuk tambahan bacaan, simak juga pantun teka-teki & jawabannya.

Mengenal Produk Bank Syariah

Secara garis besar produk bank syariah atau produk perbankan syariah terdiri dari tiga bagian besar yaitu :

  • Produk penghimpunan dana (funding)
  • Produk penyaluran dana (financing)
  • Produk jasa (service)
Produk Penghimpunan Dana (Funding)

Produk bank atau perbankan syariah yg termasuk dalam produk penghimpunan dana ini yakni: tabungan, giro & deposito. Masing-masing diuraikan pada bawah ini.

1. Tabungan

Dalam Undang-undang Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008 disebutkan bahwa tabungan adalah simpanan berdasarkan akad wadi'ah atau investasi dana dari mudharabah atau akad lain yang nir bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya dapat dilakukan dari syarat & ketentuan tertentu yang disepakati, namun tidak bisa ditarik menggunakan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yg dipersamakan menggunakan itu.

Selain itu, berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional No. 02/DSN-MUI/IV/2000, diuraikan bahwa tabungan terdapat 2 jenis, yaitu:

    Mengenal Produk Bank Syariah
  • Tabungan yang tidak dibenarkan secara prinsip syariah yang berupa tabungan dengan berdasarkan perhitungan bunga, dan
  • Tabungan yang dibenarkan secara prinsip syariah yakni tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadi'ah.
2. Deposito

Menurut Undang-undang Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008, Deposito adalah investasi dana dari akad mudharabah atau akad lain yang nir bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya bisa dilakukan dalam ketika tertentu dari akad antara nasabah penyimpan & bank syariah dan/atau Unit Usaha Syariah (UUS).

Dalam fatwa Dewan Syariah Nasional No. 03/DSN-MUI/IV/2000, deposito terdapat 2 jenis, yakni:

  • Deposito yang tidak dibenarkan secara prinsip syariah yaitu deposito yang berdasarkan perhitungan bunga, dan
  • Deposito yang dibenarkan secara syariah yaitu deposito yang berdasarkan prinsip mudharabah.
Deposito adalah bentuk simpanan nasabah yang mempunyai jumlah minimal tertentu, jangka waktu tertentu dan bagi hasilnya lebih tinggi daripada tabungan. Nasabah membuka deposito dengan jumlah minimal tertentu dengan jangka waktu yang telah disepakati, sehingga nasabah tidak dapat mencairkan dananya sebelum jatuh tempo yang telah disepakati, akan tetapi bagi hasil yang ditawarkan jauh lebih tinggi daripada tabungan biasa maupun tabungan berencana. Produk penghimpunan dana ini biasanya dipilih oleh nasabah yang memiliki kelebihan dana sehingga selain bertujuan untuk menyimpan dananya, bertujuan pula untuk salah satu sarana berinvestasi.

Tiga. Giro

Giro berdasarkan Undang-undang Perbankan Syariah Nomor 21 tahun 2008 adalah simpanan menurut akad wadi'ah atau akad lain yang nir bertentangan menggunakan prinsip syariah yang penarikannya dapat dilakukan setiap waktu menggunakan memakai cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan perintah pemindahbukuan.

Sementara pada fatwa Dewan Syariah Nasional No. 01/DSN-MUI/IV/2000 disebutkan bahwa giro merupakan simpanan dana yg penarikannya bisa dilakukan setiap waktu menggunakan penggunaan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau menggunakan pemindahbukuan. Giro terdapat 2 jenis:

  • Giro yang tidak dibenarkan secara syariah yaitu giro yang berdasarkan perhitungan bunga.
  • Giro yang dibenarkan secara syariah yaitu giro yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadi'ah.
Giro adalah bentuk simpanan nasabah yang tidak diberikan bagi hasil, dan pengambilan dana menggunakan cek, biasanya digunakan oleh perusahaan atau yayasan dan atau bentuk badan hukum lainnya dalam proses keuangan mereka. Dalam giro meskipun pihak bank tidak memberikan bagi hasil, namun pihak bank berhak memberikan bonus kepada nasabah yang besarannya tidak ditentukan di awal tergantung kepada kebaikan pihak bank.

Prinsip operasional syariah yg diterapkan dalam penghimpunan dana warga sebagaimana yang sudah disebutkan pada kedua bentuk perhimpunan dana (funding) di atas adalah prinsip wadi'ah dan mudharabah serta akad pelengkap.

Itulah 3 bentuk produk bank syariah yang tergolong pada kategori produk penghimpunan dana (funding). Selanjutnya merupakan produk penyaluran dana atau financing dan produk jasa atau service.

Jumat, 05 Juni 2020

Pengertian Pantun dan Jenis Jenis Pantun

Secara umum, pengertian pantun adalah salah satu bentuk sastra rakyat yang menyuarakan nilai -nilai dan kritik budaya masyarakat. Pantun terdapat dalam beberapa sastra daerah di Indonesia seperti dalam sastra jawa, pantun dikenal dengan sebutan “parika”, dalam sastra sunda dikenal dengan “paparikan” , untuk pantun dalam sastra batak disebut dengan “umpasa”. Selain itu, dalam sastra minangkabau, pantun lebih dikenal dengan nama “patuntun”.

Bagaimana dengan penamaan pantun pada daerah anda? Sekalipun bhineka namun esensinya menjadi pantun tetaplah sama. Berikut ini terdapat beberapa pengertian pantun yang bisa dijadikan acum :

  1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1016), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri dari empat baris yang bersanjak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja sedangkan pada baris ketiga dan keempat merupakan isi; peribahasa sindiran”.
  2. Dr. R. Brandstetter, seorang ahli dalam perbandingan bahasa berkebangsaan Swiss mengutarakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun, yang terdapat dalam berbagai bahasa di nusantara, misalnya dalam bahasa Pampanga, tuntun bermakna teratur; di bahasa Tagalog, tonton bermakna bercakap sesuai aturan tertentu; dalam bahasa Jawa Kuno, tuntun berarti benang dan atuntun yang berarti teratur serta matuntun yang bermakna memimpin; dalam bahasa Toba pantun berarti kesopanan atau kehormatan, dalam bahasa Melayu, pantun berarti quatrain, yaitu sajak berbaris empat, dengan rima a-b-a-b. Sedangkan dalam bahasa Sunda, pantun berarti cerita panjang yang bersanjak dan diiringi musik.
  3. R.O. Winsted, seorang pengkaji budaya melayu menyatakan bahwa pantun bukanlah sekadar gubahan kata-kata yang mempunyai rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata indah untuk menggambarkan kehangatan cinta, kasih sayang, dan rindu dendam penuturnya. Dengan kata lain, pantun mengandung ide kreatif dan kritis serta padat kandungan maknanya.
  4. Menurut Surana (2010:31), pengertian pantun ialah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, berima silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua disebut sampiran atau bagian objektif. Biasanya berupa lukisan alam atau hal apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan. Larik ketiga dan keempat dinamakan isi atau bagian subjektif.
Pembagian Jenis-Jenis Pantun

Jenis-jenis pantun dapat diketahui dari empat pendapat berikut ini :

Menurut Effendi (1983:29), membagi pantun berdasarkan jenis & isinya yakni:

  1. Pantun anak-anak, berdasarkan isinya dibedakan menjadi 4: pantun bersukacita, pantun berdukacita, pantun jenaka atau pantun teka-teki
  2. Pantun orang muda, berdasarkan isinya dibagi 5 : pantun dagang atau pantun nasib, pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian dan pantun beriba hati
  3. Pantun orang tua, berdasarkan isinya terbagi 3 : pantun nasihat, pantun adat, dan pantun agama
Menurut Suroto (1989:44-45), jenis jenis pantun terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Menurut isinya, terdiri dari : pantun anak-anak (biasanya berisi permainan), pantun muda mudi (biasanya berisi percintaan), pantun orang tua (biasanya berisi nasihat atau petuah), pantun jenaka (biasanya berisi sindiran sebagai bahan kelakar), dan pantun teka-teki
  2. Menurut bentuk atau susunannya, terbagi dua yakni (1) pantun berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait pertama dengan bait yang kedua, bait kedua dengan bait ketiga dan seterusnya. Adapun susunan kaitannya adalah baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya. (2) Pantun kilat, sering disebut juga karmina, ialah pantun yang terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran sedang baris kedua merupakan isi. Sebenarnya asal mula pantun ini juga terdiri atas empat baris, tetapi karena barisnya pendek-pendek maka seolah-olah kedua baris pertama diucapkan sebagai sebuah kalimat, demikian pula kedua baris yang terakhir.
Menurut Nursisto dalam buku Ikhtisar Kesusastraan Indonesia (2000:11-14) membagi jenis-jenis pantun yakni :

  1. Berdasarkan isinya, pantun dibagi menjadi tiga: (1) Pantun kanak-kanak : pantun bersukacita dan pantun berdukacita, (2) Pantun muda : Pantun nasib/dagang dan pantun perhubungan. Pantun perhubungan terbagi lagi menjadi pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, dan pantun beriba hati. Dan (3) Pantun tua : pantun adat, pantun agama, dan pantun nasihat.
  2. Berdasarkan banyaknya baris tiap bait dibagi menjadi: (1) Pantun dua seuntai atau pantun kilat, (2) Pantun empat seuntai atau pantun empat serangkum, (3) Pantun enam seuntai atau delapan seuntai, atau pantun enam serangkum, delapan serangkum (talibun).
Menurut Abdul Rani (2006:23-27) mengklasifikasikan jenis-jenis pantun berdasarkan isinya yaitu :

  1. Pantun Anak-Anak, terdiri dari : pantun anak-anak jenaka, pantun anak kedukaan, dan pantun anak teka-teki,
  2. Pantun Muda-Mudi, terdiri dari : pantun muda mudi kejenakaan, pantun muda-mudi dagang, pantun muda-mudi cinta kasih, dan pantun muda-mudi ejekan.
  3. Pantun Tua, terdiri dari : pantun tua kiasan, pantun tua nasihat, pantun tua adat, pantun tua agama, dan pantun tua dagang
Demikian sejumlah pengertian pantun dan jenis-jenis pantun. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Pantun Pendidikan Terbaru

Kembali lagi blog tipsserbaserbi berbagi aneka pantun. Kali ini adalah kumpulan contoh pantun pendidikan . Tentunya, ini diperuntukkan bagi siapa saja baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum yang menjadi pengguna pantun atau sekedar penikmat pantun khusus yang berkaitan dengan pendidikan atau motivasi dalam belajar. Pantun pendidikan di bawah ini hanyalah sebagai contoh namun dapat pula dijadikan pilihan untuk memberikan nasehat bijak dan menjadikan pesan yang disampaikan lebih rileks atau santai bagi lawan bicara. Disimak langsung saja ya!

Ada ubi terdapat pula talas

Ada budi ada jua balas

Akibat pulut santan binasa

Akibat ekspresi badan sengsara

                            Anak ayam turun sepuluh

                            Mati seekor tersisa sembilan

                            Tuntut ilmu menggunakan gigih

                            Menjadi bekal masa depan

                                                       Anak ayam turun sembilan

                                                       Mati seekor tersisa delapan

                                                       Meski berpikir sedikit lamban

                                                       Tapi janganlah pupus asa

                                                                                Anak ayam turun delapan

                                                                                Mati seekor tinggallah tujuh

                                                                                Hidup wajib penuh harapan

                                                                                Agar tujuan bisa diraih

                                                                                                             Berlayar ke padang datar

                                                                                                             Jangan lupa kembali berlabuh

                                                                                                             apabila ingin sebagai pintar

                                                                                                             Belajarlah menggunakan gigih

                                                                               Jikalau ingin mendulang cadas

                                                                               Janganlah lupa pakai palu baja

                                                                               Jika siswa sebagai cerdas

                                                                               Pastilah guru menjadi senang

                                                        apabila engkau hendak ke dusun

                                                        Janganlah lupa membawa beras

                                                        Belajarlah selalu menggunakan tekun

                                                        Supaya kita bisa naik kelas

                              apabila hendak menyantap somai

                              Janganlah lupa menggunakan garpu

                              Jikalau ingin sebagai pintar

                              Rajin-rajinlah membaca buku

Kehutan rimba berburu rusa

Janganlah lupa membawa tali

Wahai para penerus bangsa

Cepat bangun bergegas mandi

                               Orang pandai mencintai bahasa

                               Bahasa santun orang terpikat

                               apabila bangsa menghargai bahasa

                               Bangsa dihormati dan bermartabat

                                                          Andai hari ini menerima rugi

                                                          Semoga dapat untung esok lusa

                                                          Andai hari ini belajar terhenti

                                                          Yang rugi adalah anak bangsa

                                                                              Segeralah melempar jangkar

                                                                              Jika perahu sandar di dermaga

                                                                              Jikalau anak bangsa pintar

                                                                              Negeri ini pasti berbangga

                                                                                                   Menuju ke hulu membuat pagar

                                                                                                   Menyusuri sungai naik sampan

                                                                                                   Carilah guru loka belajar

                                                                                                   Agar tidak menyesal kemudian

                                                                               Berakit-rakit kita ke hulu

                                                                               Berenang-renang ke tepian

                                                                               Bersakit-sakit kita dahulu

                                                                               Bersenang-senang lalu

Cukup demikian dulu sejumlah gugusan pantun pendidikan yg bisa admin tipserbaserbi sajikan pada postingan kali ini. Nantikan terus aneka model pantun pendidikan atau pantun nasehat pendidikan dalam perpaduan contoh pantun pendidikan lanjutan berikutnya atau simak jua pantun jenis lain yang telah banyak disajikan sebelumnya pada arsip blog ini.

Makna Logo iB Untuk Perbankan Syariah

Apa makna logo iB untuk Perbankan Syariah ? Kita tentu sudah sangat sering melihat logo khusus perbankan syariah yang nampak dengan tulisan iB (Islamic Banking). Masyarakat saat ini dapat menemukan layanan iB antara lain : Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah BRI, Bank Syariah Bukopin, Bank syariah Mandiri, BII Syariah, BNI Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank DKI Syariah, Bank Ekspor Indonesia Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Niaga Syariah, Bank Permata Syariah, BRI Syariah, BTN Syariah, BTPN Syariah, HSBC Syariah, BPD Syariah, BPR Syariah, BPD Syariah.

Penggunaan logo bagi perusahaan selain menjadi lambang pula berfungsi sebagai bukti diri yg mewakili karakter berdasarkan suatu perusahaan. IB sebagai induk & regulator berdasarkan bank-bank syariah pada Indonesia wajib sanggup lebih berperan. Tanggal 2 Juli 2007 yang bertepatan dengan HUT Bank Indonesia yg ke-54, logo iB diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia.

Makna Logo iB Untuk Perbankan Syariah Dengan peresmian logo iB ini diperlukan mampu sebagai logo yg mewakili identitas industri perbankan syariah pada Indonesia, memudahkan masyarakat untuk mengenali Layanan Syariah pada semua Indonesia dan memberi keyakinan & rasa nyaman bagi warga , yaitu menggunakan adanya logo berarti produk & layanan bank sudah sesuai menggunakan prinsip-prinsip syariah (adil, seimbang, menjaga kebaikan sosial, & beretika). Harapan terakhir merupakan logo ini bisa memberi nilai tambah bagi bank. Dengan memasang logo, berarti sudah menjadi bagian dari sistem perbankan syariah Indonesia yang kokoh, teratur, terpadu dan terus berkembang.

Penjelasan detail menurut Logo iB menjadi berikut:

Ornamen Grafis

  • Bentuk berdasarkan kristalisasi nilai-nilai ekuilibrium, keteraturan, presisi matematis & perubahan yg terus-menerus menuju keparipurnaan.
Warna

  • Biru mewakili profesionalitas dan integritas. Merah mewakili kedinamisan.
  • Jingga mewakili kehangatan yang mencerminkan pribadi yang ramah dan rendah hati.
  • Hijau mewakili suatu hasrat yang terns tumbuh dan berkembang.
  • Putih mewakili sistem perbankan yang bersih dan transparan selaras dengan prinsip syariah.
iB (baca ai-Bi) singkatan dari Islamic Banking dipopulerkan sebagai penanda identitas bersama industri perbankan syariah di Indonesia. Penggunaan logo bersama ini bertujuan agar masyarakat mudah dan cepat mengenali tersedianya layanan jasa perbankan syariah di seluruh Indonesia, sebagaimana masyarakat modern yang sudah sangat akrab dengan terminologi-terminologi iphone, ipod, ibank. Layanan jasa perbankan syariah semakin mudah diperoleh masyarakat, dengan menge­nali logo iB yang dipasang di bank-bank syariah ataupun bank-bank konvensional terkemuka yang menyediakan layanan syariah.

Logo iB adalah penanda identitas industri perbankan syariah di Indonesia, yang adalah kristalisasi menurut nilai-nilai utama sistem perbankan syariah terbaru, transparan, berkeadilan, seimbang dan beretika & selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kemitraan. Dengan demikian logo iB buat perbankan syariah itu bukan merujuk kepada nama bank eksklusif. IB merefleksikan kebersamaan semua bank-bank syariah pada Indonesia buat melayani seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali, yang sampai saat ini terdiri menurut lima Bank Umum Syariah (BUS), 26 Unit Usaha Syariah (UUS), 132 Bank Perkreditan rakyat Syariah (BPRS) dan 1.492 kantor cabang bank konvensional yang menyediakan layanan syariah (office channeling) yang siap melayani seluruh lapisan warga pada semua Indonesia.

Demikian makna logo iB untuk perbankan syariah yg admin posting pulang dengan mengacu dalam informasi di website resmi bank Indonesia (www.Bi.Go.Id).

Kamis, 04 Juni 2020

Wadi’ah dalam Menghimpun Dana Syariah

Dalam kategori produk penghimpunan dana secara syariah, prinsip wadi'ah yang diterapkan adalah wadi'ah yad dhamanah yakni yang diterapkan pada produk rekening giro. Wadi'ah dhamanah berbeda dengan wadi'ah amanah. Perbedaannya adalah:

  • Pada wadi'ah amanah, pada prinsipnya harta titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak yang dititipkan dengan alasan apapun juga, akan tetapi pihak yang dititipkan boleh mengenakan biaya administrasi kepada pihak yang menitipkan sebagai kontraprestasi atas penjagaan barang yang dititipkan.
  • Dalam wadi'ah yad dhamanah, pihak yang dititipkan (bank) bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut. Dan pihak bank boleh memberikan sedikit keuntungan yang didapat kepada nasabahnya dengan besaran berdasarkan kebijaksanaan pihak bank.
Beberapa dalil Al Qur'an dan hadits yang berkaitan:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik­-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat" (Q.S. An-Nisaa': 58)

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Baqarah: 283)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sampaikanlah (tunaikanlah) amanat kepada yang berhak menerimanya dan jangan membalas khianat kepada orang yang telah mengkhianatimu". (H.R. Abu Dawud dan menurut Tirmidzi hadits ini hasan, sedang Imam Hakim mengkategorikannya shahih)

Ibnu Umar berkata bahwasanya Rasulullah telah bersabda, "Tiada kesempurnaan iman bagi setiap orang yang tidak beramanah, tiada shalat bagi yang tidak bersuci". (H.R. Thabrani)

Dalam dunia perbankan syariah, prinsip wadi'ah yad dhamanah biasa diterapkan untuk produk giro serta tabungan, karena bagi produk giro dalam bank tidak menjanjikan adanya bagi hasil kepada nasabah di awal, namun bank diperkenankan untuk memberikan bonus kepada nasabah yang besarannya tidak ditentukan di awal, tergantung kepada kebijaksanaan dan keputusan dari bank dalam menentukan besaran bonusnya. Nasabah dalam hal ini bertindak sebagai yang meminjamkan uang dan bank bertindak sebagai yang dipinjami. Dalam dunia perbankan modern yang penuh dengan kompetisi, insentif berupa bonus ini dapat dijadikan sebagai banking policy dalam upaya merangsang masyarkat dalam menabung. Hal ini karena semakin besar nilai keuntungan yang diberikan kepada pihak penabung dalam bentuk bonus, maka semakin efisien pula pemanfaatan dana tersebut.

Selain prinsip wadi’ah, prinsip berikutnya dalam produk penghimpunan dana dalam perbankan syariah adalah prinsip mudharabah.