Monday, May 4, 2020

Alasan Jepang Menyerah Kepada Sekutu

Alasan Jepang buat menyerah memang poly, antara lain:

- Ada agresi Uni Soviet ke Manchuria yang memporak-porandakan Kwantung Army, pasukan darat Jepang yg terkuat.

- Ada jua dua bom atom yg sudah diledakkan diatas kota Hiroshima dan Nagasaki.

- Jangan lupa pengeboman konvensional oleh AS yang dilakukan semenjak 1944 & sudah memporak-porandakan kota-kota Jepang.

Akan namun, dapat ditinjau bahwa ancaman invasi oleh AS dan Sekutu Barat dianggap sebagai ancaman yang lebih besar daripada serangan Soviet. Lagipula, memang masuk akal jika Jepang lebih takut pada Alaihi Salam, Inggris, dan Sekutu Barat lantaran merekalah yang sanggup menyerang Jepang secara eksklusif. Alasannya adalah lantaran Sekutu Barat mempunyai superioritas bahari dan udara yang nir dimiliki oleh Uni Soviet di Front Pasifik.

Ancaman agresi Soviet ke Kepulauan Jepang sendiri jauh lebih kecil, sebab kemampuan AL Soviet di Pasifik minim lantaran sebagian akbar berdasarkan industri perang Uni Soviet dialihkan buat melawan Jerman pada darat. Walaupun begitu, kekalahan Kwantung Army sang Uni Soviet mempengaruhi faksi AD Jepang/IJA sehingga mereka lebih dapat mendapat penyerahan Jepang.

Apabila kita lihat lagi, pimpinan perang Jepang yg sangat menentukan dtk-dtk menuju penyerahan Jepang terdiri menurut 6 orang, yaitu:

- Perdana Menteri(Suzuki)

- Menteri Luar Negeri(Togo)

- Menteri AD(Anami)

- Menteri AL(Yonai)

- Kepala Staf Umum AD(Umezu)

- Kepala Staf Umum AL(Toyoda).

Secara generik, kabinet Jepang pada akhir PD II cenderung menentukan buat melanjutkan perang sampai titik nadir. Dari keenam orang tersebut, hanya Yonai saja yg diketahui memiliki impian untuk menyerah semenjak kekalahan Jepang pada Pertempuran Leyte Gulf. Walaupun begitu, sesudah agresi Soviet ke Manchuria dan meledaknya bom atom pada Nagasaki, Suzuki & Togo mulai condong kepada penyerahan, misalnya Yonai. Sementara itu Anami, Toyoda & Umezu tetap bersikeras buat berperang sampai akhir.

Pada ketika siang hari di 9 Agustus 1945, semua kabinet pemerintahan Jepang mengadakan rapat dan menghabiskan 3 jam berdebat tanpa resolusi. Begitu juga dalam pertemuan ke 2 dari sore sampai malam hari yg jua tak berujung dalam sebuah keputusan. Setelah rendezvous kedua ini, PM Suzuki pun menawarkan buat melaksanakan Konferensi Kekaisaran, dimana sang Kaisar ikut dalam kedap tersebut, tetapi permanen saja tidak terjadi sebuah mufakat.

Akhirnya, PM Suzuki pun bertanya kepada Kaisar Showa tentang pendapatnya. Hirohito menentukan buat mengakhiri perang antara Jepang menggunakan Sekutu karena dia melihat bahwa melanjutkan perang hanya akan berujung pada kehancuran Jepang. Menteri AL, Yonai, pula memberikan pendapatnya bahwa menggunakan adanya bom atom & agresi Soviet, penyerahan Jepang memiliki alasan yang masuk akal apabila masyarakat mencoba mempertanyakan mengapa Jepang menyerah.

Keesokan harinya, dalam lepas 10, Jepang pun menjawab bahwa mereka akan menerima Deklarasi Potsdam dengan kondisi tidak ada perubahan pada pemerintahan Jepang. Pada lepas 12, pemerintah Sekutu mengirim balasan yang menekankan pada penyerahan tak bersyarat.

Pada lepas 14, kabinet bertemu lagi & Menteri Anami, dan Kepala Staf AD dan AL, Umezu dan Toyoda, tetap mencoba mempengaruhi sang Kaisar buat permanen berperang. Walaupun begitu, Hirohito bersikeras buat permanen menyerah. Akhirnya Jepang pun mengirim pernyataan bahwa mereka mendapat penyerahan tak bersyarat & Hirohito pun merekam teks penyerahan pada hari itu juga buat diberitahukan dalam keesokan harinya kepada rakyat Jepang.

Mengenai pemberontakan yang terjadi dalam 12-15 Agustus buat merebut rekaman pernyataan penyerahan Jepang pada Sekutu, mereka memang gagal pada mengambil rekaman tadi dan keliru satu jendral AD berhasil membujuk para pemberontak untuk kembali ke markasnya masing-masing.

Setelah rakyat Jepang mendengar rekaman tersebut dalam 15 Agustus, sebagian akbar tidak semua pribadi paham makna daripada rekaman itu karena teks tersebut ditulis dengan:

- Tidak menyebutkan istilah 'menyerah' atau penyerahan sama sekali melainkan hanya menyatakan bahwa mereka akan mengakhiri perang.

- Ditulis pada Bahasa Jepang Klasik yg tidak terlalu dimengerti oleh warga .

Reaksi terhadap penyerahan Jepang pada Sekutu pada Jepang sendiri bervariasi. Ada yg nir terlalu peduli dan melanjutkan hayati misalnya biasa. Banyak jua yg bunuh diri menggunakan pedang atau memakai pistol & granat. Ada yg menyesali nasib mereka dekat kediaman sang Kaisar.

Lalu, masih ada beberapa pertanyaan, apakah AS perlu meledakkan bom atom? Jawabannya susah dihasilkan. Di satu sisi, bom atom disiratkan pada teks penyerahan Jepang, bisa disimpulkan bahwa bom atom meningkatkan kecepatan penyerahan Jepang. Di sisi yang lain, jika pasukan Soviet tidak menghancurkan Kwantung Army, bisa saja para jenderal dan menteri AD Jepang nir mendukung penyerahan Jepang & pemberontakan yg lebih besar bisa terjadi.

Penyerahan Jepang ini sebenarnya penting kepada apakah Operation Downfall perlu dilaksanakan. Operation Downfall adalah penyerangan Sekutu ke Jepang yang dibagi sebagai:

- Operation Olympic(serangan kepada Kyushu)

- Operation Coronet(agresi pada Honshu)

Operation Downfall akan melibatkan setidaknya 5 juta prajurit Sekutu & 4 juta prajurit Jepang serta setidaknya 20 juta penduduk Jepang yg akan membantu mempertahankan Jepang. Taksiran korban terluka & mati bila Operation Downfall sahih-sahih dilaksanakan mencapai lebih menurut lima juta orang.

Setelah Jepang menyerah, pada 28 Agustus 1945 dimulailah Pendudukan/Okupasi Jepang sang Sekutu yang dilaksanakan sang AS & didukung sang Persemakmuran Inggris. Pada waktu Pendudukan Jepang, ada juga Tribunal Militer Internasional bagi Timur Jauh yang dilaksanakan buat mengadili tokoh-tokoh Jepang pada PD II.

Upacara resmi penyerahan Jepang terjadi pada dua September 1945 di USS Missouri, yg ditandatangani oleh:

1. Menteri Luar Negeri Mamoru Shigemitsu atas nama Kaisar Jepang dan Pemerintahan Jepang. Menteri Luar Negeri Togo sudah mundur beberapa hari sebelumnya.

2. Kepala Staf Umum AD Yoshijiro Umezu atas perintah & atas nama Markas Umum Kekaisaran Jepang.

3. Jenderal Besar Douglas MacArthur menjadi Komandan Tertinggi Sekutu.

4. Laksamana Armada Laut Chester Nimitz buat AS.

Lima. Jenderal Hsu Yung-chang buat Cina.

6. Laksamana Bruce Fraser buat Inggris

7. Letnan Jenderal Kuzma Derevyanko buat Uni Soviet.

8. Jenderal Thomas Blamey buat Australia.

9. Jenderal Philippe Leclerc buat Prancis.

10. Kolonel Lawrence Moore buat Kanada.

11. Letnan Laksamana C.E.L. Helfrich buat Belanda.

12. Wakil Marsekal Udara Leonard M. Isitt untuk Selandia Baru.

Dan akhirnya, sehabis 6 tahun & 1 hari semenjak Invasi Polandia sang Jerman dalam 1 September 1939, Perang Dunia II berakhir.

Sementara itu, semua jajahan Jepang yang diperoleh pada PD II dikembalikan kepada negara masing-masing. Jajahan Jepang yang diperoleh Jepang sebelum PD II dibagikan kepada  Sekutu sebagai kompensasi, yaitu:

- AS: Okinawa, Kep. Amami, Kep. Ogasawara & jajahan Jepang pada Micronesia.

- Uni Soviet: Sakhalin dan Kep. Kuril.

- Inggris: Kep. Andaman & Nicobar, Hong Kong & Kep. Solomon.

- Republik Cina: Taiwan dan Penghu.

Pendudukan Jepang dimulai selesainya MacArthur datang ke Jepang. MacArthur mengutamakan distribusi kuliner sebab terdapat kelaparan hebat pada Jepang yg berlangsung sampai 1947. Ia jua menginstruksikan supaya prajurit Sekutu supaya tidak memakan kuliner milik Jepang yang langka serta sampai 1948, pengibaran Hinomaru tanpa biar nir diperbolehkan. Pada 27 September, Hirohito dan MacArthur bertemu buat pertama kalinya.

Tribunal Militer Internasional Timur Jauh yang dibuat buat mengadili tokoh-tokoh Jepang pada PD II dimulai pada Januari 1946 dan akan dibahas pada post lainnya bila admin MacArthur rajin :P

Dampak pribadi dari Pendudukan Jepang adalah:

- Demilitarisasi Jepang. Walaupun begitu, pada 1954 dibuat Pasukan Bela Diri Jepang yang bertujuan mempertahankan Jepang & diletakkan dalam kuasa Kepolisian Jepang.

- Pembaharuan Ekonomi Jepang. Tanah di Jepang yang sebelumnya dimiliki sang tuan tanah dijual pada 1950-an pada para petani & pengusaha tanah.

- Demokratisasi. Setelah Pendudukan Jepang, perempuan diberikan hak menentukan & para tahanan politik di Jepang dibebaskan.

- Hak buruh buat melakukan perkumpulan & aksi industrial dibuat.

Pada 8 September 1951, Konferensi San Francisco dilakukan menjadi perjanjian damai antara Jepang & 48 negara menandatanganinya. Aset Luar Negeri Jepang yang berjumlah

$25,300,000,000 dipindahtangankan pada negara-negara Sekutu & Jepang jua membayar $1,012,080,000 menjadi kompensasi pada negara-negara Sekutu.

Asal: OA 21th Century History

Bourbon

No comments:
Write comments