Sunday, June 28, 2020

Ilmuwan Biologi di Masa Kejayaan Islam

Abu Uthman Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, merupakan nama lengkap Al Jahiz, lahir dalam Basra, Irak, pada tahun 776. Namanya berarti "mata bundar seperti ikandanquot;. Al Jahiz memang dilahirkan dari famili yang sederhana sebagai akibatnya beliau harus ikut berjualan ikan beserta ibunya dalam Kanal Basra.

Keterbatasan ekonomi nir memupus semangat Al Jahiz. Ia tumbuh sebagai seseorang humoris dan penuh rasa ingin memahami. Sebagai Muslim, dia gemar melewatkan saat di Masjid Besar Basra. Di sana, beliau belajar dari para ulama, membahas beragam pertanyaan & tidak sporadis berdebat.

Dia pun tidak sungkan buat bertemu & belajar berdasarkan penyair-penyair populer masa lalu, seperti Al- Asma'i, Abu Zayd, & Abu Ubuyda. Hasilnya, kemampuan bahasanya meningkat pesat. Dalam waktu singkat, Al Jahiz mahir berbahasa Arab. Kemampuan itu mendukungnya belajar lebih poly.

Karena dia haus akan ilmu pengetahuan, Al Jahiz berkelana ke berbagai wilayah, seperti Damaskus, Beirut, Samara, dan Baghdad. Ia lalu menetapkan untuk menetap & belajar. Ia hidup menurut menulis. Diperkirakan, dia sudah menulis 200 karya meski sekarang tersisa 30 saja.

Esai tentang kekhalifahan yg ia tulis menjadi tiket emas masuk ke lingkungan kalangan atas. Esai itu juga menyita perhatian Khalifah Al-Ma'mun, khalifah ke-7 Dinasti Abbasiyah. Ia poly berhubungan dengan tokoh politik terkemuka, termasuk sebagai orang agama Hakim Agung Ahmad bin Abi Du'ad.

Meski poly membaca Ariestoteles dan poly karya klasik Yunani Kuno, Al Jahiz punya gaya sendiri pada menulis. Ia getol menyematkan humor. Al Jahiz menganggap humor bukan hanya menjadi indera buat menghibur, melainkan juga sarana buat mengembangkan gagasan seluas mungkin.

Karya Al Jahiz yang paling berpengaruh adalah Kitab Al Hayawan (Kitab Hewan-fauna). Kitab itu ibarat sebuah ensiklopedia, memuat kurang lebih 350 spesies fauna yang terbagi dalam tujuh volume, dan dilengkapi menggunakan gambar-gambar dan penjelasan yang detail.

Kitab ini merupakan buku pertama yang mengungkap banyak sekali aspek biologi dan zoologi fauna, misalnya klasifikasi hewan, rantai kuliner, seleksi alam, & evolusi. Al Jahiz setidaknya telah menulis dengan kentara bagaimana hewan yang lebih akbar mampu menakuti hewan yg lebih mini ukurannya.

"Hyena bisa menakuti rubah atau hewan yg lebih mini ukurannya. Semua hewan kecil akan memakan fauna yang lebih kecil darinya & fauna yang lebih besar tidak bisa memakan yang lebih besar . Ini merupakan hukum eksistensi," tulisnya dalam buku tersebut.

Karya itu bahkan menggambarkan mimikri, cara komunikasi, dan tingkat kecerdasan serangga, & hewan lainnya. Al Jahiz menyebutkan dengan detail konduite semut pada bekerja sama, bagaimana mereka menyimpan gandum pada sarang dan menjaga agar tak busuk ketika hujan.

Al Hayawan memuat 3 hal penting pada evolusi yang juga dituliskan oleh Charles Darwin pada Thye Origin of Species. Menurut Al Jahiz, hewan-hewan berjuang buat tetap bertahan hidup, bertransformasi menjadi spesies, & mengatasi faktor-faktor lingkungan.

Al Jahiz percaya bahwa satu spesies bisa mengalami transformasi secara jangka panjang sehingga memunculkan spesies baru. "Orang mengatakan majemuk mengenai keberadaan fauna berkaki empat. Beberapa menerima perubahan & melahirkan keberadaan anjing, serigala, rubah, dan kerabatnya. Keluarga itu asal dari orang makhluk yang sama," demikian ditulisnya.

Kitab Al-Hayawan yg berpengaruh sebagai acuan bagi para ahli hewan & pemikir evolusi di Eropa. Miguel As?N Palacios, seorang ilmuwan dan rahib Katolik, mengungkapkan, karya Al Jahiz sangat berarti bagi perkembangan sains, terutama zoologi.

Menjelang akhir hidupnya, Al Jahiz menderita kelumpuhan total dalam satu sisi tubuhnya (hemiplegia). Ia tetapkan purna tugas & pulang ke tempat kelahirannya, Basra. Pada bulan Desember 868 waktu usianya 93 tahun, beliau mangkat global. Diduga, dia tewas global karena cedera dampak tertindih rak bukunya.

Sumber: OA Historypedia Line

penulis: -Hürrem Sultan

Bourbon

No comments:
Write comments