Rabu, 10 Juni 2020

Bentuk Argumen dalam Menjelaskan Hasil Penelitian

Deduksi (deduction) dan induksi (induction) adalah dua bentuk argumen yang sangat penting dalam penelitian. Ini berkaitan dengan hasil penelitian yang harus dijelaskan dengan argumen yang dapat diterima. Keduanya dapat diuraikan sebagai berikut:

Bentuk Argumen dalam Menjelaskan Hasil Penelitian

Deduksi

Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses pengambilan kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan yang benar dan valid. Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan alasan-alasan yang valid atau dengan menguji hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut proses deduksi (deduction) dan metodenya disebut metode deduktif (deductive method) dan penelitiannya disebut penelitian deduktif (deductive research). Proses deduksi selalu digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific).

Deduksi dikatakan sempurna apabila premis (alasan) dan konklusi benar & sahih, hal ini berarti:

1. Alasan (premis) yg diberikan buat konklusi harus sinkron menggunakan kenyataan (sahih).

Dua. Kesimpulan harus diambil berdasarkan alasan-alasannya (benar).

Berikut ini model sederhana tentang proses pengambilan kesimpulan dari konklusi:

Semua dosen yang telah mengikuti pelatihan metodologi penelitian dapat membuat proposal penelitian dengan baik (Premis 1).

Erlina adalah dosen yang telah mengikuti pelatihan metodologi penelitian (Premis 2).

Erlina adalah dosen yang dapat membuat proposal penelitian dengan baik (Konklusi).

Jika seluruh premis sahih dan pengambilan kesimpulan tidak keliru, maka proses deduksi dianggap valid. Konklusi hanya bisa diterima bila seluruh premisnya benar dan valid. Jika terdapat premisnya yang nir sinkron menggunakan fenomena, maka deduksinya tidak bisa diterima. Dari contoh yg diberikan di atas, ternyata Erlina sudah mengikuti training metodologi penelitian namun dia bukan dosen, maka premisnya tidak benar dan konklusinya ditolak.

Induksi

Induksi didefinisikan menjadi proses pengambilan kesimpulan (atau pembentukan hipotesis) yg berdasarkan dalam satu atau dua berita atau bukti-bukti. Pendekatan induksi sangat tidak sinkron menggunakan konklusi. Tidak ada hubungan yg bertenaga antara alasan & deduksi. Proses pembentukan hipotesis & pengambilan konklusi dari data yg diobservasi & dikumpulkan terlebih dahulu dianggap proses induksi (induction process )dan metodenya disebut metode induktif (inductive method ) dan penelitiannya diklaim penellitian induktif ( inductive research).

Dengan demikian pendekatan induksi mengumpulkan data terlebih dahulu baru hipotesis dibuat apabila diinginkan atau deduksi eksklusif diambil bila hipotesis nir dipakai. Proses induksi selalu dipakai dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif (naturalis). Penalaran induksi adalah proses berpikir yang berdasarkan konklusi umum dalam syarat khusus. Kesimpulan menyebutkan informasi sedangkan faktanya mendukung kesimpulan.

Contoh:

Teguh seseorang manajer pemasaran PT Pertamina di Kota Medan. Hasil penjualan pelumas di Medan paling rendah pada antara kota yang lain. Berdasarkan data ini kita dapat menarik kesimpulan ad interim (hipotesis) bahwa masalahnya merupakan Rudi kurang aktif dalam melakukan kenaikan pangkat . Tapi kita bisa membuat konklusi yg lain atau tidak sama atas dasar bukti-bukti lain, seperti:

  • Kemampuan menjual Teguh rendah sehingga efektivitas penjualan menurun.
  • Daerah pemasaran Teguh tidak memiliki potensi pasar yang sama dengan daerah lain.
  • Teguh kurang berbakat bekerja di bagian pemasaran produk pelumas.
  • Pesaing di wilayahnya mampu memberi informasi tentang kelebihan produk mereka sehingga konsumen lebih memilih membeli produk pesaing.

Semua hipotesis adalah induksi dari bukti catatan penjualan Teguh . Dalam hal ini, peneliti perlu mencari bukti yang diyakini kebenarannya. Sebagian akbar tugas peneliti merupakan menentukan jenis bukti yg dibutuhkan & mengukur bukti-bukti.

Tidak ada komentar:
Write komentar