Sunday, May 10, 2020

Sparta, Athena, dan Runtuhnya Yunani Kuno

Apabila kita ditanya tentang Yunani Kuno, tentu saja kita mengingat 2 hal yaitu Sparta dan Athena. Sparta dikenal menjadi tentara yang tak terkalahkan dan Athena menjadi loka lahirnya sistem demokrasi. Memang dalam masa Yunani Kuno, Sparta & Athena adalah dua kekuatan primer pada Yunani hingga penaklukan Aleksander Agung berdasarkan Yunani hingga Persia.

Sejak dibuatnya sistem militer yang tangguh oleh Lycurgus pada tahun 776 SM, Sparta berhasil menguasai wilayah Semenanjung Peloponnesos (barat daya Yunani). Sparta sebagai diakui sebagai negara kota (polis) terkuat & diakui menjadi pemimpin bangsa Yunani. Sparta sudah sepantasnya memimpin perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Persia sebanyak 2 kali.

Tetapi, polis Athena yang berkembang pesat dengan sistem demokrasi & perdagangan bebasnya. Athena berhasil mengalahkan tentara Persia menggunakan taktik inovatif yaitu melemahkan bagian tengah buat mengepung tentara Persia pada Marathon pada tahun 490 SM. Tentara Sparta terlambat datang karena wajib merayakan tradisi keagamaan yg melarang berperang selama satu minggu.

Sepuluh tahun lalu, Raja Leonidas mengorbankan dirinya dan 300 prajurit terbaik Sparta buat mengulur saat pada beberapa hari selama tentaranya dan polis-polis Yunani mempersiapkan tentaranya. Pemimpin Athena, Themistocles, mendapat ramalan buat menciptakan ?Tembok kayu? Buat mengalahkan tentara Persia yang sangat poly. Sparta membangun tembok buat melindungi diri, sedangkan Athena menafsirkan lain menggunakan menciptakan angkatan laut yang sangat bertenaga. Angkatan Laut Athena berhasil menghancurkan kapal-kapal tentara Persia di Teluk Salamis.

Angkatan bahari yang sangat kuat ini jua dapat digunakan menjadi kapal dagang. Dominasi perdagangan bahari Athena pada Yunani menciptakan kekayaan yang berlimpah. Athena menggunakannya buat ?Menyogok? Banyak sekali kota kawan dagang untuk bergabung membangun Liga Delos (Delian League). Hal ini mengindikasikan bahwa kekuatan Sparta sudah bisa ditandingi oleh Athena.

Ketakutan Sparta akan kehilangan statusnya menjadi pemimpin bangsa Yunani & arogansi Athena yang sedang naik daun menciptakan interaksi mereka sebagai panas. Sedikit goresan dan kesalahpahaman saja dapat memicu perang akbar-besaran di seluruh Yunani. Hal ini terbukti menggunakan dikeluarkannya dekrit Megara oleh Athena. Megara hanyalah polis kecil yg beraliansi menggunakan Sparta, namun perdagangannya dikuasai oleh Athena. Hal ini mengakibatkan ekonomi Megara jatuh dan Megara memprotesnya kepada Sparta. Negosiasi untuk mencegah perpecahan pun gagal lantaran arogansi ke 2 belah pihak. Perang Pelloponesos pun dimulai dalam tahun 431 SM.

Kekuatan yg tidak sinkron antara Athena & Sparta menciptakan pertempuran berlangsung alot & usang. Sparta yg kuat dalam angkatan darat tidak bisa menembus tembok kota Athena, sedangkan Athena yang bertenaga dalam angkatan bahari tidak bisa menyerang wilayah sentra Sparta di tengah daratan. Salah satu kejadian yg mengejutkan adalah Pertempuran Pylos dan Sphacteria. 292 tentara Sparta yg saat dikepung seharusnya berjuang hingga titik darah penghabisan misalnya pendahulu mereka melainkan memutuskan buat menyerahkan diri.

Perang terus berlanjut hingga Sparta & sekutunya, berhasil membentuk angkatan bahari yg dengan pimpinan Lysander berhasil menghancurkan angkatan laut Athena di Aegospotami pada tahun 405 SM. Usaha membangun angkatan laut Sparta ini dibantu oleh pundi-pundi emas berdasarkan Persia yang menganut strategi devide et impera. Pada akhirnya, Athena berhasil dikalahkan setahun lalu dan antagonis dengan kemauan sekutu terbesarnya (Thebes & Korintus) untuk menghancurkan kota Athena, Sparta hanya membuatnya tunduk.

Hegemoni Sparta tidak berlangsung lama . Ketidaksukaan sekutu Sparta terhadap kebijakannya yang terlalu mendominasi dan imperialis, perang kembali pecah tetapi berhasil dipadamkan. Ironi terbesarnya adalah perdamaian dimediasi & ditegakkan sang Raja Persia, Artaxerxes II (King?S Peace atau Peace of Antalcidas) dalam tahun 387 SM. Sparta yang seharusnya sebagai pelindung bangsa Yunani dari agresi lawan sebagai boneka berdasarkan musuhnya sendiri.

Perang Pelopponesos yg berlangsung 27 tahun ini mengindikasikan akhir dari kejayaan kebudayaan Yunani Kuno. Perang ini sudah menghancurkan hampir semua huma pertanian, berbagai bangunan kebudayaan, dan membunuh ribuan rakyat yg dapat sebagai ilmuwan, filsuf, & budayawan. Jumlah pasukan elit Sparta merosot menurut 5,000 tentara pada masa Leonidas sebagai 2,800 tentara pada Pertempuran Mantineia dalam pertengahan perang hingga 700 tentara dalam Pertempuran Leuctra di mana kekuasaan Sparta akhirnya tunduk pada tangan kota Thebes dalam tahun 371 SM.

Tak hingga 80 tahun kemudian, seluruh Yunani berhasil dikuasai sang Aleksander Agung dari Makedonia yg tidak dianggap sebagai bangsa Yunani sepenuhnya.

Oleh: Stephen Halim

Sumber:

Campbell,  Duncan. Warrior 163: Spartan Warrior 735-331 BC.

De Souza, Phillip. Essential Histories 027: The Peloponnesian War 431-407 BC.

No comments:
Write comments