Saturday, May 9, 2020

Reformasi Gereja dan Kemunculan Protestanisme

? Lahirnya Protestanisme

Agama Kristen begitu bertenaga pengaruhnya di Eropa berkat jasa kekaisaran Romawi yang menjadikannya kepercayaan resmi kerajaan. Sejak itu gereja sebagai pusat keagamaan Kristen memiliki efek yang sangat kuat. Banyak kerajaan, bahkan seusai Romawi barat jatuh, masih setia dalam tahta suci Paus pada Roma. Gereja bisa mengganti pemimpin kerajaan yg nir mereka sukai. Ketika perang salib mulai surut, poly pihak misalnya kerajaan juga tuan tanah mulai bersuara.

? Timbulnya perpecahan besar di Eropa

Pada 1320, seseorang pemikir bernama John Wycliffe, membuka aib gereja yang rupanya tak jarang melakukan praktik korupsi. Di samping itu para ilmuwan Inggris juga mulai menyelidiki ajaran Kristen memakai akal. Akibatnya warga elit Eropa mulai menentanggereja. Pengaruh gereja semakin berkurang juga dikarenakan perselisihan di kalangan gereja sendiri. Dimulai saat Paus Clement V secara sepihak memindahkan tahta kudus ke Prancis tahun 1309. Selang beberapa lama , Paus Gregory XI lantas memindahkan pulang tahta suci ke Roma. Sepeninggal Paus Gregory XI, terjadi perebutan dalam antara para uskup.

? Indulgensia & protes keras Martin Luther

Kondisi pada Eropa rupanya menciptakan jengah masyarakat. Gereja saat itu juga seringkali menjual surat pengampunan dosa atau indulgensia. Seorang pakar buku suci Injil berdasarkan Universitas Wittenberg yang bernama Martin Luther menggunakan berani mengkritik gereja. Pada tahun 1517 M, dia menempelkan sebuah surat protes terhadap praktik tidak terpuji gereja. Salah satunya meminta gereja tidak lagi menjual surat pengampunan dosa yang menyimpang berdasarkan ajaran Kristen orisinil. Agenda Luther itu dianggap kalangan sejarawan sebagai gerakan reformasi Kristen.

Gereja murka akbar & Martin Luther dikeluarkan dari keanggotaan gereja pada tahun 1521 M. Rupanya, nir sedikit orang sehati menggunakan Luther, di antaranya terdapat John Calvin dan Ulrich Swingley. Mereka terus berjuang sampai pemikirannya diterima pada daerah barat daya Eropa. Kebanyakan kerajaan yg mengadopsi pemikiran keagamaan Luther ataupun Calvin merupakan kerajaan mini , pada mana kerajaan tersebut jua ingin lepas dari kewajiban patuh dalam gereja dan tahta suci.

Martin Luther

Luther lalu mendirikan gerejanya sendiri. Para pengikutnya disebut sebagai kaum ?Protestan?. Gereja nir tinggal diam saja. Pada tahun 1500-an, gereja membentuk sebuah badan yg bernama inkuisisi. Anggotanya ditugaskan untuk menghukum mereka yang menentang pemikiran gereja. Banyak orang protestan diburu anggota inkuisisi dan dipenggal atau dibakar. Perselisihan antara orang protestan dan inkuisisi banyak terjadi di Spanyol & Inggris yang mengakibatkan pecahnya kepercayaan Kristen sebagai 2 kekuatan akbar. Golongan pertama adalah mereka yang tetap setia dalam tahta kudus di Roma, disebut sebagai umat Katolik roma. Golongan ke 2 dianggap Protestan. Dua golongan Kristen tetap bertahan hingga kini . Adanya reformasi gereja jua mengganti kondisi politik pada Eropa. Pemikiran bebas mulai berkembang.

Bourbon

No comments:
Write comments