Senin, 29 Juni 2020

Contoh Makalah Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Bahasa Indonesia – Pada contoh makalah dibawah ini mengangkat judul asal usul penggunaan bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia. Karena sekadar contoh, mohon kontribusi saran dan penyempurnaan bahasannya agar dapat memberi manfaat bagi setiap pembaca khususnya yang tengah menyelesaikan tugas-tugas makalah yang disyaratkan oleh dosen atau guru mata pelajaran bahasa indonesia.

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahasa sebagai indikator yg paling baik dalam menerangkan identitas kultural suatu bangsa. Dengan kata lain bahasa menampakan bangsa. Itu sebabnya krusial bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya menurut arus akbar penguasaan ?Bahasa Indonesia?. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan bukti diri bangsa Melanesia, yang selama ini ?Lebur? Pada ?NKRI? Dan pada poly hal justru mengalami Jawanisasi. Ini bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh Makalah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia sudah dinyatakan menjadi bahasa nasional dari tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan menjadi bahasa persatuan & memakai bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan antar etnis (lingua franca) yang sanggup merekatkan suku-suku yg ada di Indonesia. Dalam perdagangan & penyebaran agama pun bahasa Indonesia memiliki posisi yang penting.

Deklarasi Sumpah Pemuda menciptakan semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai menjadi bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yg tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat lantaran semua orang ingin menampakan jati dirinya menjadi bangsa.

Maka pada contoh makalah bahasa Indonesia ini kami mencoba buat menyajikan pembahasan mengenai asal bahasa Indonesia, pelantikan nama bahasa Indonesia & insiden-peristiwa penting yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.

B. RUMUSAN MASALAH

Untuk memudahkan pembahasannyamaka akan dibahas sub kasus sinkron dengan latar belakang diatas yakni sebagai berikut:

  1. Bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia ?
  2. Bagaimana proses Peresmian nama bahasa Indonesia?
  3. Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia?
  4. Peristiwa-peristiwa penting apakah yang berkaitan dengan bahasa Indonesia?
C.TUJUAN

Contoh makalah bahasa Indonesia ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia
  2. Mengetahui proses Peresmian nama bahasa Indonesia
  3. Mengetahui alasan bahasa melayu diangkat menjadi bahasa indonesia
  4. Mengetahui sejumlah peristiwa penting berkaitan dengan bahasa Indonesia

BAB II PEMBAHASAN

A. Sumber Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga saat ini terus membentuk istilah-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan berdasarkan bahasa daerah & asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku menurut bahasa Melayu yang pokoknya berdasarkan bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia yg pertama pada tahun 1939 pada Solo, Jawa Tengah bahwa, "jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja asal dari 'Melajoe Riaoe', akan namun jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, sampai bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat pada seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe sampai sebagai bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan sang kaoem pakar jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". Atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 pada Medan, Sumatra Utara, "...Bahwa asal bahasa Indonesia artinya bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia merupakan bahasa Melaju jang diadaptasi menggunakan pertumbuhannja pada masjarakat Indonesia".

Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia nir terlepas menurut eksistensi Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dulu telah dipakai sebagai bahasa mediator (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu nir saja digunakan pada Kepulauan Nusantara, tetapi jua digunakan hampir pada seluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti antik dari kerjaan pada indonesia yang ditulis menggunakan menggunakan Bahasa Melayu. Dan pasca saat itu Bahasa Melayu sudah berfungsi menjadi :

  • Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra
  • Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia
  • Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
  • Bahasa resmi kerajaan.
Jadi jelashlah bahwa bahasaindonesia sumbernya adalah bahasa melayu.

B.Peresmian Nama Bahasa Indonesia

Secara sejarah, bahasa Indonesia adalah salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur juga khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno.

Penggunaan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional merupakan usulan berdasarkan Muhammad Yamin, seseorang politikus, sastrawan, & ahli sejarah. Dalam pidatonya dalam Kongres Nasional ke 2 pada Jakarta, Yamin berkata bahwa : ?Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yg ada di Indonesia & kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yg bisa diperlukan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi berdasarkan dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan sebagai bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.

Secara Sosiologis kita bisa mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia resmi diakui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. Hal ini juga sinkron dengan buah ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu ?Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.? Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Republik Indonesia.

C. Alasan Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia.

Setidaknya ada empat faktor yg menjadi alasan mengapa bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia yaitu :

  1. Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  3. Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
  4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D.Peristiwa-Peristiwa Penting Berkaitan Dengan Bahasa Indonesia.

Sejumlah insiden krusial berkaitan menggunakan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci ini dia:

Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu sang Ch. A. Van Ophuijsen yg dibantu sang Nawawi Soetan Ma?Moer & Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab Logat Melayu.

Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit kitab -kitab bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), kemudian tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, misalnya Siti Nurbaya & Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang nir sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.

Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo memakai bahasa Indonesia pada pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya pada sidang Volksraad (dewan rakyat), seseorang berpidato memakai bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan.

Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya menjadi Pujangga Baru yg dipimpin sang Sutan Takdir Alisyahbana.

Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari output kongres itu bisa disimpulkan bahwa bisnis pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia sudah dilakukan secara sadar sang cendekiawan & budayawan Indonesia ketika itu.

Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah UUD 1945, yang keliru satu pasalnya (Pasal 36) tetapkan bahasa Indonesia menjadi bahasa negara.

Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yg berlaku sebelumnya.

Tanggal 28 Oktober?2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini adalah perwujudan tekad bangsa Indonesia buat monoton menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat menjadi bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.

Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan jua menggunakan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.

Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan & Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku pada semua daerah Indonesia (Wawasan Nusantara).

Tanggal 28 Oktober?Dua November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III pada Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain menunjukkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia dari tahun 1928, jua berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

Tanggal 21 ? 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV pada Jakarta dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa training dan pengembangan bahasa Indonesia wajib lebih ditingkatkan sehingga amanat yg tercantum di pada Garis-Garis Besar Haluan Negara, yg mewajibkan kepada seluruh rakyat negara Indonesia buat memakai bahasa Indonesia dengan baik dan benar bisa tercapai maksimal .

Tanggal 28 Oktober?3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V pada Jakarta yg dihadiri sang kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia berdasarkan semua Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, & Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya akbar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober?2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI pada Jakarta menggunakan peserta berjumlah 770 pakar bahasa berdasarkan Indonesia & 53 peserta tamu berdasarkan mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, & Amerika Serikat. Kongres mengusulkan supaya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya sebagai Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Pada Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas sanggup disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

Sumber bahasa indonesia adalah bahasa melayu

  1. Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.
  2. Bahasa Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
  3. Begitu banyak hal yang berkaitan dengan bahasa Indonesia yang menjadi dinamika perjalanan bahasa Indonesia sampai saat ini.
DAFTAR PUSTAKA

  • http://id.wikipedia.org
  • Kompor.blogdetik.com
  • Blog.wisma-bahasa.com
Demikianlah secara sederhana salah satu contoh makalah bahasa Indonesia. Contoh kata pengantar untuk kelengkapan makalah ini dapat dilihat pada contoh kata pengantar makalah bahasa Indonesia. Semoga membantu dalam penyelesaian tugas dari guru atau dosennya.

Tidak ada komentar:
Write komentar