Minggu, 31 Mei 2020

PDRB dan Penjelasannya

Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat percepatan perekonomian suatu daerah, karena PDRB adalah produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu wilayah dengan dukungan faktor-faktor produksi dalam wilayah tersebut. Menurut SNA (System of National Accounts) yang diterbitkan oleh United Nation, secara makro perekonomian suatu wilayah, menurut lapangan usaha terdiri dari tiga sektor utama yaitu sektor primer, sekunder dan tertier. Lebih rinci lagi ketiga sektor yang masuk dalam komponen PDRB tersebut dibagi menjadi 9 sektor yakni:

I. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan

Sektor pertanian meliputi segala pengusahaan dan pemanfaatan mahluk biologis buat memenuhi kebutuhan hayati atau menjadi bahan standar dalam proses produksi. Kegiatan pertanian pada umumnya meliputi bisnis cocok tanam, pemeliharaan ternak, penangkapan ikan & pengambilan hasil laut, penebangan kayu & pengambilan hasil hutan dan perburuan hewan liar serta kegiatan jasa pertanian. Sektor pertanian mencakup beberapa sub sektor yaitu tumbuhan bahan kuliner, tumbuhan perkebunan, peternakan & hasil hasilnya, kehutanan dan perikanan.

  1. Sub sektor Tanaman Bahan Makanan; Sub sektor ini meliputi kegiatan penanaman, pembibitan, pemeliharaan dan pemungutan hasil hasil pertanian tanaman bahan makanan. Jenis komoditas yang dihasilkan antara lain : Padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, buah-buahan dan sayur sayuran serta tanaman hias
  2. Sub sektor Tanaman Perkebunan; Subsektor perkebunan meliputi kegiatan pengusahaan tanaman perkebunan komoditas yang dihasilkan meliputi cengkeh, jahe, kakao, karet, kapuk, kayu manis, kelapa, kelapa sawit, kemiri, kopi, lada, pala, panili, tebu, tembakau serta tanaman perkebunan lainnya
  3. Sub sektor Kehutanan; Subsektor ini meliputi usaha di areal hutan berupa penebangan kayu, pengambilan getah, daun, akar dan kulit kayu, bambu, rotan, arang dan perburuan binatang hutan. Termasuk juga kayu dan bambu yang berasal dari area non hutan, seperti yang ditanam petani di kebun atau di pekarangan rumah
  4. Perikanan; Subsektor ini meliputi segala pengusahaan perikanan yang mencakup usaha penangkapan, pengambilan, maupun pemeliharaan segala jenis ikan dan biota air lain baik yang diusahakan diperairan laut, maupun air tawar. Komoditas hasil perikanan antara lain ikan mas, dan jenis darat lainnya, ikan bandeng, udang, cumi cumi dan binatang lunak lainnya. Termasuk pengolahan sederhana seper ti pengasinan atau pengeringan ikan yang dilakukan nelayan atau rumah tangga

II. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor ini mencakup usaha penggalian, pengeboran, pembersihan, pengambilan & pemanfaatan segala macam barang tambang, mineral & barang galian yg tersedia di pada tanah, baik yang berupa benda padat, benda cair maupun gas.

III. Industri Pengolahan

PDRB sektor ini meliputi usaha aktivitas pengolahan bahan organik atau pun anorgaik menjadi produk baru yg lebih tinggi mutunya. Baik dilakukan menggunakan tangan, mesin atau proses kimiawi. Pengelompokan industri oleh Badan Pusat Statistik berdasarkan berdasarkan banyaknya energi kerja yg dipakai, sebagai akibatnya industri bisa dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

  1. Industri besar/sedang, yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih besar atau mencapai 20 orang atau lebih
  2. Industri kecil, yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja 5 orang sampai 19 orang
  3. Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 5 orang
IV. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih

  1. Sub sektor Listrik; Sub sektor ini meliputi pembangkitan tenaga listrik dan pengoperasian jaringan distribusi guna penyaluran listrik, untuk dijual kepada konsumen, baik oleh PLN maupun bukan PLN, termasuk juga listrik yang dibangkitkan oleh sektor lain, seperti industri, jasa jasa yang dijual kepada pihak lain dan datanya dapat dipisahkan
  2. Sub sektor Air Bersih; Sub sektor air bersih meliputi usaha penampungan dan penjernihan air bersih serta pendistribusianya kepada konsumen, yaitu umumnya dilakukan oleh PDAM

V. Sektor Kontruksi

Sektor ini mencakup bisnis pembangunan/pembuatan, perluasan, pemasangan, perbaikan berat & ringan serta perombakan berdasarkan suatu bangunan atau kontruksi lain. Adapun bangunan yg dimaksud dapat berupa: bangunan loka tinggal, bangunan bukan loka tinggal, jalan, jembatan, bendungan, jaringan listrik, telekomunikasi & kontruksi lainnya. Termasuk jua kegiatan sub sektor kontruksi seperti pemasangan istalasi listrik, saluran telepon, alat pendingin, pembuatan saluran air dan sebagainya. Dalam hal ini tercakup jua pembuatan dan pemugaran bangunan tempat tinggal yg dilakukan sendiri sang rumah tangga, partikelir & badan badan pemerintah

VI. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran

Sektor ini termasuk sektor tertier yang terdiri dari 3 subsektor:

  1. Subsektor Perdagangan; Kegiatan perdagangan terdiri dari perdagangan besar dan perdagangan eceran. Perdagangan besar meliputi kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang baik yang baru maupun yang bekas oleh pedagang dari pihak produsen atau importer kepada pedagang lain, perusahaan, lembaga atau konsumen tanpa merubah bentuk, dalam partai besar. Perdagangan eceran meliputi kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang, umumnya melayani konsumen perorangan ataupun rumah tangga tanpa merubah bentuk, baik barang baru ataupun bekas secara eceran
  2. Subsektor Hotel; meliputi usaha penyediaan penginapan dan berbagai akomodasi lainnya seperti hotel, motel, losmen dan sebagainya baik yang tersedia untuk umum ataupun hanya untuk anggota suatu organisasi tertentu atas dasar suatu pembayaran, termasuk kegiatan penyediaan makanan dan minuman serta fasilitas lainnya yang berada dalam suatu satuan usaha dengan penginapan tersebut dan datanya sulit untuk dipisahkan
  3. Subsektor Restoran; meliputi usaha restoran/rumah makan, catering, restoran di kereta api, cafeteria dan kantin. Termasuk usaha penjualan makanan dan minuman jadi yang biasanya dimakan langsung di tempat penjualan seperti warung nasi, warung kopi, warung sate dan sejenisnya
VII. Sektor Transportasi dan Komunikasi

  1. Transportasi; mencakup kegiatan jasa angkutan barang dan penumpang dengan menggunakan alat angkutan baik yang bermotor maupun tidak bermotor atas dasar suatu pembayaran. Termasuk jasa angkutan yang sifatnya menunjang dan membantu memperlancar kegiatan tersebut beserta penyediaan fasilitas-fasilitasnya. Kegiatan pengangkutan ini dalam penghitungan PDRB Lampung Utara hanya terbatas pada pengangkutan rel dan pengangkutan jalan raya baik bermotor ataupun tidak bermotor seperti : truck, bus, oplet, taksi, becak, pedati atau ojek
  2. Komunikasi; terdiri dari kegiatan jasa komunikasi untuk umum yang dilakukan oleh PT Pos dan PT Telkom. Kegiatan PT pos yaitu pemberian jasa kepada pihak lain seperti pengiriman surat, paket dan wesel
VIII. Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan

PDRB untuk sektor ini terdiri dari sub sektor bank yg meliputi anugerah jasa pelayanan pada bidang keuangan pada pihak lain, misalnya menerima simpanan dalam bentuk giro & tabungan, memberi pinjaman, sub sektor keuangan tanpa bank yang mencakup kegiatan pelayanan asuransi, koperasi simpan pinjam, pegadaian, dana pensiun, pasar kapital, penukaran mata uang asing dan sub sektor sewa bangunan yang mencakup semua jasa yang berhubungan dengan proses penggunaan rumah / bangunan sebagai loka tinggal oleh tempat tinggal tangga, tanpa memperhatikan apakah tempat tinggal tersebut benar sahih disewa atau tidak misalnya tempat tinggal milik sendiri, rumah instansi pemerintah ataupun rumah instansi/perusahaan atau partikelir, sub sektor lainnya yaitu sub sektor jasa perusahaan yg meliputi aktivitas anugerah jasa pada pihak lain seperti jasa hukum, jasa akuntan & pembukuan, jasa pengolahan & penyajian data, jasa bangunan, arsitek dan teknik, jasa priklanan dan jasa persewaan mesin & peralatan.

IX. Sektor Jasa-Jasa

  1. Subsektor Jasa Pemerintahan Umum; mencakup penyediaan jasa pelayanan kepada masyarakat yang tidak dapat dinilai secara ekonomi, misalnya mengatur Negara. Kegiatan pemerintahan tersebut meliputi pemerintahan pusat, pemerintahan daerah dan pemerintahan desa serta unit-unitnya. Kegiatan pemerintahan sebagian besar hasilnya digunakan oleh pemerintah sendiri sebagai konsumen akhir. Kegiatan Jasa pemerintahan lainnya meliputi kegiatan jasa pelayanan pemerintah di bidang kependidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi, unit kegiatan pemerintah ini antara lain sekolah, rumah sakit, museum, perpustakaan dan tempat rekreasi yang dimiliki dan dibiyai oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah tidak memungut biaya atau pembayaran yang sesuai dengan besarnya biaya pengelolaan. Kegiatan pegawai pemerintah yang bekerja di bidang penyuluhan KB dan penyuluhan masyarakat terasing di kategorikan sebagai kegiatan jasa sosial kemasyarakatan lainnya.
  2. Sub sektor Jasa Swasta; meliputi tiga sub sektor yaitu sosial kemasyarakatan yang meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan oleh swasta seperti : jasa pendidikan, kesehatan, serta kemasyarakatan lainnya. Sub sektor kedua adalah sub sektor jasa hiburan dan rekreasi yang meliputi usaha penyediaan berbagai jenis hiburan/rekreasi untuk masyarakat baik perorangan maupun rumah tangga yang berorientasi mencari keuntungan dan sub sektor yang ketiga adalah sub sektor jasa perorangan dan rumah tangga yang meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa yang diberikan untuk perorangan dan rumah tangga seperti reparasi, tukang jahit, tukang cukur, pembantu rumah tangga dan lainnya.
Demikian penjelasan PDRB dan sembilan sektor yang menjadi komponennya. Semakin tinggi produk domestik regional bruto maka semakin tinggi kemajuan perekonomian suatu daerah.

Pengertian Persepsi & Tahap Pembentukannya

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), pengertian persepsi adalah sebagai tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Rakhmat (1993) dan Lugindo (1999) mengemukakan bahwa persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Matlin (1998) dalam Utami dan Indriawati (2006) mendefinisikan persepsi secara lebih luas, yaitu sebagai suatu proses yang melibatkan pengetahuan pengetahuan sebelumnya dalam memperoleh dan menginterpretasikan kombinasi faktor luar (stimulus visual) dan diri kita sendiri (pengetahuan-pengetahuan sebelumnya). Jika pendidikan akuntansi memberikan persepsi yang salah mengenai akuntansi, maka dapat membuat orang yang memiliki kemampuan yang tepat tidak menjadi berminat dalam memilih karirnya sebagai akuntan publik. Berkaitan dengan pembahasan skripsi ini, persepsi menjadi sangat penting karena pengambilan keputusan oleh seseorang dipengaruhi oleh persepsi yang dimilikinya. Sehingga persepsi mahasiswa terhadap suatu pekerjaan misalnya, akan mempengaruhi keputusan mahasiswa tersebut dalam memilih suatu pekerjaan atau profesi.

Sedangkan menurut Robbins (2003) dalam Sujiman (2006) menyatakan bahwa persepsi adalah sebuah proses dimana seseorang menggunakan dan menginterpretasikan kesan sensorinya dalam rangka memahami lingkungannya. Dalam penelitian Puspitasari (2010) menurut Walgito (1990) mengemukakan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Namun proses itu tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan stimulus itu diteruskan ke pusat saraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu menyadari apa yang ia lihat, apa yang ia dengar dan sebagainya, maka individu tersebut mengalami persepsi.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pengertian persepsi adalah tanggapan seseorang dari sebuah penerimaan informasi ataupun pengalaman kemudian diinterpretasikan oleh orang tersebut dalam rangka memahami lingkungan dan menafsirkan pesan informasi yang telah diperoleh tersebut.

Tahap Pembentukan Persepsi

Ada empat tahap dalam proses pembentukan persepsi menurut Belch (2007) yaitu sejumlah tahapan ketika seorang individu mengelola informasi yang masuk dalam dirinya. Keempat tahap itu masing-masing; eksposure, attention, comprehension dan retention.

  1. Exposure; tahap dimana seseorang mulai menerima informasi melalui panca indera yang dimiliki. Informasi diperoleh dengan cara melihat ataupun mendengarkan secara langsung informasi-informasi mengenai suatu hal tertentu.
  2. Attention; seseorang mulai menempatkan informasi-informasi yang diterima ke dalam sebuah stimulus. Informasi-informasi tersebut mulai dicerna melalui pikiran seseorang.
  3. Comprehension; seseorang mulai menginterpretasikan informasi yang masuk tersebut menjadi sebuah arti yang spesifik. Informasi tersbut menjadi berkembang dan menjadikannya persepsi yang berbeda antara setiap individu-individu yang menerima informasi tersebut.
  4. Retention; tahap dimana seseorang sudah mulai tidak mengingat lagi keseluruhan dari apa yang mereka baca, lihat atau dengar meskipun mereka sudah tertarik dan dapat menginterpretasikan informasi tersebut.

Demikian pengertian persepsi & tahap pembentukannya. Semoga bermanfaat!

Mengenal Profesi Akuntan Publik

Mengenal Profesi Akuntan Publik - Media Akuntansi (2002) dalam Sujiman (2006) menyebutkan bahwa profesi berasal dari kata professus yang dalam Yunani berarti suatu kegiatan atau pekerjaan yang dihubungkan dengan sumpah atau janji yang bersifat religius, sehingga ada ikatan batin bagi seseorang yang memiliki profesi tersebut untuk tidak melanggar dan memelihara kesucian profesinya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya).

Adapun akuntan menurut Sujiman (2006) ialah ahli yang berpekerjaan menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi dan memperbaiki taat buku serta asministrasi perusahaan atau instansi pemerintah. Maka berdasarkan pengertian di atas, profesi akuntan dapat diartikan sebagai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan penyusunan, pembimbingan, pengawasan dan perbaikan pembukuan keuangan perusahaan dengan dilandasi pendidikan akuntansi.

Menurut Handbook 1998 International Federation of Accountant (IFAC) dalam Sujiman (2006) menyebutkan bahwa ada beberapa karakteristik sebuah profesi yakni:

  1. Menguasai suatu keahlian tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan
  2. Mempunyai kode etik dan standar keahlian/kinerja (professional)
  3. Memperoleh pengakuan masyarakat dengan adanya penggunaan gelar tertentu
  4. Mempunyai organisasi yang mewadahi dan memelihara kepentingan profesi tersebut.
Sedangkan Hall (1968) dalam Sujiman (2006) dalam artikelnya “Professionalization and Bureaucratization” pada American Sociological Review edisi Februari 1968 menyatakan bahwa profesi memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Pelayanannya bersifat untuk kepentingan publik.
  2. Pengaturan kinerjanya ditentukan dan diawasi sendiri oleh profesi.
  3. Menguasau suatu keahlian pada bidang tertentu.
  4. Mandiri dalam pembiayaan pengembangan kinerja profesi.
Dari beberapa karakteristik profesi di atas, maka dapat dikatakan bahwa akuntan publik adalah sebuah profesi dengan alasan:

  1. Adanya pengetahuan khusus atau memerlukan keahlian tertentu dalam melaksanakan profesinya. Pengetahuan ini diperoleh dari hasil pendidikan dan pelatihan baik yang berupa pendidikan formal melalui program sarjana (S1) atau Vokasi (D3), pendidikan informal seperti kursus-kursus akuntansi, dan pendidikan profesi lanjutan seperti PPAk (Program Pendidikan Akuntansi).
  2. Memiliki standar keahlian kinerja dan standar moral (Kode Etik). Seorang akuntan publik harus bekerja dalam standar yang sudah ditetapkan seperti Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar moral (Kode Etik) juga dimiliki akuntan publik yang merupakan pedoman berperilaku seseorang dalam perannya sebagai akuntan publik.
  3. Pelayanannya bersifat untuk kepentingan publik dimana kepentingan masyarakat umum harus didahulukan daripada kepentingan pribadi. Akan tetapi, bukan berarti akuntan publik tidak perlu dibayar dalam melaksanakan tugasnya, melainkan seorang akuntan publik lebih dituntut untuk bersikap mengabdi kepada masyarakat.
  4. Diperlukan izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut. Perizinan akuntan publik sudah diatur dalam Undang-Undang Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011.
  5. Pengaturan kinerjanya ditentukan dan diawasi sendiri oleh profesi, dalam arti memiliki suatu organisasi profesi yang mewadahi dan memelihara kepentingan profesi akuntan publik. Kriteria ini sudah terpenuhi dengan adanya Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP), Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang memiliki tugas pokok dalam menyusun dan mengawasi standar profesi tersebut.
Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Ketentuan mengenai akuntan publik diIndonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Semakin besar perusahaan, maka dana untuk mengaudit yang diperlukan tentunya semakin besar. Akuntan publik berperan sebagai pihak independen dalam menilai kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dengan demikian, bukan hanya keahlian yang dituntut dari seorang akuntan publik, tetapi juga kejujuran (integritas) dalam melakukan pekerjaan. Hal ini penting karena pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan sangat bergantung pada pendapat/opini akuntan publik.

Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian profesi yang dinamakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) dan kepada lulusannya berhak memperoleh sebutan "CPA Indonesia" (sebelum tahun 2007 disebut "Bersertifikat Akuntan Publik" atau BAP). Sertifikat akan dikeluarkan oleh IAPI. Sertifikat akuntan publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai akuntan publik dari Kementrian Keuangan.

Bidang jasa yang digeluti dalam profesi akuntan publik meliputi:

  1. Jasa atestasi, termasuk di dalamnya adalah audit umum atas laporan keuangan atas laporan keuangan prospektif, pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma, review atas laporan keuangan, dan jasa audit serta atestasi lainnya.
  2. Jasa non-atestasi, yang mencakup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultasi.

Sabtu, 30 Mei 2020

Pengertian Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Pengertian manajemen waktu sangat erat kaitannya dengan pemikiran bagaimana seharusnya manusia yang hidup di dunia ini berlaku arif terhadap waktu yang ada. Mungkin kita sering mendengar istilah “Time is Money" Motto ini mengajarkan bagaimana manusia untuk Smart dalam menggunakan atau mengelola waktu (times of management) yang seolah-olah sama dengan uang. Selama ada waktu masih ada kesempatan untuk mendapatkan uang, begitulah makna singkatnya.

Pengertian Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Pahami pula lebih dulu Pengertian MANAJEMEN Menu rut Para A hli sebelum lebih lanjut memaknai pengertian manajemen ketika.

Patut diketahui bahwa musuh terbesar pada karier seorang insan merupakan saat. Waktu yang telah terlewat dengan sia-sia atau percuma, tidak dapat kembali begitu saja menggunakan uang. Karena itu, manfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam bekerja dan berkarya.

Burnout Syndrome pada Argogalih (2005) pernah menyampaikan bahwa kecanduan kerja merupakan tanda-tanda manajemen ketika yang tidak baik. Seseorang yg selalu mengutamakan kesempurnaan versi diri sendiri dalam bekerja umumnya tidak akan pernah sama sekali mau melakukan delega si. Dia tidak sanggup menerima 100% output pekerjaan orang lain ataupun percaya orang lain. Dia tidak ingin semua output karyanya terkontaminasi tangan orang lain, walau orang itu bawahannya sendiri. Sikap misalnya itu salah akbar karena memanfaatkan tenaga orang lain itu perlu, percaya terhadap orang lain itu perlu.

Manajemen saat menggunakan cepat sebagai lebih krusial baik pada kehidupan langsung individu maupun pada susunan peru sahaan, termasuk pada hal ini adalah dalam bidang pendidikan terutama yg dilakukan guru pada pelaksanaan pembelajaran, khususnya yg berhu bungan menggunakan manajer, mulai menurut administrator zenit sampai pengawas di lini pertama. Pengelolaan waktu atau manajemen saat yg baik sangat bermanfaat dalam pengertian penghematan porto maupun pegawai. Dalam kata-kata Drucker dalam Timpe (2002:10) berkata ? Waktu adalah sumber yg paling langka dan jika itu nir dapat dikelola, maka hal lainpun tidak dapat dikelola.? Maksudnya adalah buat menilik aspek manusia menurut perubahan perilaku menuju pengelolaan lebih baik berdasarkan asal saat yang berharga.

Konsep manajemen saat yang paling generik adalah time on task (waktu mengerjakan tugas) atau engaged time (waktu efektif dalam pembelajaraan), pembagian saat pembelajaran yg lain adalah: (1) available time (waktu yg tersedia); (2) allocated time (waktu dialokasikan dalam aktifitas pembelajaran); (3) engaged time (waktu efektif dalam pembelajaran); (4) academic learning time (waktu efektif perhari yang dimanfaatkan dalam aktivitas pembelajaran) (Hofmeister & Lubke, 1990:15)

Pengertian manajemen ketika yakni menggunakan & memanfaatkan saat sebaik-baiknya, seoptimal mungkin melalui perencanaan aktivitas yg terorganisir & matang. Dengan manajemen saat seseorang dapat merencanakan & menggunakan waktu secara efisien dan efektif sebagai akibatnya nir menyia-nyiakan ketika pada kehidupannya. Perencanaan ini mampu berupa jangka panjang, menengah & pendek (Leman, 2007:24).

Akram (2010:19) mendefinisikan manajemen saat adalah memanfaatkan ketika yg anda miliki buat melakukan hal-hal yang dipercaya penting yang telah tercatat pada tabel kerja?.

Ungkapan semakna jua dikemukakan oleh Widyastuti (2004:43) dimana manajemen saat didefinisikan menjadi kemampuan buat memprioritaskan, menjadwalkan & melaksanakan tanggung jawab individu demi kepuasan individu tadi.

Bersumber pada uraian urgensi & pengertian manajemen waktu menurut para ahli pada atas dapat disimpulkan bahwa manajemen saat merupakan perencanaan dan pengaturan ketika yg digunakan setiap hari dalam melaksanakan seluruh aktivitas yg terdapat, berdasarkan dalam skala prioritas & jadwal yg telah ditentukan, sehingga individu dapat menggunakan waktu menggunakan efektif & efisien. Semoga artikel ini memberi sumbangsih agar bisa lebih bijak pada mengelola saat. Baca jua pengertian manajemen menurut para ahli.

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan – Berawal dari istilah “Civic Education” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan dan akhirnya menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Istilah “Pendidikan Kewargaan” diwakili oleh Azra dan Tim ICCE (Indonesia Center for Civic Education) dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sebagai pengembang Civic Education pertama di perguruan tinggi. Penggunaan istilah ”Pendidikan Kewarganegaraan” diwakili oleh Winaputa dkk dari Tim CICED (Center Indonesia for Civic Education), Tim ICCE (2005: 6)

Menurut Kerr, citizenship or civics education is construed broadly to encompass the preparation of young people for their roles and responsibilities as citizens and, in particular, the role of education (through schooling, teaching, and learning ) in that preparatory process. (Winataputra dan Budimansyah, 2007: 4)

Dari definisi Kerr tersebut dapat dijelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dirumuskan secara luas yang mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawab sebagai warga negara, dan secara khusus, peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belajar, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.

Terkait dengan hal ini, baca pula tentang:

  • Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi serta
  • Pengertian dan Landasan Pendidikan Pancasila

Menurut Azis Wahab, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan media pengajaran yang meng-Indonesiakan para siswa secara sadar, cerdas, dan penuh tanggung jawab. Karena itu, program PKn memuat konsep-konsep umum ketatanegaraan, politik dan hukum negara, serta teori umum yang lain yang cocok dengan target tersebut (Cholisin, 2000:18)

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Berbeda dengan pendapat di atas pendidikan kewarganegaraan diartikan sebagai penyiapan generasi muda (siswa) untuk menjadi warga negara yang memiliki pengetahuan, kecakapan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakatnya (Samsuri, 2011: 28).

Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005:7) pengertian pendidikan kewarganegaraaan adalah: “Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat”.

Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Depdiknas, 2006:49).

Pendapat lain, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenan dengan hubungan antar warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara menjadi warga negara agar dapat diandalkan oleh bangsa dan negara (Somantri, 2001: 154)

Pendidikan Kewarganegaraan dapat diharapkan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hakikat NKRI adalah negara kesatuan modern. Negara kebangsaan adalah negara yang pembentuknya didasarkan pada pembentukan semangat kebangsaan dan nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakt untuk membangun masa depan bersama dibawah satu negara yang sama. Walaupun warga masyarakaat itu berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, penulis menyimpulkan pengertian pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter bangsa Indonesia, cerdas, terampil, dan bertanggungjawab sehingga dapat berperan aktif dalam masyarakat sesuai ketentuan Pancasila dan UUD 1945.

Pengertian Pembelajaran Kontekstual Menurut Pakar

Pengertian Pembelajaran Kontekstual - Contextual Teaching and Learning atau yang dikenal dengan pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat (Umbara, 2006).

Pembelajaran Kontekstual dirancang dan dilaksanakan berdasarkan landasan filosofis Kontruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengontruksi pengetahuan di benak pikiran mereka, karena pada dasarnya pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proporsi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.

Pengertian Pembelajaran Kontekstual Menurut Pakar

Definisi atau pengertian pembelajaran kontekstual secara umum belum disepakati oleh para ahli, namun berkaitan dengan dasar dan unsur-unsur kuncinya lebih banyak disepakati. Dewasa ini pembelajaran kontekstual telah berkembang di negara-negara maju dengan berbagai nama. Di negeri Belanda berkembang apa yang disebut dengan Realistic Mathematic Education (RME) yang menjelaskan bahwa pembelajaran matematika harus dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Di Amerika berkembang apa yang disebut Contexstual Teaching and Learning (CTL) yang intinya membantu guru untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. Sementara itu di Michigan juga berkembang Connected Mathematic Projec (CMP) yang bertujuan mengintegrasikan ide matematika ke dalam konteks kehidupan nyata dengan harapan siswa dapat memahami apa yang dipelajarinya dengan baik dan mudah.

Kontekstual adalah salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan penuh makna. Yang dimaksud konteks disini adalah tujuan, isi, sumber, target, guru, metode, hasil,kematangan, dan lingkungan.

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit dan dari proses mengkonstruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

Sumber:

  • Republik Indonesia, Undang-Undang Sisdiknas (Bandung:Citra Umbara, 2006), hlm. 5
  • Nurhadi dan Gerrad Senduk Agus, Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching And Learning/CTL) Dan Penerapannya Dalam KBK (Malang: Universitas Negeri Malang, 2003), hlm.11

Jumat, 29 Mei 2020

Pengertian Reward atau Penghargaan Menurut Para Ahli

Pengertian Reward Menurut Para Ahli – Dalam penjelasan berikut, reward dalam kata yang semakna dengan kata “penghargaan” dalam bahasa Indonesia. Definisi dari para ahli akan diuraikan berikut ini sampai pada satu pengertian yang menjadi kesimpulan penulis. Adapun sejumlah pengertian tersebut yakni:

Penghargaan didefinisikan sebagai ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para karyawan agar produktivitasnya tinggi (Tohardi, 2002:317).

Penghargaan merupakan insentif yang mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat meningkatkanproduktivitas para karyawan guna mencapai keunggulan yang kompetitif (Simamora, 2004:514).

Penghargaan dapat pula didefiniskan sebagai reward dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan (Mahmudi, 2005:89).

Pengertian Reward atau Penghargaan Menurut Para Ahli

Pengertian Penghargaan adalah kegiatan dimana organisasi menilai kontribusi karyawan dalam rangka untuk mendistribusikan penghargaan moneter dan non moneter cukup langsung dan tidak langsung dalam kemampuan organisasi untuk membayar berdasarkan peraturan hukum (Schuler, 1987).

Pengertian reward yang senada juga dikemukakan bahwa penghargaan adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan kepada perusahan (Hasibuan, 2007).

Nitisemito (1982) menyatakan bahwa penghargaan merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Penghargaan berarti semua bentuk penggajian atau ganjaran kepada pegawai dan timbul karena kepegawaian mereka. Dapat berupa pembayaran uang secara langsung (upah, gaji, insentif, bonus) dan dapat pula berbentuk pembayaran tidak langsung (asuransi, liburan atas biaya perusahaan) dan dapat pula berupa ganjaran bukan uang (jam kerja yang luwes, kantor yang bergengsi, pekerjaan yang lebih menantang) (Dessler, 2005).

Program penghargaan penting bagi organisasi karena mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia sebagai komponen utama dan merupakan komponen biaya yang paling penting. Disamping pertimbangan tersebut, penghargaan juga merupakan salah satu aspek yang berarti bagi pegawai, karena bagi individu atau pegawai besarnya penghargaan mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat (Sulistiyani dan Rosidah, 2003).

Dengan adanya pendapat para ahli diatas maka penulis dapat menyimpulkan tentang pengertian reward atau penghargaan yakni imbalan yang diberikan baik dalam dalam bentuk material dan non material yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawannya agar mereka dapat bekerja dengan motivasi tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain pemberian penghargaan atau reward bertujuan untuk meningkatkan produktivits dan mempertahankan karyawan yang berprestasi agar tetap loyal kepada perusahaan. Pemberian sistem penghargaan dimaksudkan sebagai dorongan agar karyawan mau bekerja dengan lebih baik dan membangkitkan motivasi sehingga mendorong kinerja karyawan yang lebih baik.

Pengertian dan Tujuan Pengembangan Karir

Pengertian dan Tujuan Pengembangan Karir – Ini dapat dipahami sebagai pendekatan formal dalam upaya peningkatan atau perbaikan, pertumbuhan, kepuaan kerja, pengetahuan dan kemampuan karyawan agar dapat memastikan bahwa orang-orang yang berkualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia ketika dibutuhkan, dengan demikian perencanaan dan pengembangan karir yang jelas akan membantu karyawan dan organisasi dalam meraih sukses.

Andrew J. Dubrin (1982) mengemukakan bahwa pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang membantu pegawai-pegawai merencanakan karier masa depan mereka di perusahaan agar perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara maksimum.

Definisi yang semakna bahwa pengembangan karir adalah suatu langkah yang ditempuh perusahaan untuk menghadapi tuntutan tugas karyawan dan untuk menjawab tantangan masa depan dalam mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan yang merupakan suatu keharusan dan mutlak diperlukan (Siagian, 2001).

Pengembangan karir juga dapat didefinisikan sebagai pendekatan formal yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan, karena perencanaan dan pengembangan karir menguntungkan individu dan organisasi (Simamora, 2006).

Tujuan Pengembangan Karir

Andrew J. Dubrin (1982) menguraikan sejumlah tujuan pengembangan karir yang dijabarkan sebagai berikut:

  1. Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pegawai yang sukses dengan prestasi kerja sangat baik kemudian menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tercapai tujuan perusahaan dan tujuan individu.
  2. Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
  3. Membantu pegawai menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
  4. Memperkuat hubungan antara Pegawai dan Perusahaan Pengembangan karier akan memperkuat hubungan dan sikap pegawai terhadap perusahaannya.
  5. Membuktikan Tanggung Jawab Sosial Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai-pegawai lebih bermental sehat.
  6. Membantu memperkuat pelaksanaan program-program Perusahaan Pengembangan karir membantu program-program perusahaan lainnya agar tercapai tujuan perusahaan.
  7. Mengurangi Turnover (pergantian karyawan karena mengundurkan diri) dan Biaya Kepegawaian Pengembangan karier dapat menjadikan turnover rendah dan begitu pula biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
  8. Mengurangi Keusangan Profesi dan Manajerial Pengembangan karier dapat menghindarkan dari keusangan dan kebosanan profesi dan manajerial.
  9. Menggiatkan Analisis dari Keseluruhan Pegawai Perencanaan karir dimaksudkan mengintegrasikan perencanaan kerja dan kepegawaian
  10. Menggiatkan Pemikiran (Pandangan) Jarak Waktu yang Panjang Pengembangan karier berhubungan dengan jarak waktu yang panjang. Hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan memerlukan persyaratan dan kualifikasi yang sesuai porsinya.
Demikian penjelasan pengertian dan tujuan pengembangan karir. Kesuksesan dalam pengembangan karir sebagaimana dibuktikan dalam banyak hasil penelitian berpengaruh signifikan terhadap tercapainya tujuan perusahaan.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli – Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang mengandung arti mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan atau mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak setiap orang mempunyai kesamaan menjalankan kepemimpinannya.

Kepemimpinan dari Ordway Tead merupakan aktivitas atau aktivitas yg mensugesti orang-orang agar berafiliasi untuk mencapai tujuan yg mereka inginkan (Kartono, 2003)

Berdasarkan pendapat Anoraga & Widiyanti (2003), kepemimpinan adalah interaksi dimana satu orang yakni pemimpin mensugesti pihak lain buat bekerja sama secara suka rela pada bisnis mengerjakan tugas-tugas yang berafiliasi buat mencapai hal yg diinginkan sang pemimpin tersebut.

Menurut pendapat Wahjosumidjo (2005) kepemimpinan diterjemahkan ke dalam kata sifat-sifat, konduite langsung, pengaruh terhadap orang lain, pola- pola, interaksi, hubungan kolaborasi antarperan, kedudukan dari satu jabatan administratif, & persuasif, dan persepsi berdasarkan lain- lain tentang legitimasi dampak.

Miftah Thoha (2010: 9) mendefinisikan kepemimpinan merupakan kegiatan buat memengaruhi konduite orang lain, atau seni memengaruhi perilaku insan baik perorangan maupun grup.

Menurut C. Turney (1992) dalam Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74) mengemukakan pengertian kepemimpinan menjadi suatu class proses yg dilakukan oleh seorang dalam mengelola & menginspirasikan sejumlah pekerjaan buat mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik- teknik manajemen.

George R. Terry mengartikan kepemimpinan sebagai aktivitas buat menghipnotis orang-orang agar diarahkan mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan meliputi proses menghipnotis pada memilih tujuan organisasi, memotivasi perilakupengikut buat mencapai tujuan, mensugesti buat memperbaiki gerombolan & budayanya (Miftah Thoha, 2010).

Menurut A. Dale Timple (2000: 58), kepemimpinan merupakan proses impak sosial di pada mana manajer mencari keikutsertaan sukarela dari bawahan dalam bisnis mencapai tujuan organisasi. Dengan kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin juga menggambarkan arah & tujuan yang akan dicapai dari sebuah organisasi. Sehingga dapat dikatakan kepemimpinan sangat berpengaruh bagi nama akbar organisasi.

Menurut Sudarwan Danim (2004: 56) kepemimpinan merupakan setiap perbuatan yg dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi & memberi arah kepada individu atau grup yg tergabung pada pada wadah tertentu buat mencapai tujuan yg sudah ditetapkan sebelumnya.

Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74) kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yg dilakukan sang seseorang pada mengelola anggota kelompoknya buat mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan bentuk taktik atau teori memimpin yg tentunya dilakukan oleh orang yang biasa kita sebut menjadi pemimpin. Pemimpin adalah seorang menggunakan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya buat mengerjakan sebagian berdasarkan pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Dari sejumlah pengertian kepemimpinan menurut para ahli di atas dapat disimpulkan kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan dengan karakteristik tententu sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Faktor keberhasilan seorang pemimpin diantaranya  tergantung pada teknik kepemimpinan dalam menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadarannya untuk melaksanakan apa yang dikehendaki.

Ketika Pimpinan selaku pengambil keputusan bersikap bijaksana dan profesional dalam memimpin, maka akan berpengaruh dalam keseriusan karyawan dalam kegiatan operasionalnya.

Kamis, 28 Mei 2020

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli - Informasi berkaitan dengan banyak aspek dalam kehidupan termasuk keterkaitannya dengan berbagai disiplin ilmu. sehingga definisi yang tepat perlu dipahami. Berikut ini ada beberapa pengertian informasi menurut para ahli.

Bodnar dan Hopwood (2004) mendefinisikan liputan menjadi suatu data yg diorganisasikan yg bisa mendukung ketepatan pengambilan keputusan.

Dalam pengertian yg lain, warta adalah data yg sudah diolah sebagai suatu bentuk yang mempunyai arti & manfaat bagi manusia (Husein, 2004)

Menurut pendapat Anthony, pengertian kabar adalah data yg diolah menjadi bentuk yg lebih bermanfaat dan lebih berarati bagi yang menerimanya dan menggambarkan suatu kejadian-peristiwa, kesatuan nyata yang digunakan dalam mengambil keputusan (Dewi, 2004)

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Selanjutnya, suatu informasi berkualitas ditentukan sang 3 karakteristiknya (Jogiyanto, 2001) yakni :

  • Akurat (accurate), bararti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat berarti informasi harus jelas dan mencerminkan maksudnya.
  • Tepat pada waktunya (time lines), berarti informasi yang akan datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi.
  • Relevan (relevance), berarti informasi tersebut memiliki manfaat untuk pemakainya.

Winarno (2006) mengidentifikasikan pengertian warta menjadi segala data yg sudah diolah sebagai akibatnya berguna buat pembuatan keputusan. Selain itu, Winarno menguraikan 8 ciri keterangan yang baik, yaitu:

  1. Akurat; Menggambarkan kondisi objek yang sesungguhnya.
  2. Tepat waktu; Informasi harus tersedia sebelum keputusan dibuat karena seringkali informasi tidak diperlukan lagi setelah keputusan dibuat.
  3. Lengkap; Informasi harus mencakup semua yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Lengkap tidak berarti memberikan semua informasi.
  4. Relevan; Informasi harus berhubungan dengan keputusan yang akan diambil.
  5. Terpercaya; Isi dari informasi tersebut harus dapat dipercaya (reliable).
  6. Terverifikasi; Informasi harus dapat dilacak ke sumber aslinya (verifiable).
  7. Mudah dipahami; Informasi harus mudah dipahami oleh pembacanya.
  8. Mudah diperoleh; Informasi yang sulit diperoleh bisa tidak digunakan.

Demikian uraian singkat mengenai pengertian kabar menurut para pakar beserta ciri keterangan yang berkualitas. Sekalipun informasi relatif majemuk, namun informasi yang nir memenuhi ciri tersebut di atas tentu tidak dapat dikatakan menjadi informasi yang berkualitas.

Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah

Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah – Mengacu pada pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 dalam Kepala Sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta memeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa, 2007).

Dijelaskan pula bahwa Kepala Sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator. Namun seiring berkembangnya zaman menuju globalisasi seharusnya Kepala Sekolah dapat menyesuaikan diri sesuai dengan fungsinya sebagai Kepala Sekolah yang professional.

Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu:

  1. Mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru, staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing
  2. Memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan (Wahjosumidjo, 2005: 105)

Sehingga disimpulkan Tugas Kepala Sekolah yaitu sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, figur dan mediator yang dijabarkan berikut ini:

a. Edukator

Tugas kepala sekolah sebagai edukator, Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim kondusif di sekolah, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada segenap tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Kepala Sekolah juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh tiap guru. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalismenya, terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tugasnya.

b. Manajer

Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong kelibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

c. Administrator

Kepala Sekolah sebagai administrator memiliki hubungan sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Untuk menunjang kemampuannya dalam administrasi, Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, administrasi sarana dan prasarana, administrasi kearsipan,dan mengelola administrasi keuangan. Sebagai Kepala Sekolah professional kegiatan administrasi diatas perlu dilakukan dengan efektif dan efisien agar menunjang produktivitas sekolah.

d. Supervisor

Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh guru atau pegawai administrasi sekolah. Supervisi yang dimaksud adalah melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidikan. Ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Kepala Sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan supervisi Kepala Sekolah dapat diwujudkan dengan penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi kegiatan ekstrakulikuler, perpustakaan, laboratorium, dan ujian.

e. leader

Tugas Kepala Sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Kepala Sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan komunikasi.

Dengan fungsinya sebagai leader, Kepala Sekolah dapat dianalisis dari sifat kepemimpinan yaitu demokratis, otoriter, dan laissez faire. Ketiga sifat tersebut sering dimiliki secara bersamaan oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu seorang Kepala Sekolah dituntut untut mampu mengunakan strategi memimpinya sesuai situasi yang ada di sekolah. Pengunaan strategi yang tepat ini sesuai dengan tingkat kematangan para tenaga kependidikan, dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan.

f. Inovator

Sebagai innovator Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang baik untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Kepala Sekolah sebagai inovator tercermin dari cara-cara yang dilakukan pekerjaannya secara kontrukstif, kreatif, delegatif, integrative, rasional dan objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, adaptabel dan fleksibel.

g. Motivator

Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, pengahargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar .

h. Figure

Kepala Sekolah sebagai figure merupakan fungsi yang sangat berkaitan dengan sosok teladan sebagi pemimpin yang ada di sekolah. Diharapkan Kepala Sekolah mempunyai figure yang dapat dijadikan contoh dan teladan bagi tenaga kependidikan maupun peserta didik. Dengan figure yang baik Kepala Sekolah akan memiliki kewibawaan dalam memimpin sekolah.

i. Mediator

Mediator dalam hal ini adalah memediasi setiap kebijakan atau permasalahan yang terjadi di sekolah baik permasalahan antar Kepala Sekolah dengan guru, antar guru dengan guru, antar guru dengan siswa, antar orang tua/wali siswa dengan guru atau sekolah atau permasalahan lain yang bekaitan dengan sekolah. Selain itu dapat menjadi mediator yang baik antara sekolah dengan lingkungan masyarakat untuk kelancaran proses pembelajaran di sekolah. Dengan peran mediator ini, diharapkan Kepala Sekolah dapat menjadi mediator yang baik dalam memperlancar produktivitas sekolah.

Demikian penjelasan fungsi dan tugas kepala sekolah. Kesuksesan dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah akan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinannya. Baca juga pengertian kepemimpinan dan tugas-tugas seorang pemimpin.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli – Sebagaimana yang tertuang dalam Statemen Of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 2, Financial Accounting Standard Board yang dikutip oleh Romney dan Steinbart (2003) secara sederhana akuntansi didefinisikan sebagai sistem informasi. Dalam Standar Akuntansi Keuangan tersebut juga disebutkan bahwa tujuan utama akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.

Semakna dengan itu, Bodnar & Hopwood (2004: 1) menaruh definisi akuntansi yg jua lebih menunjuk pada suatu sistem informasi. Dalam pengertiannya dikemukakan bahwa:

?Accounting as an information system, identifies, collect, process, and communication economic information about entity to a wide of people?. Maksudnya bahwa akuntansi menjadi suatu sistem kabar, mengidentifikasi, mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan keterangan ekonomi tentang suatu entitas ke berbagai kelompok orang.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli Pengertian akuntansi menurut Winarno (2006), proses mencatat dan memasak data transaksi & menyajikan liputan kepada pihak-pihak yg berhak dan berkepentingan.

Akuntansi didefinisikan oleh Horngern (2000) menjadi proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian-penyampaian keterangan ekonomi agar dapat dipakai menjadi dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.

Menurut Sunyanto (1999), pengertian akuntansi itu adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan berdasarkan transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), akuntansi merupakan seni pencatatan, penggolongan & pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam berukuran moneter, transaksi dan insiden-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan output-hasilnya.

Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI (No. 476 KMK. 01 1991, Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan, peringkasan, pengklasifikasian & pelaporan transaksi keuangan berdasarkan suatu kesatuan ekonomi buat menyediakan berita keuangan bagi para pemakai laporan buat pengambilan keputusan.

Untuk mendeskripsikan ruang lingkup akuntansi secara ringkas merupakan sebagai berikut :

  • Akuntansi Keuangan: berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan keuangan berkala dari hasil pencatatan.
  • Akuntansi Biaya : akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya selama proses produksi dan harga pokok dari barang yang selesai diproduksi.
  • Akuntansi Manajemen: menggunakan biaya histori taksiran guna membantu manajemen didalam menjalankan kegiatan dan perencanaan
  • Akuntansi Perpajakan: menekankan pada penyusunan laporan keuangan berdasarkan peraturan perpajakan dan perencanaan transaksi dengan mempertimbangkan efek pembayaran pajak (perncanaan perpajakan atau tax planning).
  • Sistem Akuntansi: menyangkut masalah perancangan prosedur, metode, dan teknik untuk mencatat dan mengolah transaksi perusahaan.
  • Akuntansi pemerintahan: menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah dengan peraturan yang mengikat lembaga-lembaga tersebut.
Dari uraian sejumlah pengertian akuntansi menurut para ahli di atas, akuntansi dapat diartikan sebagai sistem informasi yang mencatat data ekonomi, memproses dan menganalisa data tersebut untuk kemudian akuntansi menyajikan data kuantitatif berupa laporan keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.

Rabu, 27 Mei 2020

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi - Salah satu sistem informasi diantara berbagai sistem informasi yang digunakan manajemen dalam mengelola perusahaan adalah sistem informasi akuntansi. Sebelumnya telah diuraikan pada pengertian akuntansi menurut para ahli.

Dalam bahasan ini, sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti orang dan perlengkapan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi (Bodnar dan Hopwood, 2004).

Penggunaan istilah sistem informasi akuntansi menurut Bodnar dan Hopwood (2004) memiliki cakupan yang antara lain mencakup siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi, dan pengembangan sistem informasi.

Dalam definisi lain, sistem informasi akuntansi menurut Wilkinson dan Cerullo (2000: 7) dikatakan sebagai:

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

“a unified structure within in entity, such as a business firm, that employs physical resources and other components to transform economic data into accounting information, with the purpose of satisfying the information needs of a variety of users”.

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001), merupakan organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk mengelola perusahaan. Tujuan utama dari penyusunan sistem informasi akuntansi adalah menyediakan informasi akuntansi kepada berbagai pihak pengguna baik pihak intern maupun pihak ekstern.

Tujuan penyusunan sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001) dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelola usaha baru. Kegiatan pengembangan sistem informasi akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang dijalankan selama ini.
  2. Untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan sistem yang sudah berjalan. Perkembangan usaha perusahaan menurut sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manajemen.
  3. Memperbaiki pengendalian dan pengecekan intern. Akuntansi menjadi alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi. Pengembangan sistem informasi akuntansi seringkali ditujukan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan organisasi sehingga pertanggung jawaban terhadap pengguna kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pengembangan sistem informasi akuntansi bertujuan untuk memperbaiki pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
  4. Untuk menekan biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi. Pengembangan sistem informasi akuntansi sering digunakan untuk menghemat biaya informasi yang merupakan barang ekonomi, sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya.

Sedangkan komponen yang membangun sistem informasi akuntansi mencakup lima komponen (Romney dan Steinbart, 2003) yakni:

  1. Orang yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan berbagai macam fungsi.
  2. Prosedur manual dan otomatis, meliputi pengumpulan, pemrosesan dan penyimpanan data yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
  3. Data yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
  4. Software yang digunakan untuk memproses data perusahaan.
  5. Infrastruktur teknologi informasi yang meliputi komputer, alat komunikasi jaringan.

Demikian uraian pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli termasuk tujuan penyusunan dan komponen yang membangunnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Pengertian Kepala Sekolah Menurut Para Ahli

Pengertian Kepala Sekolah Menurut Para Ahli - Kepala Sekolah berasal dari dua kata yakni “Kepala” dan “Sekolah”. Kata kepala dapat diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau lembaga. Sedangkan kata sekolah diartikan sebagai suatu lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Secara singkat Kepala Sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga dimana tempat menerima dan memberi pelajaran.

Wahjosumidjo (2005: 83) mendefinisikan Kepala Sekolah menjadi seseorang tenaga fungsional pengajar yg diberi tugas buat memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi hubungan antara pengajar yang memberi pelajaran & anak didik sebagai penerima pelajaran.

Dari definisi tadi pada atas, secara sederhana pengertian Kepala Sekolah adalah Seorang energi fungsional guru yg diberi tugas buat memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara pengajar yg memberi pelajaran & siswa yg mendapat pelajaran. Dengan ini Kepala Sekolah dapat diklaim sebagai pemimpin pada satuan pendidikan yang tugasnya menjalankan menajemen satuan pendidikan yg dipimpinnya. Baca juga fungsi dan tugas ketua sekolah.

Di tingkat operasional, Kepala Sekolah adalah orang yg berposisi di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya menaikkan pembelajaran bermutu. Kepala Sekolah diangkat untuk menduduki jabatan bertanggung jawab mengkoordinasikan upaya bersama mencapai tujuan pendidikan pada strata sekolah yg dipimpin. Tentu saja Kepala Sekolah bukan satu-satunya yang bertanggung jawab penuh terhadap suatu sekolah, lantaran masih banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan. Selain ketua sekolah, terdapat guru yang dilihat sebagai faktor kunci yg berhadapan langsung dengan para siswa & faktor lain seperti lingkungan yg mempengaruhi proses pembelajaran. Namun Kepala Sekolah mempunyai kiprah yg berpengaruh terhadap jalannya sistem yang ada di sekolah.

Menurut Mulyasa (2007: 24), pengertian kepala sekolah adalah keliru satu komponen pendidikan yg paling berperan dalam menaikkan kualitas pendidikan. Kepala Sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya, eksploitasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor dalam sekolah yang dipimpinnya. Apabila dicermati berdasarkan syarat pengajar buat sebagai Kepala Sekolah, Kepala Sekolah mampu dikatakan sebagai jenjang karier berdasarkan jabatan fungsional guru. Apabila seorang guru memiliki kompetensi menjadi Kepala Sekolah dan telah memenuhi persyaratan atau tes eksklusif maka guru tersebut bisa memperoleh jabatan Kepala Sekolah.

Agar sekolah bisa mencapai tujuannya secara efektif dan efisien, maka kepala sekolah harus melaksanakan fungsi-fungsi manajerial misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hadiah motivasi, aplikasi, pengorganisasian pengendalian, evaluasi dan penemuan. Kepala Sekolah yg baik diharapkan akan menciptakan pelaksanaan pembelajaran yg baik juga. Apabila pembelajaran di sekolah baik tentunya akan membentuk prestasi yang baik pula baik siswanya maupun gurunya.

Dalam Mulyasa (2007: 25) ketua Sekolah bertanggungjawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara pribadi berkaitan dengan proses pembelajaran. Pada dasarnya pengelolaan sekolah sebagai tanggung jawab Kepala Sekolah & pengajar. Tetapi demikian dalam mencapai keberhasilan pengelolaan sekolah peran serta menurut para orang tua & siswa, jua turut mendukung keberhasilan itu. Di samping itu pencapaian keberhasilan, pengelolaan tadi wajib didukung sang sikap pola & kemampuan Kepala Sekolah pada memimpin lembaga pendidikan yang sebagai tanggung jawabnya.

Kepemimpinan Kepala Sekolah dibutuhkan bisa membangun syarat yg memungkinkan bagi lahirnya iklim kerja & hubungan antar insan yg serasi & aman. Hal ini berarti bahwa seluruh komponen pendidikan di sekolah harus dikembangkan secara terpadu dalam rangka meningkatkan relevansi atau kesesuaian menggunakan kualitas pendidikan.

Dari pendapat sejumlah ahli pada atas bisa disimpulkan pengertian Kepala Sekolah adalah guru yg mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah. Meskipun pengajar yg mendapat tugas tambahan Kepala Sekolah merupakan orang yang paling betanggung jawab terhadap aplikasi prinsip-prinsip administrasi pendidikan yg inovatif pada sekolah.

Sebagai orang yg mendapatkan tugas tambahan berarti tugas utama Kepala Sekolah tadi adalah pengajar yaitu sebagai energi guru dan pendidik, maksudnya pada suatu sekolah seseorang Kepala Sekolah harus mempunyai tugas sebagai seseorang pengajar yg melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi eksklusif atau menaruh bimbingan. Berarti dalam hal ini, Kepala Sekolah memiliki dua fungsi yaitu menjadi tenaga kependidikan dan tenaga pendidik.

Apa itu Sistem Informasi ?

Apa itu Sistem Informasi ? Apa itu Sistem Informasi? – Menurut Laudon dan Laudon dalam Radityo dan Zulaikha (2007) menyatakan bahwa sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi.

Menurut Hartono (1999), sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi dapat menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi (Hartono, 1999). Dikemukakan pula komponen-komponen yang terdapat dalam sistem informasi, antara lain:

  1. Blok masukan input mewakili data masuk ke dalam sistem informasi yang meliputi metode-metode dan media-media untuk mengungkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokomen dasar.
  2. Blok model yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Blok teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan.
  5. Blok basis data adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan diperangkat keras (hardware) komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya.
  6. Blok kendali untuk upaya-upaya sistem informasi data berjalan sesuai yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Dari beberapa definisi tentang apa itu sistem informasi, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi. Hingga saat ini, fungsi sistem informasi dalam organisasi telah berevolusi dari pencatatan manual menjadi pencatatan terkomputerisasi dengan menggunakan teknologi sistem informasi.

Selasa, 26 Mei 2020

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli - Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu (Bodnar dan Hopwood, 2000: 1). Dalam pengertian lain, sistem menurut Romney (2003: 2), dikemukakan bahwa:

?A system is asset of two or more interrelated components that interact to achieve a goal ?

Definisi sistem berdasarkan Mulyadi (2001), sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat dan berhubungan satu menggunakan yang lainnya, yg berfungsi beserta-sama buat mencapai tujuan tertentu. Kemudian Mulyadi (2001) kembali merinci lebih lanjut pengertian generik mengenai sistem tersebut yg terbagi pada empat hal, diantaranya:

    Pengertian Sistem Menurut Para Ahli
  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur; unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil, yang terdiri pula dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu dari sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan lainnya dan sifat serta kerja sama antara unsur sistem tersebut memiliki bentuk tertentu.
  3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem; Setiap sistem memiliki tujuan tertentu dimana untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan suatu proses tertentu dan kerja sama antara satu dengan yang lainnya.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lain yang lebih besar.

Pengertian sistem menurut Winarno (2006) adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama buat mencapai tujuan eksklusif, hampir sama dengan pengertian sistem dari Romney (2003). Masing-masing komponen tadi mempunyai fungsi yg berbeda-beda, diantaranya:

  • Input berfungsi untuk menerima masukan dari luar sistem.
  • Proses berfungsi untuk mengubah input menjadi output.
  • Output berfungsi untuk mengirimkan hasil olahan kepada pihak di luar sistem.
  • Kontrol berfungsi untuk mengendalikan komponen lain agar berfungsi seperti yang diharapkan.
  • Batas sistem berfungsi untuk memisahkan sistem dengan lingkungannya atau dengan sistem lainnya.
  • Sistem juga memiliki tujuan lain yang hendak dicapai.

Menurut Leitch dan Davis sistem didefinisikan menjadi suatu deretan menurut elemen-elemen (orang, perangkat keras, liputan dan lain-lain) diorganisasikan buat mencapai tujuan eksklusif (Jogiyanto, 2001). Selanjutnya dalam referensi yg sama diungkapkan jua beberapa ciri dalam suatu sistem merupakan menjadi berikut:

  • Komponen-komponen sistem.
  • Mempunyai batasan sistem.
  • Mempunyai lingkungan luar sistem.
  • Adanya penghubung sistem.
  • Adanya masukan (input) sistem.
  • Adanya keluaran (output) sistem.
  • Pengolahan sistem (process), dan sasaran sistem lain.

Dari sejumlah pengertian sistem menurut para pakar tadi, bisa disimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian unsur-unsur yg saling berkaitan dan berafiliasi buat mencapai tujuan yang sudah dipengaruhi sebelumnya. Dalam sistem itu sendiri terdapat subsistem yg menjalankan peran lebih khusus ketimbang peran sistemnya, buat berhubungan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu.

Tujuan Sistem Akuntansi dan Pengembangannya

Tujuan Sistem Akuntansi dan Pengembangannya - Informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak di luar Perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain-lain memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka.

Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen jua memerlukan informasi keuangan buat mengetahui, mengawasi, & mengambil keputusan-keputusan buat menjalankan perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan fakta baik bagi pihak luar maupun pada perusahaan, maka perlu disusun suatu sistem akuntansi.

Sistem akuntansi direncanakan buat menghasilkan warta keuangan yang bermanfaat bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yg dikoordinasi sedemikian rupa sebagai akibatnya buat menyediakan berita keuangan yang di butuhkan sang manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi, 2001 : dua).

Sistem merupakan sesuatu yg memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi buat mencapai tujuan eksklusif melalui 3 tahapan yaitu input, proses, & hasil (Nugroho Widjajanto, 2001 : 2). Sedangkan Pengertian Sistem Menurut Cole dalam Zaki Baridwan (1991 : tiga), sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-mekanisme yg saling bekerjasama yang di susun sesuai dengan suatu skema yg menyeluruh, buat melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi primer berdasarkan perusahaan.

Tujuan pengembangan sistem akuntansi secara umum dari Mulyadi (2001 : 19) adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
  2. Untuk memperbaiki informasi yang di hasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengetahui mutu, ketetapan penyajian, maupun struktur informasinya.
  3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan perusahaan.
  4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Demikian uraian singkat menegnai tujuan sistem akuntansi termasuk tujuan pengembangannya.

Pengertian Gaji dan Seputar Sistem Akuntansi Penggajian

Pengertian Gaji - Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang di beri tugas-tugas administratif dan pimpinan yang jumlah biasanya tetap secara bulanan atau tahunan. Selain itu, pegawai mungkin memperoleh manfaat yang diberikan dalam bentuk tunjangan, misalnya tunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan pengobatan, tunjangan hari raya, uang transport, uang makan dll (Soemarso S. R, 1999 : 355).

Banyak lembaga atau badan usaha yang menggunakan beberapa bentuk penggajian yang berbeda antara kelompok-kelompok pekerja. Ada yang di bayarkan berdasarkan hasil pekerjaan, ada yang di bayar berdasarkan waktu /jam (lamanya) mereka bekerja, ada yang di gaji mingguan atau bulanan. Dan ada juga yang menggunakan sistem hadiah bagi mereka yang bekerja keras. Tujuan dasar dari sistem penggajian, yaitu sebagai imbalan, sebagai penghargaan dan sebagai pendorong (Sriyadi, 1999 : 248).

Menurut Mulyadi (2001 : 373) pengertian gaji pada umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang di lakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer, umumnya gaji di bayarkan secara tetap perbulan.

Pada dasarnya sistem penggajian di berikan pada karyawan perusahaan yang bersifat tetap. Jadi karyawan tersebut bekerja secara terus menerus dan melakukan pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenang yang di berikan kepada mereka.

Dalam hal sistem penggajian Perusahaan terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut (Mulyadi, 2001 : 385)

1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir

Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir ini di selenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan menggunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor administrasi atau pabrik.

2. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji

Dalam prosedur ini fungsi pembuatan daftar gaji karyawan. Data yang di pakai sebagai dasar pembuatan daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat, pemberhentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya, dan daftar hadir.

3. Prosedur Distribusi Biaya gaji

Dalam prosedur distribusi biaya gaji dan biaya tenaga kerja didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja.

4. Prosedur Pembayaran gaji

Prosedur pembayaran gaji melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji. Fungsi keuangan kemudian menggunakan cek tersebut ke bank dan memasukkan uang ke amplop gaji. Informasi Yang Diperlukan Oleh Manajemen Dari Kegiatan Penggajian, antara lain:

  • Jumlah biaya gaji yang menjadi beban Perusahaan selama periode akuntansi tertentu
  • Jumlah biaya gaji yang menjadi beban setiap pusat pertanggung jawaban selama periode akuntansi tertentu
  • Jumlah gaji yang diterima setiap karyawan selama periode akuntansi tertentu
  • Rincian unsur biaya gaji yang menjadi beban Perusahaan dan setiap pusat pertanggung jawaban selam periode akuntansi tertentu

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian gaji dan seputar sistem akuntansi penggajian.

Senin, 25 Mei 2020

Fungsi-Fungsi Sistem Akuntansi Penggajian

Fungsi-Fungsi Sistem Akuntansi Penggajian - Dalam sistem penggajian melibatkan beberapa fungsi dalam perusahaan agar transaksi-transaksi pengggajian tidak terpusat pada satu bagian. Fungsi-fungsi yang terlibat tersebut satu dengan yang lain saling berhubungan. Fungsi-fungsi yang terlibat dalam Sistem Penggajian antara lain (Mulyadi, 2001 : 383) :

a. Fungsi Kepegawaian

Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru, menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji dan upah karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi karyawan dan pemberhentian karyawan.

b. Fungsi Pencatat Waktu Hadir

Fungsi ini bertanggung jawab atas penyelenggaraan catatan waktu hadir karyawan Perusahaan. Sistem pengendalian intern yang baik mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh dilaksanakan oleh fungsi operasional atau fungsi pembuat daftar gaji. Fungsi ini di bawah Departemen personalia dan umum.

c. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah

Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan setiap jangka waktu pembayaran gaji. Daftar gaji di serahkan kepada fungsi pembuat daftar gaji kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang di pakai sebagai dasar pembayaran gaji kepada karyawan.

d. Fungsi Akuntansi

Dalam sistem akuntansi penggajian, fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan. Fungsi akuntansi berada ditangan bagian utang, bagian kartu biaya dan bagian jurnal

  1. Bagian Utang; Bagian ini memegang fungsi pencatat utang yang dalam sistem akuntansi penggajian dan bertanggung jawab untuk memproses pembayaran gaji seperti yang tecantum dalam daftar gaji. Bagian ini menerbitkan bukti kas keluar yang memberi otorisasi kepada fungsi pembayar gaji untuk membayarkan gaji pada karyawan seperi yang tercantum dalam daftar gaji tersebut.
  2. Bagian Kartu Biaya; Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya yang dalam sistem akuntansi penggajian bertanggung jawab untuk mencatat distribusi biaya ke dalam kartu harga pokok produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji dan kartu jam kerja.
  3. Bagian Jurnal; Bagian ini memegang fungsi pencatat jurnal yang bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dalam jurnal umum.

e. Fungsi Keuangan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji yang menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian di masukkan ke dalam amplop gaji dan upah setiap karyawan, untuk selanjutnya di bagikan kepada karyawan yang berhak.

Itulah secara ringkas penjelasan tentang fungsi-fungsi sistem akuntansi penggajian.

Catatan Dalam Sistem Akuntansi Penggajian

Catatan Dalam Sistem Akuntansi Penggajian – Ini berkaitan dengan sejumlah catatan Akuntansi yang digunakan dalam pencatatan gaji. Catatan tersebut adalah:

a. Jurnal Umum

Dalam Pencatatan honor ini jurnal generik dipakai buat mencatat distribusi biaya energi kerja ke pada setiap departemen pada perusahaan.

B. Kartu Harga Pokok Produk

Catatan ini digunakan buat mencatat gaji energi kerja pribadi yang dikeluarkan karena pesanan eksklusif.

C. Kartu Biaya

Catatan ini digunakan buat mencatat biaya tenaga kerja tidak pribadi dan porto energi kerja non produksi setiap departemen pada perusahaan. Sumber informasi untuk pencatatan dala kartu porto ini adalah bukti memorial. Kartu porto bisa memakai formulir rekening dengan debit melebar.

D. Kartu Penghasilan Karyawan

Catatan akuntansi penggajian berhubungan dengan kartu penghasilan karyawan ini dipakai buat mencatat penghasilan & banyak sekali potongannya yang diterima oleh setiap karyawan. Infoemasi ini digunakan menjadi dasar perhitungan PPH pasal 21 yg sebagai beban setiap karyawan. Disamping itu, kartu penghasilan karyawan ini dipakai sebagai pertanda terima honor karyawan dengan ditanda tangani kartu tadi sang karyawan yang bersangkutan. Dengan indikasi tangan ini, setiap karyawan hanya mengetahui gajinya sendiri. Sehingga misteri penghasilan karyawan tertentu nir diketahui sang karyawan lainnya.

Dokumen Sistem Akuntansi Penggajian

Dokumen Sistem Akuntansi Penggajian - Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian adalah (Mulyadi, 2001 : 375) terdiri dari:

a. Dokumen Pendukung Perubahan Gaji

Dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian berupa surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan.

b. Kartu Jam Hadir

Merupakan dokumen yang digunakan oleh oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan di Perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin pencatat waktu.

c. Daftar Gaji Karyawan

Dokumen ini berisi jumlah gaji setiap karyawan, dikurangi potongan-potongan berupa PPh pasal 21, utang karyawan, iuran untuk organisasi karyawan dan sebagainya.

d. Rekap Daftar Gaji

Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji bersamaan dengan pembuat daftar gaji yang berisi rincian besarnya gaji beserta potongan yang menjadi beban setiap karyawan.

e. Surat Pernyataan Gaji

Dokumen ini di gunakan sebagai catatan bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji yang di terima oleh setiap karyawan beserta potongan-potongannya.

f. Bukti Kas Keluar

Dokumen sistem akuntansi penggajian menyangkut bukti kas keluar ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji yang di terima oleh fungsi pembuat daftar gaji.

Minggu, 24 Mei 2020

Pengendalian Intern Pada Sistem Akuntansi Penggajian

P engendalian Intern Pada Sistem Akuntansi Penggajian – Hal ini mencakup struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang di gunakan didalam Perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik Perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi, dan membantu di patuhinya kebijakan manajemen yang telah diterapkan lebih dahulu, (Zaki Baridwan, 1990:13 ).

Untuk tujuan di atas, terdapat elemen-elemen yang merupakan ciri-ciri pokok pengendalian intern. Pengendalian Intern yang memuaskan meliputi :

  1. Suatu struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tetap.
  2. Suatu sistem wewenang dan prosedur pembukuan yang baik, yang berguna untuk melakukan pengawasan akuntansi yangn cukup terhadap harta milik, utang-utang, pendapatanpendapatan dan biaya-biaya.
  3. Praktek-praktek yang sehat harus di jalankan di dalam melakukan tugas-tugas dan fungsi-fungsi setiap bulan organisasi.
  4. Suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan tanggung jawab. Pengendalian Intern di butuhkan setiap Perusahaan agar dalam menjalankan usahanya tidak menyimpang dari yang telah di tetapkan lebih dahulu.

Unsur Pengendalian Intern

Unsur Pengendalian Intern dalam sistem akuntansi penggajian adalah sebagai berikut (Mulyadi, 2001 : 386) :

1. Organisasi

  • namanya tercantum dalam daftar gaji harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan Perusahaan yang di tanda tangani oleh Direktur Utama.
  • Setiap Perubahan gaji karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji, tambahan keluarga harus di dasarkan pada surat keputusan Direktur Keuangan.
  • Setiap potongan atas gaji karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan harus di dasarkan atas surat potongan gaji yang di otorisasi oleh fungsi kepegawaian.
  • Kartu jam hadir harus di otorisasi oleh fungsi pencatat waktu.
  • Perintah lembur harus di otorisasi oleh kepala Departemen yang bersangkutan.
  • Daftar gaji harus di otorisasi oleh fungsi personalia.
  • Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji harus di otorisasi oleh fungsi akuntansi.
3. Prosedur Pencatatan

  • Perubahan dalam pencatatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji karyawan. Kartu Penghasilan Karyawan di selenggarakan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah untuk mengumpulkan semua penghasilan yang diperoleh masing-masing karyawan selama jangka waktu setahun. Informasi yang di cantumkan dalam kartu penghasilan karyawan ini di pakai sebagai dasar perhitungan pajak penghasilan yang menjadi kewajiban setiap karyawan.
  • Tarif upah yang di cantumkan dalam kartu jam kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi akuntansi biaya. Fungsi akuntansi ini banyak bertanggung jawab atas distribusi upah langsung ke dalam kartu harga pokok produk pesanan yang menggunakan tenaga kerja langsung yang bersangkutan. Distribusi upah langsung tersebut di lakukan berdasarkan data yang di kumpulkan dalam kartu jam kerja.

4. Praktek Yang Sehat

  • Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini di pakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung.
  • Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu.
  • Pembuatan daftar gaji harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akunatansi sebelum dilakukan pembayaran.
  • Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan.
  • Catatan penghasilan karyawan di simpan oleh fungsi pembuat daftar gaji.
Demikian unsur-unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian. Dapatkan ratusan kajian pustaka dalam contoh skripsi akuntansi di blog ini.

Pengertian Pendidikan dan Tingkatannya

Pengertian Pendidikan dan Tingkatannya - Menurut Ranu Pandojo dan Husnan (1986) pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk didalamnya peningkatan penguasaan teori dan ketrampilan memutuskan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan atau penelitian untuk masa datang.

Menurut Ki Hajar Dewantara yang dikutip sang Soemanto & Soetopo (1982:11) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan daya upaya yg memajukan timbulnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) & tumbuhnya anak buat menjamin murid selaras menggunakan dunianya.

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (1) mengungkapkan pengertian pendidikan merupakan usaha sadar dan berkala untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif berbagi potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yg diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa & negara.

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional Bab VI pasal 14 mengungkapkan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, & pendidikan tinggi.

Adapun 3 tingkat pendidikan itu adalah sebagai berikut:

a) Pendidikan dasar.

Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan yg melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (Sekolah Dasar) & Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yg sederajat serta SMP (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yg sederajat.

B) Pendidikan menengah.

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah generik & pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (Sekolah Menengah Atas), Madrasah Aliyah (MA), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yg sederajat.

C) Pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yg meliputi program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, & doktor yang diselenggarakan sang perguruan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan menggunakan sistem terbuka. Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi pada satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni eksklusif. Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Sekolah tinggi menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau vokasi alam lingkup satu disiplin ilmu eksklusif & apabila memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Institut menyelenggarakan pendidikan akademik & atau pendidikan vokasi alam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, & atau seni dan jika memenuhi kondisi bisa menyelenggarakan pendidikan profesi. Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, & atau seni & apabila memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesI.

Demikian pengertian pendidikan & tingkatannya dan penjelasan masing-masing strata. Baca juga fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang - Sebagaimana dipahami bahwa pengertian surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan kuasa dari seseorang kepada orang lain yang dipercaya agar dapat bertindak sebagai pengganti atau wakil dari pemberi kuasa. Sementara obyek yang dikuasakan dapat berupa barang, uang, ataupun kewenangan tertentu. Selain itu, bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak berbelit-belit

Surat kuasa pengambilan uang merupakan surat kuasa yang sifatnya bisa perorangan maupun lembaga, yayasan atau instansi dan perbedaannya dengan yang sifatnya individu adalah adanya kop surat dan nomor surat.

Karena itu bagian-bagian yang mesti ada untuk surat kuasa yang dikeluarkan oleh organisasi, yayasan atau instansi adalah: (a) Kop Surat (b) Nomor Surat (c) Pemberi kuasa (d) Identitas pemberi kuasa (e) Penerima kuasa (f) Identitas penerima kuasa (g) Hal yang dikuasakan (h) Waktu pemberian kuasa, serta (g) Tanda tangan penerima dan pemberi kuasa

Contoh surat kuasa pengambilan uang ini dibuat karena alasan tertentu pemberi kuasa, misalnya, tidak dapat mengambil uang tersebut secara langsung karena kondisi kesehatan atau sedang berada di wilayah yang cukup jauh.

1. Contoh surat kuasa pengambilan uang yang sifatnya individu

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                   : AHMAD SUKARMAN

Tempat Tgl Lahir    : Bandung, 27 Agustus 1975

Alamat                 : Jl. Revolusi RT 002/002 Sukaluyu Bandung

No.KTP                 : 08.5003.170565.0002

No. Telepon          : 022271111

Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.

Dengan ini memberi kuasa kepada:

Nama                  : ILHAM SUKARMAN

Tempat Tgl Lahir   : Bandung, 05 Juli 1990

Alamat                : Jl. Raflesia RT 002/002 Sukaluyu Bandung

No. KTP               : 08.5013.050788.0003

No. Telepon          : 085666945712

Selanjutnya disebut Penerima Kuasa.

Dengan surat ini, saya sebagai pihak Pemberi Kuasa, memberikan Kuasa kepada putra saya (Penerima Kuasa) untuk melakukan pengambilan uang secara tunai dengan jumlah Rp. 19.000.000,- (sembilan belas juta upiah) pada rekening Bank Mandiri milik saya, dengan data-data sebagai berikut:

No. Rekening  : 1120005759222

Atas Nama     : Ahmad Sukarman

Nama Bank     : PT. Bank Mandiri (Persero) KCP Surapati Bandung

Hal-hal dan segala akibat yang disebabkan Surat Kuasa ini adalah tanggung jawab sepenuhnya Pemberi Kuasa.

Demikian Surat Kuasa ini saya buat dengan kesadaran penuh dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 15 November 2015

Penerima Kuasa                                        Pemberi Kuasa

Ilham Sukarman                                       Ahmad Sukarman

2. Contoh surat kuasa pengambilan uang yang sifatnya kelembagaan.

Demikian contoh surat kuasa pengambilan uang baik yang sifatnya perorangan maupun yang dikeluarkan oleh lembaga, perusahaan atau organisasi. Perbedaannya terletak pada keberadaan kop surat dan nomor surat. Penyertaan meterai diantara pemberi kuasa dan penerima kuasa akan lebih menguatkan surat kuasa tersebut secara hukum. Simak pula contoh surat kuasa pengambilan ijazah.

Sabtu, 23 Mei 2020

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional

Fungsi dan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan Undang-Undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS adalah bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Wuradji, seperti dikutip oleh Wahyuningtyas (1995:19) menyatakan bahwa fungsi pendidikan itu meliputi:

a. Memindahkan nilai-nilai budaya

b. Nilai-nilai pengajaran

c. Peningkatan mobilitas sosial

d. Fungsi sertifikasi

e. Job training

f. Memantapkan dan mengembangkan hubungan-hubungan sosial.

Tingkat pendidikan berupa pendidikan formal dan non formal mempunyai tujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif dalam membentuk manusia seutuhnya agar manusia menjadi sadar akan dirinya dan dapat dimanfaatkan lingkungannya untuk meningkatkan taraf hidupnya. Untuk dapat berfungsi demikian, manusia memerlukan pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan dapat mandiri melalui pendidikan.

Pendidikan berkaitan dengan banyak aspek sumber daya manausia. Misalnya produktivitas kerja dalam suatu perusahaan. Produktivitas kerja memerlukan pengetahuan dan ketrampilan dan penguasaan teknologi, sehingga dengan adanya tingkat pendidikan karyawan maka produktivitas kerja karyawan akan mudah tercapai.

Demikian fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Semoga bermanfaat.

Definisi dan Fungsi Puskesmas

Definisi dan Fungsi Puskesmas - Departemen Kesehatan RI (2007) mengemukakan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerjanya. Puskesmas dan jaringannya berperan sebagai institusi penyelenggara pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat.

Tanggung jawab Puskesmas pada menyelenggarakan pembangunan kesehatan pada wilayah kerjanya diantaranya merupakan mempertinggi pencerahan, kemauan, & kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di daerah kerjanya supaya terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Puskesmas menaruh pelayanan kesehatan secara komprehensif & terpadu pada warga pada wilayah kerjanya pada bentuk kegiatan utama dan puskesmas menaikkan peran masyarakat dalam menaikkan derajat kesehatan. Pelayanan kesehatan komprehensif yang diberikan puskesmas meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), pelayanan preventif (pencegahan), pelayanan promotif (peningkatan kesehatan), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Wilayah kerja puskesmas mencakup satu kecamatan atau sebagaian berdasarkan kecamatan karena tergantung dari faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografis, dan keadaan infrastruktur di wilayah tersebut (Efendi, 2009).

Fungsi Puskesmas

Definisi dan Fungsi Puskesmas Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH dalam Seminar Nasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dengan tema ?Strategi Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan yang Berbasiskan Preventif dan Promotif? (2010), puskesmas mempunyai empat fungsi yg serius dalam pembangunan kesehatan, yakni:

a. Puskesmas Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan

Puskesmas sebagai sentra pembangunan kesehatan yaitu menjadi sentra pembangunan wilayah berwawasan kesehatan. Upaya puskesmas menjalankan fungsi ini dilakukan menggunakan menjalankan, menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor rakyat pada wilayah kerjanya sebagai akibatnya dapat mendukung pembangunan kesehatan. Fokus upaya yg dilakukan puskesmas terkait pembangunan kesehatan merupakan mengutamakan preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Puskesmas wajib memantau dan melaporkan hasil atau impak berdasarkan program yang sudah diselenggarakan di wilayah kerjanya;

b. Puskesmas Sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Lyonset al (dalam Wrihatnolo & Nugroho, 2007) mendefinisikan pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya yang dilakukan agar masyarakat mandiri dan mampu mengatasi masalahnya serta mampu meningkatkan inisiatif yang berhubungan dengan keadaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan dan memecahkan masalah dalam masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan fasilitas yang terdapat di masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar masyarakat memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam rangka meningkatkan status kesehatannya (Departemen Kesehatan RI, 2007). Kesimpulannya bahwa Puskesmas dalam melakukan pemberdayaan masyarakat bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat (Maulana, 2009);

c. Puskesmas Sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang ditujukan untuk perorangan dan masyarakat. Puskesmas bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (Haris, 2007).

Effendi (2009) menyebutkan beberapa fungsi puskesmas, antara lain:

  1. Puskesmas berfungsi sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya Upaya kesehatan dalam SKN dibagi menjadi dua subsistem, yakni Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM). Puskesmas sebagai ujung tombak penyelenggaraan UKM dan UKP dalam pelayanan kesehatan dasar dan merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan di kabupaten/kota. Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemauan hidup sehat masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang optimal (Departemen Kesehatan RI, 2006);
  2. Membina peran serta masyarakat yang ada di wilayah kerjanya untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat membutuhkan arahan tentang perilaku hidup sehat agar mampu mengenali Masalah kesehatan yang muncul di lingkungannya. Arahan dari puskesmas juga akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di mayarakat semaksimal mungkin (Muninjaya, 2004);
  3. Puskesmas berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan komprehensif dan menyeluruh kepada masyarakat.

Demikian penjelasan definisi dan fungsi Puskesmas. Semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Puskesmas Menurut Departemen Kesehatan

Jenis - Jenis Puskesmas - Terdapat dua jenis puskesmas menurut Departemen Kesehatan RI (2001) yaitu puskesmas perawatan dan puskesmas nonperawatan.

A. Puskesmas Perawatan (Rawat Inap)

Dalam rangka berbagi layanan kesehatan, Provinsi Jawa Timur berupaya menyebarkan fungsi layanan puskesmas yakni puskesmas non perawatan & puskesmas perawatan (rawat inap). Menurut Setiawan (2012) upaya Provinsi Jawa Timur tersebut bertujuan buat menaikkan akses warga pada perawatan dan pengobatan. Puskesmas rawat inap didefinisikan pula sebagai puskesmas yg dilengkapi ruangan tambahan dan fasilitas buat menyelamatkan pasien gawat darurat dan tindakan yg diberikan merupakan tindakan operatif terbatas & rawat inap sementara (Effendi, 2009). Rawat inap pasien dilakukan paling sedikit 24 jam perawatan.

Puskesmas Perawatan adalah Puskesmas yg dari Surat Keputusan Bupati atau Walikota menjalankan fungsi perawatan & untuk menjalankan fungsinya diberikan tambahan ruangan dan fasilitas rawat inap yg sekaligus adalah sentra rujukan antara (Departemen Kesehatan RI, 2007).

Puskesmas perawatan (rawat inap) berfungsi sebagai pusat rujukan pasien yg gawat darurat sebelum dibawa ke rumah sakit. Tindakan operatif terbatas misalnya kecelakaan kemudian lintas, persalinan menggunakan penyulit dan penyakit lain yang bersifat gawat darurat. Puskesmas perawatan menjadi puskesmas rawat inap taraf pertama memberikan pelayanan kesehatan yg mencakup observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik menggunakan tinggal pada ruang rawat inap puskesmas (Kepmenkes angka 28/MENKES/SK/IX/2008).

B. Puskesmas Non Perawatan

Jenis Puskesmas non perawatan hanya melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Telkom, 2012). Permenkes No.029 tahun 2010 mengungkapkan aktivitas di pelayanan kesehatan rawat jalan yakni observasi, diagnosis, pengobatan, dan atau pelayanan kesehatan lainnya tanpa dirawat inap.

Demikian uraian jenis-jenis Puskesmas Menurut Departemen Kesehatan.