Monday, June 29, 2020

K.H. Assad Humam, Sang Kakek Legendaris di Buku Iqra

Pernahkah kalian memperhatikan sampul belakang buku Iqro yg dipakai untuk belajar mengaji? Pastinya kalian akan menemukan seorang kakek yang berdiri sembari memegang tongkat, beliau adalah K. H. As?Ad Humam.

Tak banyak yang mengenal seorang K. H. As’ad. Tapi meski begitu, buku metode  Iqro yang ia susun bersama Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta sudah ke pelosok negeri bahkan ke luar negeri.

Beliau adalah putra dari H Humam Siradj, lahir pada tahun 1933 sebagai anak kedua dari 7 bersaudara. Beliau  tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Sejak remaja, beliau sudah mengalami cacat fisik sejak remaja. Penyakit pengapuran tulang mengharuskannya menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun.

Beliau bukan seorang akademisi yang lulus menurut pesantren. Beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP). Beliau berprofesi menjadi pedagang imitasi dalam pasar Bringharjo, tempat Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan menggunakan KH Dachlan Salim Zarkasyi yang pula mengantarkannya mengenal metode Qiroati.

Dari sini terdapat gagasan-gagasan KH As?Ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah bagi santri yg belajar Al Quran. Mulailah KH As?Ad Humam bereksperimen dan ia usulkan pada KH Dachlan Zarkasyi. Tetapi gagasan-gagasan tadi seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama buat dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati merupakan inayah menurut Allah sebagai akibatnya nir perlu terdapat perubahan. Hal inilah yang dalam akhirnya berakibat ke dua tokoh ?Berkonflik?. Sehingga dalam akhirnya muncullah gagasan KH As?Ad Humam buat menyusun metode Iqro ini.

Awalnya metode Iqro hanya menggunakan perantara menurut mulut ke ekspresi, namun karena ketekunan KH As?Ad, metode Iqro mampu dikembangkan secara luas & diterima baik sang warga pada Indonesia bahkan di dunia internasional.

Banyak para penguji mencoba mengadakan pengujian terhadap keakuratan metode ini, selain metodenya yg sederhana, metode iqro juga memudahkan buat mengusut Al-Qur?An. Setelah melalui studi banding & ujicoba tersebut, maka pada lepas 21 Rajab 1408 H, bertepatan menggunakan tanggal 16 Maret 1988, didirikanlah Taman Kanak-Kanak Al-Qur?An (TKA) AMM Yogyakarta. Setahun lalu, tepatnya lepas 16 Ramadhan 1409 H (23 April 1989) didirikan jua Taman Pendidikan Al-Qur?An (TPA) AMM Yogyakarta.

Dan pada tahun 1991 Menteri Agama RI, H Munawir Sjadzali MA, TKA /TPA yg didirikan K.H. As?Ad Humam di kampung Selokraman Kotagede Yogya menjadi balai litbang LPTQ Nasional. Dan selanjutnya, perkembangan Iqro? Pun meluasa tidak hanya di di Yogyakarta Dan Jawa Tengah saja namun telah sampai ke pelosok-pelosok tanah air & mancanegara. Bahkan di Malaysia, metode Iqro ditetapkan sebagai kurikulum harus pada sekolah.

Semua itu bisa menggairahkan kembali umat Islam buat memeriksa Al-Quran. Bahkan berdasarkan data yg terdapat dalam Balai Penelitan & Pengembangan (Balitbang) Lembaga Pengajaran Tartil Quran (LPTQ) Nasional di Yogyakarta, tercatat pada tahun 1995 diseluruh Indonesia sekitar telah tumbuh unit-unit TKA-TPA sebesar 30.000 unit menggunakan santri mencapai 6 juta anak (Balitbang LPTQ Nasional: 1995). Tak hanya di pada negeri, buku Iqro ini pula sudah digunakan di luar negeri seperti negeri Jiran Malaysia, Singapura, Bruney Darussalam, Arab Saudi, bahkan Amerika.

K.H. As?Ad Humam telah wafat Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun

sumber: OA Historypedia Line

penulis: Hurrem Sultan

Bourbon

No comments:
Write comments