Rabu, 13 Mei 2020

Perihal Kinerja dan Rasio Keuangan Bank

Perihal Kinerja dan Rasio Keuangan Bank - Kinerja keuangan sebagaimana diuraikan dalam pengertian kinerja keuangan menurut para ahli merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan finansial untuk mendapatkan profit yang direncanakan. Pendapatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan baik dilihat dari sumbernya maupun fungsinya terangkum dalam laporan keuangan yang meliputi neraca, rugi laba, laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

Pada lembaga perbankan mempunyai sedikit disparitas dengan pengukuran kinerja suatu perusahaan secara generik sebagaimana telah dijelaskan dalam macam-macam rasio keuangan & rumusnya. Sedangkan kinerja keuangan bank yg diukur menggunakan menggunakan rasio keuangan bank bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Rentabilitas

Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan membentuk keuntungan atau keuntungan. Kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan menandakan bahwa terdapat aliran kas masuk. Rasio yang umum dipakai buat menganalisis rentabilitas perusahaan perbankan adalah Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity (ROE) & Return On Asset (ROA). Keempat rasio keuangan bank tersebut dapat dijelaskan menjadi berikut :

a. Gross Profit Margin (GPM)

Gross profit margin merupakan rasio buat mengukur kemampuan bank membuat laba dari operasional usahanya yang murni. Rumus rasio ini merupakan :

b. Net Profit Margin (NPM)

Net profit margin adalah rasio taraf profitabilitas yg dihitung menggunakan cara membagi net income menggunakan operating income. Rasio ini menunjukan laba bersih menggunakan total penjualan yg pada peroleh menurut setiap penjualan. Rumus rasionya adalah:

c. Return On Equity (ROE)

Return on equity adalah rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh keuntungan dan efesiensi secara holistik operasional melalui penggunaan kapital sendiri. Rumus rasio rentabilitas yang satu ini merupakan:

d. Return On Asset (ROA)

Return on asset adalah rasio buat mengukur kemampuan bank memperoleh keuntungan atas pemanfaatan aset yang dimiliki. Rasio ini diformulasikan menjadi berikut :

dua. Likuiditas

Menurut Faisal (2002) Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan buat membayar hutang-hutang jangka pendek aporisma satu tahun menggunakan sejumlah aktiva lancar yg dimiliki. Ada empat rasio yang dapat dipakai buat memperkirakan kemampuan perusahaan perbankan memenuhi kebutuhan jangka pendeknya, yaitu quick ratio, banking ratio, assets to loan ratio, dan loan to deposit ratio. Keempat ratio tadi dapat dijelaskan menjadi berikut :

a. Quick Ratio

Quick Ratio merupakan kemampuan bank menyebarkan dana nasabah dengan memakai aktiva lancarnya. Rumus rasio likuiditas ini bisa diformulasikan menjadi berikut :

b. Banking Ratio

Banking Ratio bertujuan buat mengukur tingkat likuiditas bank menggunakan membandingkan jumlah kredit yg disalurkan menggunakan jumlah deposit yang dimiliki. Formulasinya merupakan:

c. Assets to Loan Ratio

Assets to Loan Ratio merupakan rasio buat mengukur jumlah kredit yg disalurkan dengan jumlah harta yang dimiliki bank. Rumus rasio likuiditas yg ketiga ini yakni:

d. Loans to Deposit Ratio

Loans to Deposit Ratio merupakan rasio buat mengukur komposisi jumlah kredit yg diberikan dibandingkan menggunakan jumlah dana masyarakat & modal sendiri yang digunakan. Berikut rumus rasio likuiditasnya:

3. Solvabilitas

Menurut Martono (2002), Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan buat memenuhi kewajiban baik jangka pendek juga jangka panjang. Kemampuan perusahaan perbankan membayar hutang jangka panjang dapat diukur dengan primary ratio, & capital adequacy ratio (CAR). Kedua rasio solvabilitas tadi dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Primary Ratio

Primary Ratio merupakan rasio yang dipakai buat mengukur apakah permodalan yang dimiliki telah memadai, atau sejauh mana penurunan yg terjadi pada total aset masuk dapat ditutupi oleh capital equity. Berikut rumus rasio solvabilitasnya:

b. Capital Adequacy Ratio (CAR)

CAR merupakan rasio kecukupan modal yg berfungsi menampung resiko kerugian yg kemungkinan dihadapi sang bank. Capital Adequacy Ratio bisa diformulasikan sebagai berikut:

4. Efisiensi

Rasio efisiensi merupakan rasio buat mengukur kinerja manajemen bank pada memakai seluruh faktor produksinya secara tepat guna & berhasil. Rasio efesiensi bisnis dalam perusahaan perbankan dapat diukur menggunakan menggunakan tiga rasio, yaitu :

a. Leverage Multipler Ratio (LMR)

Leverage multipler ratio dipakai buat mengukur kemampuan bank mengelola aktiva yg dikuasainya. Rasio ini bisa diformulasikan sebagai berikut :

b. Asset Utillization Ratio (AUR)

Asset utillization ratio merupakan rasio buat mengukur kemampuan bank memanfaatkan aktiva yang dikuasainya guna memperoleh total pendapatan. Rumus dari rasio ini adalah :

c. Operating Ratio

Operating ratio adalah rasio untuk mengukur rata-rata porto operasional & non operasional yang dipakai bank guna memperoleh pendapatan. Rasio ini bisa diformulasikan:

Demikian sejumlah rumus rasio keuangan bank yg kerap digunakan dalam menganalisis laporan keuangan lembaga perbankan.

Tidak ada komentar:
Write komentar