Kamis, 07 Mei 2020

Pengertian Promosi, Bauran Promosi dan Tujuannya

Promosi merupakan aktivitas terpenting yang berperan aktif pada memperkenalkan, memberitahukan & mengingatkan balik manfaat suatu produk agar mendorong konsumen buat membeli produk yang dipromosikan tadi. Untuk mengadakan kenaikan pangkat , setiap lembaga wajib dapat menentukan dengan tepat alat kenaikan pangkat manakah yang dipergunakan agar dapat mencapai keberhasilan dalam penjualan. Merujuk menurut pendapat para ahli, berikut adalah kami sajikan sejumlah pengertian kenaikan pangkat .

Menurut Basu Swastha dan Iriawan, pengertian kenaikan pangkat merupakan bonus jangka pendek buat mendorong pembelian atau penjualan berdasarkan suatu produk atau jasa. Menurut Stanson, promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik menurut variabel-variabel periklanan, penjualan personal & alat kenaikan pangkat yang lain yg semuanya direncanakan buat mencapai tujuan program penjualan.

Pengertian Promosi, Bauran Promosi dan Tujuannya

Betapapun berkualitasnya suatu produk, jika konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahwa produk itu akan bermanfaat bagi konsumen, maka konsumen nir akan pernah membelinya (Deka, 2012 :21). Sehingga promosi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.

Promosi berdasarkan Alma (2004 : 179) adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yg adalah kegiatan pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, & atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan & produknya agar bersedia mendapat, membeli, & loyal dalam produk yg ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Untuk tahu lebih jauh mengenai pengertian promosi maka Kotler, Armstrong (2010 : 426) mengungkapkan tentang bauran kenaikan pangkat yakni formasi khusus berdasarkan alat promosi yg digunakan perusahaan untuk meyakinkan nilai komunikasi & membentuk interaksi menggunakan konsumen. Oleh Kotler, alat promosi yg dimaksud terdiri menurut advertising (periklanan), personal selling (penjualan personal), Sales Promotion (Promosi Penjualan) & Publicity (publisitas).

(Baca juga: Pengertian Marketing Mix atau Bauran Pemasaran)

Kelima aktivitas tersebut adalah kegiatan utama dalam promosi yang sang para pakar pemasaran disebut dengan 5 unsur promotion mix atau bauran promosi. Masing-masing bisa diuraikan menjadi berikut:

1. PERIKLANAN

Periklanan adalah galat satu aktivitas kenaikan pangkat yang banyak dilakukan oleh perusahaan juga perorangan. Tujuan periklanan yang primer merupakan menjual atau menaikkan penjualan barang & jasa. Adanya aktivitas periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan menggunakan segera, meskipun poly pula penjualan yg baru terjadi pada waktu mendatang. Adapun tujuan-tujuan lain menurut periklanan merupakan (Swastha, 2007) :

  1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan antara para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.

Disamping itu suatu iklan juga harus memenuhi kriteria sebagai berikut (Pattis, 1993):

  1. Benar: apa yang disampaikan atau dijanjikan oleh pesan dalam suatu iklan haruslah benar, tidak bohong dan tidak salah atau menyesatkan konsumen pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.
  2. Bertanggung Jawab: artinya agen atau pengusaha iklan harus bersedia memberikan pertanggungjawaban bila ada suatu tuntutan atas kerugian yang ditimbulkan oleh iklannya.
  3. Selera dan Kesusilaan: artinya iklan haruslah bebas dari pernyataan, ilustrasi ataupun implikasi yang bersifat ofensif atau melanggar tata susila dan selera masyarakat umum.
  4. Iklan Umpan: sebuah iklan hanya boleh menawarkan produk atau jasa yang telah siap dijual dengan harga sesuai yang tertera di iklan.
  5. Garansi atau Jaminan: garansi dan jaminan yang telah diiklankan harus dipenuhi.
  6. Harga Murah/Penghematan Bohong-bohongan: sebuah iklan tidak dibenarkan mengiklankan harga yang menawarkan penghematan yang bersifat tipuan.
  7. Mutu Palsu: sebuah iklan tidak dibenarkan menjanjikan mutu atau manfaat yang berlebihan atau lain dari kenyataan yang sesungguhnya.
  8. Testimonial/Tanda Penghargaan: iklan yang menyebutkan tanda penghargaan yang telah diperoleh oleh suatu produk, hendaknya harus disertai para saksi yang berkompeten, dan benar-benar merefleksikan pilihan yang jujur dan sebenarnya.

Beberapa macam cara pada periklanan dapatlah digolongkan atas dasar penggunaannya sang pimpinan, karena perbedaan tadi tergantung pada tujuan perusahaan dalam menggolongkannya. Dalam hal ini periklanan digolongkan sebagai 2 yakni (Swasta, 2007):

1. Periklanan barang (product advertising)

Adalah periklanan barang yang dilakukan dengan menyatakan pada pasar tentang produk yg ditawarkan.

Dua. Periklanan kelembagaan (institusional advertising)

Periklanan kelembagaan dilakukan buat menimbulkan rasa simpati terhadap penjualan & ditujukan untuk menciptakan goodwill kepadaperusahaan. Jadi, periklanan ini lebih menitikberatkan pada nama penjual atau perusahaannya.

Selain itu kita juga harus memperhatikan pada pemilihan media sebagai wahana periklanan produk perusahaan. Pemilihan jenis media yang dipakai merupakan galat satu keputusan krusial bagi sponsor. Jenis-jenis media tadi merupakan (Swastha, 2007) :

1. Surat fakta

Surat liputan ini adalah media periklanan yang dapat mencapai rakyat luas lantaran harganya relatif murah. Sebagai media yg bisa dilihat atau dibaca, surat informasi ini gampang menjadi basi beritanya sebagai akibatnya rakyat tidak ingin lama -usang membacanya.

2. Majalah

Dapat dikatakan bahwa pembaca majalah ini lebih selektif atau terbatas dibandingkan dengan surat warta. Tidak semua orang ingin membaca majalah. Biasanya porto iklan di majalah lebih mahal daripada pada surat berita, namun dapat dinikmati lebih usang dan dapat mengemukakan gambar berwarna yg lebih menarik.

Tiga. Radio

Sebagai media yg hanya dapat dinikmati melalui pendengaran ini, radio dapat menjangkau wilayah yang luas & bisa diterima sang segala lapisan rakyat. Sampai di pelosok desa pun kini masyarakat telah banyak mempunyai radio. Meskipun biaya iklan radio nisbi murah tetapi waktunya sangat terbatas, nir bisa mengemukakan gambar, dan pendengar seringkurang mendengarkan secara penuh atau sembari lalu.

4. Televisi

Hampir diseluruh pelosok tanah air sudah terdapat siaran televisi yang diselenggarakan oleh TVRI. Televisi ini adalah media yg dapat memberikan kombinasi antara bunyi menggunakan gambar yang berkiprah, & bisa dinikmati oleh siapa saja. Namun demikian biaya iklan dalam televisi ini relatif tinggi dan hanya dapat dinikmati sebentar.

5. Pos langsung

Media periklanan yg bisa dimasukkan ke pada pos eksklusif (direct mail) adalah kartu pos, buku mini , surat edaran, brosur dan sebagainya.

Dua. PERSONAL SELLING

Personal selling merupakan komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk pada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap suatu produk sebagai akibatnya mereka kemudian akan mencoba & membelinya. Sifat ? Sifat personal selling antara lain :

  1. Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaksi antara 2 orang atau lebih.
  2. Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segalamacam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
  3. Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi (Tjiptono, 1997).
Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu, sebagai berikut :

  1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka
  2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
  3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan
  4. Selling, yaitu mendekati, mempresentasikan, dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan serta menjual produk kepada pelanggan.
  5. Servicing, yaitu memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
  6. Information gathering, yakni melakukan riset dan itelgensi pasar
  7. Allocating, yakni menentukan pelanggan yang akan dituju (Tjiptono, 1997).

3. PROMOSI PENJUALAN

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi pribadi melalui penggunaan berbagai insentif yang bisa diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau menaikkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mensugesti pelanggannya buat mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang kegiatan promosi pesaing(Tjiptono, 1997).

Secara generik tujuan-tujuan tersebut bisa digeneralisasikan sebagai (Tjiptono, 1997):

  1. Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan atau konsumen akhir.
  2. Meningkatkan kinerja pemasaran perantara
  3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

4. PUBLISITAS

Publisitas adalah bagian menurut fungsi yg lebih luas, diklaim hubungan warga , & mencakup bisnis-usaha buat membangun & mempertahankan interaksi yg menguntungkan antara organisasi menggunakan rakyat, termasuk pemilik perusahaan, karyawan, forum, pemerintah, penyalur, perkumpulan buruh, pada samping calon pembeli.

Komunikasi menggunakan masyarakat luas melalui hubungan masyarakat ini dapat mensugesti kesan terhadap sebuah organisasi maupun produk atau jasa yang ditawarkan. Kegiatan humas ini membantu perusahaan dalam mencapai sukses usahanya, & bisa diarahkan buat membentuk iklim yang baik atau menguntungkan supaya dana yang tertanam lebih terjamin.

Apabila sebuah perusahaan berusaha mengadakan hubungan yg menguntungkan menggunakan rakyat menggunakan membuat keterangan komersial dalam media, aktivitas humas semacam ini dianggap publisitas. Lain menggunakan periklanan, komunikasi yg disampaikan pada publisitas ini berupa warta, bukan iklan (Tjiptono, 1997).

TUJUAN PROMOSI

Tujuan promosi hakekatnya dapat dicermati dari berbagai pengertian promosi di atas. Jika ditarik benang merahnya, terdapat 3 (tiga) tujuan promosi yang dilakukan perusahaan. Ketiga tujuan tersebut adalah:

  1. Informing, yaitu memberikan informasi lengkap kepada calon pembeli tentang barang yang ditawarkan, siapa penjualnya, siapa pembuatnya, dimana memperolehnya, harganya dan sebagainya. Informasi yang digunakan dapat diberikan melalui tulisan, gambar, kata-kata dan sebagainya, yang disesuaikan dengan keadaan.
  2. Peruading, yaitu membujuk calon konsumen agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan, perlu dditekankan di sini bahwasanya membujuk bukan berarti memaksa calon konsumen sehingga yang diambil mungkin justru yang negatif.
  3. Reminding, mengingatkan konsumen tentang adanya barang dan jasa tertentu, yang dibuat dan dijual perusahaan tertentu, di tempat tertentu dengan harga yang tertentu pula. Konsumen kadang-kadang memang perlu siingatkan, kerena mereka tidak ingin bersusah payah untuk selalu mencari barang apa yang dibutuhkan dan dimana mendapatkannya (Marwan Asri , 2003:360).

Demikian penjelasan terkait pengertian promosi dan tujuan perusahaan dalam melakukan aktivitas kenaikan pangkat termasuk kumpulan aneka macam indera promosi yg dikenal dengan bauran kenaikan pangkat .

Tidak ada komentar:
Write komentar