Sunday, May 3, 2020

Johannes Abraham Dimara Merebut Irian Barat

Pada pertengahan Oktober 1954, bersama 40 anggota pasukan gerilyawan, Dimara melakukan inf ltrasi ke Irian Barat. Tujuannya membangkitkan perlawanan penduduk terhadap Belanda. Rencana

ini sudah diketahui Belanda & terjadilah pertempuran antara gerilyawan republik menggunakan tentara Belanda. Sebelas gerilyawan gugur & ia tertangkap kemudian pada penjara hingga 1961.

Johannes Abraham Dimara adalah putra orisinil Irian, keturunan ketua kampung bernama Wiliam Dimara. Ketika mulai beranjak 13 tahun, waktu masih sekolah desa, beliau diangkat anak oleh orang Ambon bernama Elisa Mahubesi & dibawa ke kota Ambon. Anak Biak yang tumbuh cepat menggunakan postur atletis ini mulai masuk kepercayaan Kristen & diberi nama Johanes Abraham. Nama kecilnya

Arabel berganti sebagai Anis Papua yg berarti Johannes dari Papua. Ia tamat Pendidikan Dasar di Ambon pada 1930, lalu masuk Sekolah Pertanian. Pada 1940, dia masuk Sekolah Pendidikan

Injil & segera sebagai seorang pengajar penginjil di Pulau Buru.

Ketika zaman Jepang tiba, Dimara masuk sebagai anggota Heiho. Selepas kemerdekaan Indonesia, jiwa nasionalisme tumbuh. Saat itu Dimara bekerja dipelabuhan Namlea Ambon. Suatu hari ditahun 1946, masuk kapal berbendera Merah Putih yg membawa sejumlah Anggota ALRI asal Maluku melakukan infiltrasi pada Ambon buat memberitakan peristiwa Proklamasi & tentu saja buat berjuang. Dimara segera membantu agar kapal mampu mendarat penuh. Ia menganjurkan kapal didaratkan di Tanjung Nametek lebih kurang satu kilometer dari Namlea. Selepas itu, beliau kembali ke Irian

& ikut serta pada pengibaran bendera Merah Putih di Biak dan terus berjuang melawan Belanda yg menguasai tanah Irian.

Dimara terus membantu usaha tentara Indonesia. Pada 1949, setelah penyerahan kedaulatan Indonesia, beliau menuju Maluku dan bergabung menggunakan Batalyon Patimura APRIS & ikut dalam

penumpasan RMS. Setahun berselang, pada 1950, ia diangkat sebagai kepala OPI[Organisasi Pembebasan Irian Barat]. Ia pun melakukan Infltrasi ke Irian dalam 1954, yg menyebabkannya

tertangkap tentara Belanda dan ditahan selama lebih dari lima tahun hingga pembebasannya dalam 1961. Ketika Presiden Soekarno mengumandangkan TRIKORA, ia menyeru pada semua masyarakat

Irian Barat agar mendukung penyatuan Irian Barat dengan Indonesia. Pada 1962, diadakanlah Persetujuan New York yang membahas soal Irian Barat. Ia sebagai galat satu delegasi pro integrasi. Akhirnya isi persetujuan itu berhasil anggun, Belanda bersedia menyerahkan Irian Barat ke tangan Indonesia. Maka mulai ketika itu Irian Barat menjadi salah satu bagian berdasarkan Indonesia.

Johannes Abraham Dimara adalah keliru seorang pejuang yg berjasa dalam pembebasan Irian Barat. Ia pejuang RI pada wilayah timur dengan pangkat Mayor Tentara Nasional Indonesia menjelang purna tugas. Dimara merupakan putra Irian sederhana yg mengasihi tanah air Indonesia. Ia tewas dalam usia 84 tahun. Atas jasa-jasanya pada usaha bangsa, terutama pada perjuangan merebut Irian Barat, pemerintah

memberikan gelar Pahlawan Nasional dalam Johanes Abraham Dimara dalam tahun 2000, sebulan sesudah kematiannya.

Bourbon

No comments:
Write comments