Monday, May 11, 2020

Sejarah Penyakit Kanker

Kanker dipercaya sudah ada semenjak insan terdapat. Salah satu catatan tertua ttg kanker berdasarkan buku Herodotus, The Histories, yg menceritakan Ratu Atossa yang terkena kanker payudara kurang lebih tahun 500 SM. Atossa merupakan istri Darius, raja Persia, & jua adalah ibunya Xerxes. Saat itu Atossa menyadari masih ada benjolan berdarah pada payudaranya. Akhirnya payudaranya dipotong menggunakan donasi seorang budak Yunani, Democedes.

Jadi kanker telah ada semenjak ribuan tahun kemudian. Tapi pemahaman insan ttg suatu penyakit, termasuk kanker, terus berubah seiring memakai berkembangnya ilmu pengetahuan.

Teori pertama ttg kanker dicetuskan sang Galen, dokter Yunani-Romawi 160 SM, yg menyampaikan bahwa kanker disebabkan oleh cairan empedu hitam yang terperangkap. Baru dalam abad ke-16, teori Galen terbantahkan sang Vesalius yg mengotopsi mayat penderita kanker. Vesalius ga menemukan cairan empedu hitam pada tumor juga tubuh mayat tsb. Setelah itu, para ilmuwan menyangka bahwa kanker ditimbulkan oleh miasma, yaitu uap/kabut beracun yg berisi penyakit.

Tahun 1840, Rodolf Virchow melakukan pemeriksaan kanker menggunakan mikroskop. Teori sel Virchow menyatakan bahwa setiap sel asal menurut sel lainnya. Ketika dia meneliti jaringan tumor, dia menemukan bahwa jaringan tsb berisi sel tubuh sendiri yg sangat banyak. Dari situ, dia menyimpulkan bahwa kanker ada & dibentuk oleh sel tubuh sendiri.

Apa yg membuat sel kanker sangat mematikan? Sel kanker ga menua (sedangkan sel normal menua) dan ga berhenti mereplikasi, akibat bermutasinya gen yg bertugas mengontrol pertumbuhan. Kombinasi keduanya membuat sel kanker sangat mematikan & sulit dilawan. Jadi kanker lebih ke “nasib apes” akibat gen pertumbuhan yg bermutasi.

Meski begitu, zat di luar tubuh juga bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Kok bisa? Pertama, beberapa toksin (misal asap rokok) dapat secara langsung mempengaruhi DNA (mutagen). Zat yg dapat menyebabkan kanker tsb disebut karsinogen. Kedua toksin tertentu dapat mengganggu sistem imun shg tidak mampu melawan potensi kanker.

Risiko kanker juga bisa meningkat akibat adanya infeksi, radiasi, hormon & keturunan.

Sumber: Instagram @zeniuseducation

Bourbon

No comments:
Write comments