Selasa, 05 Mei 2020

Pengertian Moral dan Tahap-Tahap Perkembangannya

Pengertian Moral dalam artikel ini, pertama-tama ditinjau secara etimologis, dimana kata moral berasal dari kata mos, yang berarti cara, adat istiadat atau kebiasaan, sedangkan jamaknya adalah mores. Kata moral memiliki arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. Kata moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia dan bukan mengenai profesi seseorang. Misalnya sebagai dosen, tukang masak, pemain bulutangkis, penceramah, dan lain-lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan W.J.S Purwadarminto (1957:957) moral merupakan ajaran tentang baik tidak baik yg diterima generik tentang perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Moral mengatur segala perbuatan yang dinilai baik & perlu dilakukan, dan suatu perbuatan yang dinilai buruk & perlu dihindari. Moral berkaitan langsung dengan kemampuan buat memilih benar dan yang salah . Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkah laris.

Selain itu, moral didefinisikan juga oleh para ahli misalnya Hurlock (1993 : 74), yang mengemukakan bahwa yg dimaksud dengan moral adalah rapikan cara, kebiasaan, dan istiadat dimana dalam perilaku dikendalikan sang konsep-konsep moral yang memuat peraturan yg telah menjadi norma bagi anggota suatu budaya & yg menentukan pada konduite yang diharapkan oleh semua anggota gerombolan . Sedangkan

Driyarkara (1966:25), moral sama ialah dengan kesusilaan merupakan kesempunaan menjadi insan atau kesusilaan merupakan tuntutan kodrat insan. Perilaku seorang yang tidak sinkron menggunakan kaidah-kaidah yang terdapat dapat dikatakan seorang tadi bersifat amoral. Dengan demikian, moral diartikan menjadi kesusilaan yang merupakan holistik norma yang mengatur tingkah laku insan pada kehidupan bermasyarakat untuk melaksanakan perbuatan yang baik & benar dengan kaidah-kaidah moral yang ada.

Tahap-Tahap Perkembangan Moral

Dalam sejumlah literatur, dijumpai macam-macam tahapan perkembangan moral. Dengan diketahuinya mengenai perkembangan moral anak, diperlukan pendidik atau pengajar bisa memilih atau menerapkan metode sebagai akibatnya murid memungkinkan buat tahu & menghayati nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang masih ada pada Pancasila. Berikut ini, tahapan perkembangan moral dari para pakar (Daroeso 1989:30-36):

a. Tahapan Perkembangan Moral Piaget

Menurut Piaget perkembangan moral terjadi dalam 2 tahapan, yaitu ?Termin realisme moral? Dan ?Tahap moralitas atau interaksi timbal pulang? (Daeroso 1989:30-32).

1) Tahap pertama ?Tahap realisme moral? , konduite anak cenderung menganggap kewajiban & nilai yang inheren padanya menjadi bagian, yang berdiri sendiri dan bebas berdasarkan dampak akal insan, sebagai sesuatu yg menghipnotis sendiri tanpa memandang keadaan, dimana individu menemukan dirinya. Mereka mengganggap orang tua & orang dewasa yg berwenang sebagai maha kuasa & mengikuti peraturan yang diberikan tanpa mempertanyakan kebenarannya. Dalam tahap ini, pada pertimbangan anak tentang sahih dan galat menurut konsekuensinya dan bagi anak mini semua peraturan ini sama.

Dua) Tahap kedua ?Tahap moralitas atau hubungan timbal balik ?, anak menilai perilaku atas dasar tujuan yg mendasarinya. Tahap ini dimulai dalam anak usia dua tahun hingga 2 belas tahun. Tingkah laris sahih & salah telah mulai dimodifikasi. Artinya anak telah mulai mempertimbangkan keadaan eksklusif yg berkaitan eksklusif menggunakan pelanggaran moral.

B. Tahapan Perkembangan Moral Kohlberg

Dewey (Daeroso, 1989:32-36) membagi tiga tingkatan-tingkatan perkembangan moral yang berdasarkan pada perkembangan kognitif. Tingkatan perkembangan moral berdasarkan Dewey merupakan sebagai berikut:

1) Tingkat prekonvensional

Pada termin ini tingkah laris atau perbuatan seorang dimotivasi oleh dorongan sosial & biologis.

Dua) Tingkat konvensional

Pada tahap ini individu menerima berukuran-ukuran yg terdapatdalam kelompoknya dengan berefleksi secara kritis pada taraf rendah.

Tiga) Autonomi

Pada termin ini tingkah laku atau perbuatan dibimbing oleh pikiran atau pertimbangan individu sendiri. Apakah berukuran-ukuran yg berasal menurut kelompoknya itu diterima begitu saja menurut kelompok lain. Hal ini tergantung dalam dirinya.

Demikian uraian pengertian moral baik secara etimologis maupun definisi moral berdasarkan para pakar. Dsamping itu, pada perkembangannya, moral memiliki termin-termin perkembangan sebagaimana dikemukakan ke 2 pakar di atas.

Tidak ada komentar:
Write komentar