Minggu, 17 Mei 2020

Pengertian Saham dan Obligasi Menurut Para Ahli

Pengertian Saham dan Obligasi Menurut Para Ahli - Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan perusahaan sehingga pemegang saham memiliki hak klaim atas dividen atau distribusi lain yang dilakukan perusahaan kepada pemegang sahamnya, termasuk hak klaim atas aset perusahaan, dengan prioritas setelah hak klaim pemegang surat berharga lain dipenuhi jika terjadi likuiditas.

Saham (sekuritas) adalah secarik kertas yg menampakan hak pemodal (pihak yang mempunyai kertas tersebut) buat memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut & berbagai syarat yang memungkinkan pemodal tadi menjalankan haknya (Husnan, 2002).

Saham bisa juga didefinisikan sebagai surat bukti bahwa kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham (Tandelilin, 2001).

Dapat disimpulkan pengertian saham adalah surat berharga yg diperdagangkan di pasar kapital yg dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yg berbentuk Perseroan Terbatas (PT), dimana saham tadi menyatakan bahwa pemilik saham tadi merupakan jua pemilik sebagian dari perusahaan tadi.

Jenis- jenis Saham

Berdasarkan cara pengalihannya, saham dalam dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1.  Saham atas unjuk (bearer stock)

Di atas sertifikat saham ini tidak dituliskan nama  pemiliknya. Dengan pemilikan atas saham atas unjuk, seorang pemilik sangat mudah untuk mengalihkan atau memindahkannya kepada orang lain karena sifatnya mirip dengan uang. Pemilik saham atas unjuk ini harus berhati-hati membawa dan menyimpannya, karena jika saham tersebut hilang, maka pemilik tidak dapat meminta gantinya.

Dua. Saham atas nama (registered stock)

Di atas sertifikat saham dituliskan nama pemiliknya. Cara peralihan dengan dokumen peralihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat menggunakan kitab perusahaan yg khusus memuat daftar nama pemegang saham. Jika saham tadi hilang, pemilik dapat meminta gantinya.

Saham dari manfaat yg diperoleh sang pemilik, dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1.  Saham biasa

Saham biasa merupakan asal keuangan utama yang harus ada pada suatu perusahaan publik dan adalah surat berharga yang paling umum & mayoritas diperdagangkan pada Bursa Efek. Bodie et al. (2002:97), menjelaskan pengertian saham biasa adalah ?Kepemilikan atas hak sekuritas oleh pemili k kapital perusahaan akan diumumkan pada warga .? Pemilik berhak menentukan apakah akan mendapat dividen atau menduduki posisi di dalam perusahaan.

2. Saham preferen

Saham preferen mempunyai hak buat didahulukan dalam pembagian laba & residu aset pada li kuidasi dibandingkan dengan saham biasa. Perbedaannya dengan saham biasa adalah saham preferen yang mempunyai dividen yang permanen, namun seperti halnya saham, saham preferen nir mempunyai tanggal jatuh tempo.

Saham preferen merupakan saham yang mempunyai ciri campuran antara obligasi dan saham biasa, karena mampu membentuk pendapatan permanen (seperti bunga dan obligasi), namun juga mampu mendatangkan output yg dikehendaki investor (Fakhrudin, 2001).

Keuntungan Pembelian Saham

Ekspektasi atau motivasi setiap investor merupakan menerima laba dari transaksi investasi yg mereka lakukan. Bermain saham mempunyai potensi laba pada dua hal, yaitu pembagian dividen dan kenaikan harga saham (capital gain ).

Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan pada semua pemegang saham. Biasanya dilakukan satu tahun sekali. Bentuk berdasarkan dividen itu sendiri, sanggup berupa uang tunai ataupun bentuk penambahan saham. Sedangkan capital gain , didapat berdasarkan selisih harga jual saham deng an harga beli. Dimana laba didapat apabila harga jual saham lebih tinggi berdasarkan harga beli saham.

Risiko Kepemilikan Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006:13), ada beberapa risiko yang dihadapi pemodal dengan kepemilikan sahamnya, yaitu tidak mendapat dividen dan mengalami  capital loss .

1.  Tidak mendapat dividen

Perusahaan akan memberikan dividen jika operasinya membuat keuntungan. Oleh karenanya, perusahaan tidak bisa memberikan dividen jika mengalami kerugian. Dengan demikian, potensi dipengaruhi oleh kinerja perusahaan tersebut.

2.   Capital loss

Dalam aktivitas perdagangan saham, investor tidak selalu mendapatkan capital gain  atau keuntungan atas saham yang dijualnya. Ada kalanya investor harus menjual saham dengan harga jual lebih rendah dari harga beli saham, terkadang untuk menghindari potensi kerugian yang semakin besar seiring terus menurunnya harga saham, maka seorang investor rela menjual sahamnya dengan harga rendah. Istilah ini dikenal dengan istilah penghentian kerugian (cut loss).

Disamping risiko pada atas, seorang pemegang saham juga masih dihadapkan dengan potensi risiko lainnya, yaitu:

1. Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi

Sesuai dengan peraturan pencatatan saham di Bursa Efek, bila sebuah perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, maka otomatis saham perusahaan tersebut akan dikeluarkan berdasarkan bursa atau di- delist.

Dalam kondisi perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham akan menempati posisi lebih rendah dibanding kreditor atau pemegang saham obligasi dalam pelunasan kewajiban perusahaan. Artinya, setelah semua aset perusahaan tersebut dijual, terlebih dahulu akan dibagikan kepada para kreditor atau pemegang obligasi,  dan jika masih terdapat sisa, baru dibagikan kepada para pemegang saham.

2)   Saham di-delist dari bursa

Risko lain yang dihadapi oleh para pemodal adalah jika saham perusahaan di - delist dari bursa umumnya adalah karena kinerja yang buruk misalnya dalam kurun  waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa tahun, tidak membagikan dividen secara berturut- turut  selama beberapa tahun, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan peraturan pencatatan efek di bursa.

3)   Saham dihentikan sementara (suspensi)

Disamping dua risiko di atas, risiko lain yang juga “mengganggu” para investor untuk melakukan aktivitasnya adalah jika suatu saham di-suspend  atau dihentikan perdagangannya oleh otoritas Bursa Efek, yang menyebabkan investor tidak dapat menjual sahamnya hingga suspensi tersebut dicabut. Suspensi biasanya berlangsung dalam waktu singkat, misalnya satu sesi perdagangan, dua sesi perdagangan, namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. Hal tersebut dilakukan otoritas bursa jika suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa, dipailitkan oleh kreditornya, atau berbagai kondisi lain yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan perdagangan saham tersebut untuk sementara sampai perusahaan yang bersangkutan memberikan informasi yang belum jelas tersebut sehingga tidak menjadi ajang spekulasi. Jika telah didapatkan suatu informasi yang jelas, maka suspensi atas saham tersebut dapat dicabut oleh bursa dan saham dapat diperdagangkan kembali seperti semula.

Pengertian Obligasi dan Penjelasannya

Instrumen obligasi merupakan bagian berdasarkan instrumen investasi berpendapatan permanen ( fixed income secirities). Obligasi termasuk dalam kelompok investasi berpendapatan permanen, karena jenis pendapatan laba yg diberikan pada investor obligasi berdasarkan dalam tingkat suku bunga yang telag dipengaruhi sebelumnya berdasarkan perhitungan tertentu. Tingkat pendapatan tadi mampu berbentuk taraf suku bunga tetap (fixed rate) dan taraf suku bunga mengambang (variabel rate)

Secara generik obligasi merupakan produk pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip primer jangka panjang dapat dicerminkan dari ciri atau struktur yang melekat dalam sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi dalam dasarnya melakukan pinjaman kepada pembeli obligasi yg diterbitkannya. Pendapatan yang didapat sang investor obligasi tersebut berbentuk taraf suku bunga atau kupon. Selain anggaran tersebut sudah diatur jua perjanjian untuk melindungi kepentinganpenerbit dan kepentingan investor obligasi tadi (Rahardjo, 2003 : 8)

Fakhrudin & Hadianto (2001 :15), pengertian obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (dalam hal ini investor) dengan yangdiberi pinjaman (issuer). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

Secara umum obligasi dapat diartikan sebagai surat berharga yang berisi pernyataan berhutang sejumlah uang tertentu dalam jangka waktu tertentu dari pihak yang menerbitkan obligasi kepada pihak yang membeli obligasi. Atas hutang tersebut, penerbit obligasi akan membayar hutang secara periodik hingga akhir masa jatuh tempo obligasi. Bunga obligasi ini lebih dikenal dengan istilah kupon bunga yang sifatnya tetap dan besarnya telah ditentukan diawal.

Jenis Obligasi

Jenis obligasi dapat di bagi menjadi empat, yaitu :

  1. Jenis obligasi sederhana adalah obligasi yang menawarkan bunga (coupon) tetap selama jangka waktu obligasi tersebut.
  2. Jenis obligasi yang menawarkan suku bunga mengambang (floating rate). Biasanya ditawarkan sebesar persentase tertentu diatas suku bunga deposito.
  3. Jenis obligasi dengan tingkat bunga nol (zero cuopon bonds). Obligasi yang dijual dengan diskon pada awal periode dan kemudian dilunasi penuh sesuai dengan nilai nominal pada akhir periode.
  4. Jenis obligasi yang bisa diubah menjadi saham. Obligasi ini disebut sebagai obligasi konversi (Husnan, 1994)

Perbedaan Obligasi dengan Saham

Obligasi dengan saham memiliki perbedaan dalam beberapa hal, yaitu jenis aktiva, resiko aktiva, siklus bisnis, term dan kondisinya, serta aspek legalnya. Dibawah ini tabel yang menjelaskan secara rinci mengenai perbedaan keduanya.

Pengertian Saham dan Obligasi Menurut Para Ahli

Demikian pengertian saham dan obligasi menurut para ahli serta perbedaan antara keduanya. Semoga para pembaca dapat memahami dan membedakannya dengan baik.

Tidak ada komentar:
Write komentar