Saturday, June 20, 2020

Konflik Kamboja VS Vietnam

Penyebab Pertarunga Kamboja Vietnam

Pada bulan Mei 1976, Vietnam mencoba untuk mempertimbangkan kembali perbatasannya dengan kamboja, khussnya kawasan maritim. Tindakan vietnam di indikasi akan merebut wilayah tersebut. Kamboja memandang upaya vietnam sebagai suatu pelanggaran terhadap  persetujuan yang pernah dibuat tahun 1966. Pada pertengajan tahun 1977 vietnam menunjuk Duta Besarnya yang ada di Phnom Penh untuk mengetuai sebuah delegasi ke konferensi hukum laut internasional. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Vietnam menuntut hak atas suatu zone ekonomi lepas pantai yang ditentang Kamboja. Masalah lainnya adalah masalah batas yanga ada pada peta-peta sebelumnya sebagai "daerah berbentuk kontak" yang termasuk ke dalam propinsi.

Klaim daerah sang Kamboja yg lalu mengakibatkan tingginya korban sipil vietnam di wilayah itu. Hampir 50% korban sipil jatuh dalam garis perbatasan itu pada tahun 1977. Vietnam menuduh Kamboja, khusus di wilayah ini, sudah menyerang penduduk Vietnam dengan sengaja guna mengubah komposisi penduduk setempat, & menggunakan banyak sekali cara mengusahakan supaya penduduk berbangsa khmer sebagai gerombolan mayoritas. Daerah tadi merupakan salah satu loka berlindung pasukan-pasukan Vietnam yang penting semasa perang Indochina ke 2 melawan AS. Kawasan itu tidak hanya ditinggali oleh prajurit vietnam, tetapi juga rakyat sipil. Kenyataan-fenomena tersebut pada atas menimbulkan pertarungan yang sangat menggelisahkan orang-orang Kamboja yg mencoba merebut daerah yg dianggap sebagai miliknya.

Sejak bulan April 1978, para pemimpin Khmer secara eksplisit mengkampanyekan bagaimana cara "mempertahankan ras Kamboja berdasarkan planning-rencana bangsa Vietnam buat merebut semua wilayah Kamboja dan menghapus ras Kamboja ini pada jangka ketika yg sudah ditentukan. Telah dikemukakan jua berulang kali keharusan "mempertahankan kebesaran nasional & ras kamboja demi kelestarian hidupnya". Menurut kamboja, telah sebagai keharusan bagi Kamboja buat berjuang melawan Vietnam, yg dipercaya ingin menguasai Kamboja. Kamboja menganggap bahwasanya perbatasan-perbatasannya nir boleh dilanggar, nir boleh disentuh ataupun diubah. Hal inilah yg sebagai galat satu pemicu terjadinya konflik perbatsan yang sengit antara Kamboja & Vietnam dalam tahun 1978. Provokasi Pol Pot dengan cara menyerang masuk ke wilayah yang dianggap Vietnam miliknya ini dibalas Vietnam menggunakan suatu agresi kembali akbar-besaran menggunakan mengerahkan ribuan tentaranya dalam Bulan Januari 1979, & menggunakan cepat menguasai Kamboja.

Keterlibatan Cina dalam Pertarunga Kamboja Vietnam

Pertarunga tersebut pula ditentukan sang hubungan China menggunakan Kamboja. Setiap pergantian kekuasaan di Kamboja, turut mensugesti corak hubungan mereka. Hubungan China-Kamboja Sudah terjalin sejak masa pemerintahan Shihanouk, tetapi sempat putus ketika Pemerintahan Lon Nol. Hubungan Cina-Kamboja kembali membaik waktu Khemer mengambil tampuk pemerintahan dalam tahun 1975. Cina memberikan bantuan militer kepada Kamboja yang dalam saat itu sedang mengalami konflik menggunakan vietnam. Dukungan Cina saat itu didasari sang situasi Indocina yg membahayakan kepentingan keamanan Cina yang menyangkut:

1. Masalah strategis mengenai kemungkinan terbentuknya kesatuan Indocina di bawah efek Vietnam yg memiliki kekuatan militer yg nir mampu diabaikan.

2. Kekhawatiran Cina bahwa  pada akhirnya keseluruhan Indocina akan jatuh ke dalam pengaruh Soviet.

Menurut Cina "hubungan khusus" yang diinginkan Vietnam terhadap Laos dan Kamboja merupakam perwujudan dari tujuan intervensi Vietnam pada Indocina yg didukung sepenuhnya oleh Soviet. Sang karenanya Ia membantu Kamboja menggunakan asa bisa menghalangi maksud-maksud Soviet tadi. Dukungan Cina terhadap pemerintah khmer Merah terutama dalam bentuk donasi ekonomi dan militer.

Konflik dengan Vietnam, juga dijadikan alasan bagi Cina buat tetap mendukung negara yang bermusuhan menggunakan Vietnam. Hubungan Cina menggunakan Vietnam memburuk saat Vietnam mendapat usul Sistem keamanan kolektif menurut Uni Soviet, yang dipercaya Cina menjadi taktik Soviet mengepung Cina. Hubungan ini memburuk waktu Vietnam menjadi anggota Comecon (Comumunist Economy Cooperation/Kerjasama ekonomi negara-negara komunis) & menandatangani perjanjian keamanan bersama selama 20 tahun. Permusuhan Cina dengan Soviet diawali dengan dicetuskannya usul Sistem Keamanan Kolektif Asia oleh Leonid Breznev dalam tahun 1969. Usul ini bisa mengisolasi Cina dan mencari pengakuan atas kiprah uni Soviet dAsia.

Perbedaan pemahaman antara Soviet dan Cina tentang komunisme dan sengketa wilayah perbatasan berkembang menjadi permasalahan terbuka semenjak dekade 1960. Sementara itu, AS nir poly bereaksi atas rezim Polpot dan perseteruan tersebut. Karena pada masa itu, hubungan AS-Cina mulai membaik. Bagi Alaihi Salam, mendukung Cina akan melemahkan posisi Uni Soviet di dunia Internasional.

Peran ASEAN pada Pertarunga Kamboja Vietnam

Pada tangal 17-18 juni 1981 ASEAN mengeluarkan pandanganya dalam rendezvous pada Manila. Sebelumnya pandangan-pandangannya ditolak Vietnam. Hasil komunike ini nir jauh menggunakan resolusi PBB no. 35/6 tahun 1980. Namun diantara beberapa poin usulan, masih ada 3 poin usulan yg baru, yaitu:

1. Pengiriman pasukan damai PBB ke Kamboja.

2. Penarikan mundur seluruh pasukan asing berdasarkan Kamboja dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dibawah supervisi pasukan PBB

3. Pelucutan senjata semua kelompok Khmer segera selesainya pasukan asing ditarik dari kamboja.

Sebelumnya Resolusi dari ASEAN selalu ditolak pihak Vietnam. Namun, Resolusi kali ini, yaitu Resolusi No.35/6 1980, ASEAN Telah berhasil mengangkat masalah kamboja dari masalah regional menjadi maslaah internasional. Tanggal 13 Juli 1981, di markas besar PBB, New York, diadakan konferensi Internasional tentang Kamboja (International Conferemceon Kampuchea). Untuk menyelesaikan masalah kamboja berikutnya, ASEAN berusaha mendorong 3 kelompok perlawanan Anti-Vietnam agar membentuk suatu pemerintahan koalisi anti-pemerintahan Heng Samrin. Langkah ini diusulkan ASEAN karena selama ini  resolusi-resolusi PBB tidak pernah diindahkan Vietnam. Cina pun mendekati ASEAN untuk menangani masalah tersebut. Cina dan ASEAN mempunyai kepentingan yang sama dalam masalah Kamboja, yaitu pertama adalah menginginkan pasukan vietnam ditarik keluar wilayah Kamboja. dan yang kedua adalah tetap memberikan pengakuan kepada pemerintah Pol Pot dengan tetap mendukung posisi demokratik Kamboja di PBB sebagai perwakilan Kamboja yang sah disana.

Ketika Kamboja berhasi dikuasai Vietnam, dan dilanjutkan dengan mendirikan pemerintahan Heng Samrin pada tahun 1979.  Suara ASEAN yang diwakili oleh Perdana Menteri Singapura Siunathamby Rajaratnam menyatakan bahwa ASEAN mendukung ketiga kekuatan di Kamboja yang terdiri dari semua unsur di atas pimpinan Son San. Rajaratnam juga menyatakan bahwa ASEAN sebagai organisasi regional yang anti terhadap komunis, tetapi bukan bertujuan menghancurkan Vietnam. ASEAN hanya menginginkan agar Vietnam menarik pasukannya dari Kamboja, tanpa syarat apa pun. Selanjutnya, ASEAN bersedia menerima segala keputusan rakyat Kamboja. apakah mereka memilih Heng Samrin yang berkuasa atas dukungan Vietnam atau memilih Pol Pot yang didukung rezim Khmer.

Akhir berdasarkan Konflik Kamboja

Untuk memecahkan perkara Kamboja, global Internasional melakukan aneka macam upaya. Pada bulan Juli 1988 di Istana Bogor (Indonesia), berkumpul aneka macam pihak yg terlibat dan berkepentingan dalam penyelesaian masalah Kamboja. Acara itu dikenal menggunakan Jakarta Informal Meeting (JIM). Pada bulan Februari 1989, rendezvous itu dilanjutkan dengan mengadakan JIM II yg mengundang harapan buat bisa mencapai kesepakatan pada antara semua pihak. Walaupun bersifat informal (tidak resmi), namun rendezvous itu berhasil menemukan 2 perkara yang dipercaya penting pada penyelesaian kasus Kamboja. Kedua perkara itu merupakan sebagai berikut. Penarikan pasukan Vietnam menurut Kamboja akan dilaksanakan pada kaitannya menggunakan penyelesaian politik menyeluruh. Vietnam mulai memberikan janji dan bersedia menarik pasukannya dari Kamboja.

Munculnya upaya buat mencegah kembalinya rezim Pol Pot yg semasa berkuasa di Kamboja sudah melakukan pembantaian keji terhadap kurang lebih sejuta rakyatnya, Upaya menuntaskan perseteruan Kamboja mulai memasuki tingkat internasional, yaitu dengan merogoh loka di Paris. Dalam konferensi ini hadir wakil menurut 20 negara, termasuk ASEAN dan lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB. Konferensi ini disebut dengan ICK (International Conference on Kampuchea atau Konferensi Internasional mengenai Kamboja). Konferensi berlangsung tanggal 30 ? 31 Juli 1989. ICK diharapkan bisa membangun sebuah badan yang mengawasi penarikan mundur pasukan Vietnam berdasarkan Kamboja & melakukan perjanjian perdamaian. Tetapi, para pengamat percaya bahwa keberhasilan ICK bergantung pada hasil rendezvous sebelumnya pada lepas 24 ? 25 Juli 1989. Perjalanan panjang upaya penyelesaian kasus Kamboja akhirnya menemui titik harapan perdamaian. Pada tahun 1991, pasukan perdamaian PBB memprakarsai gencatan senjata pihak-pihak yang bertikai. Pada tahun itu juga, Pangeran Norodom Sihanouk kembali duduk menjadi kepala negara. Pada tahun 1993, Pangeran Norodom Sihanouk diangkat sebagai Raja, dan kemudian diadakan pemilihan umum. Dalam pemilihan generik itu, Norodom Ranariddh & Hun Sen terpilih sebagai perdana menteri.

Bourbon

No comments:
Write comments