Sunday, June 14, 2020

Andres Bonifacio, pemimpin Revolusi Filipina

Andres Bonifacio adalah tokoh nasionalis dari Filipina. Dia dikenal sebagai pemimpin Revolusi Filipina yaitu upaya perlawanan masyarakat Filipina untuk memerdekakan diri berdasarkan pemerintahan kolonial Spanyol. Andres Bonifacio lahir pada 30 November 1863 di Tondo, sebuah wilayah yg berada di pinggiran kota Manila. Masa muda Bonifacio relatif berat lantaran pada usia yang masih sangat muda beliau telah ditinggal sang ke dua orang tuanya yg wafat karena penyakit. Akhirnya Bonifacio menggantikan kiprah orang tuanya sebagai tulang punggung keluarga untuk menghidupi saudara-saudaranya. Bonifacio bekerja pada beberapa perusahaan dagang asing.

Lantaran nir sempat melanjutkan pendidikannya maka Bonifacio menimba ilmu secara belajar sendiri dimana beliau jua tertarik dengan sejarah Revolusi Prancis. Pada tahun 1892, Bonifacio bergabung dengan Liga Filipina yg adalah gerombolan nasionalis Filipina yang didirikan oleh seseorang tokoh nasionalis bernama Jose Rizal yang bertujuan buat mewujudkan reformasi pemerintahan Spanyol pada Filipina. Karena aktifitas Liga Filipina meresahkan pemerintah Spanyol maka Spanyol menangkap pemimpin Liga Filipina yaitu Jose Rizal & mengasingkannya ke Mindanao.

Setelah ditangkapnya Jose Rizal, Andres Bonifacio mendirikan gerombolan Kataastaasang Kagalannalangang Katipunan ng mga Anak ng Bayan atau yg lebih dikenal dengan Katipunan. Bonifacio beserta Katipunan berjuang untuk membebaskan Filipina dari penjajahan Spanyol menggunakan melakukan perlawanan bersenjata. Kelompok Katipunan semakin terkenal pada mata warga Filipina dan Katipunan banyak mendapat anggota baru.

Pada tahun 1895 Bonifacio menjadi supremo atau pemimpin tertinggi Katipunan. Anggota Katipunan yang semula 3000 orang bertambah sebagai 30000 orang dalam tahun 1896 yang secara umum dikuasai anggotanya asal berdasarkan masyarakat menengah kebawah. Tahun 1896 Bonifacio menyatakan dimulainya gerakan perlawanan terhadap kekuasaan Spanyol dan gerakan perlawanan mulai menyebar ke seluruh penjuru Filipina.

Pada 23 Agustus 1896 Bonifacio mendeklarasikan dirinya sebagai presiden dan panglima pemerintahan revolusioner Filipina. Dia memerintahkan semua revolusioner pada penjuru di Filipina buat mengadakan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah kolonial Spanyol. Pada 30 Agustus 1896 Bonifacio memimpin eksklusif 8000 prajuritnya dalam Pertempuran San Juan del Monte yang adalah pertempuran pertama antara revolusioner Filipina melawan prajurit Spanyol.

Bonifacio menargetkan buat merebut ibukota Manila & pasukannya berhasil menduduki beberapa wilayah di lebih kurang Manila. Tetapi pasukan Spanyol dapat merebut balik wilayah yg ditaklukan oleh Katipunan dan sampai bulan Desember 1896 Bonifacio dan pasukannya terus mengalami kekalahan berdasarkan pasukan Spanyol.

Sementara itu faksi revolusioner yang dipimpin oleh Emilio Aguinaldo sukses meraih poly kemenangan menurut pasukan Spanyol. Karena menduga faksinya lebih sukses dari faksi Bonifacio maka Aguinaldo mendirikan pemerintahan tandingan buat menyaingi Bonifacio & pada 22 Maret 1897 lewat pemilu yang diselenggarakan sang faksi Aguinaldo, dia terpilih sebagai pemimpin revolusioner yg baru. Aguinaldo eksklusif menerima kepopuleran pada mata para revolusioner Filipina.

Bonifacio lantas menolak output pemilu dan tidak menduga pemerintahan Aguinaldo sebagai pemerintahan yang sah dan akhirnya Aguinaldo mengirim pasukannya buat menangkap Bonifacio. Bonifacio berhasil ditangkap & dijatuhi sanksi mangkat dalam 8 Mei 1897. Dua hari lalu Bonifacio menemui ajalnya ketika ditembak mangkat sang regu tembak pada Gunung Nagpatong. Bonifacio dianggap menjadi pemimpin pertama revolusi Filipina & keliru satu tokoh penting pada usaha kemerdekaan Filipina. Sebagai penghormatan atas jasanya setiap tanggal 30 November yg adalah lepas kelahirannya dijadikan hari libur nasional di Filipina.

Sumber: OA Historypedia Line

-Wellesley/Wellington

No comments:
Write comments