Jumat, 26 Juni 2020

Lomba Bagi Pendidikan Anak Usia Dini. Perlukah?

Lomba atau kompetisi yang ditujukan buat pendidikan anak usia dini memang marak di masyarakat kita dewasa ini. Dari mulai lomba foto Balita, lomba menggambar & mewarnai, lomba nyanyi dan menari, dan masih poly lagi. Sehubungan menggunakan ini, ada beberapa temuan output penelitian yg bisa dijadikan rujukan.

Seorang ahli menurut Amerika Serikat, Lilian Katz, PhD, mantan presiden National Association for the Education of Young Children (NAEYC), menyampaikan bahwa pendidikan di Barat justru sudah usang meninggalkan cara-cara kompetisi yang cenderung membuat anak egois.

Menurutnya, Barat kini belajar berdasarkan Timur yg lebih mengedepankan & menumbuhkan sifat gotong-royong & kerjasama positif. Tapi lalu mereka menjadi kaget karena pada Timur ? Khususnya Indonesia - yg terjadi malah kebalikannya meninggalkan gotong-royong & menggalakan beraneka lomba.

Sehubungan menggunakan pendidikan anak usia dini ini, Dr Pamela Phelps, Direktur Creative School Florida, sangat tidak menganjurkan lomba di anak usia dini. Menurutnya, dunia sebagai sangat kompetitif lantaran lomba diajarkan semenjak dini. Padahal, untuk menjaga keberlangsungan dunia dibutuhkan sifat kerjasama saling mendukung dan melindungi, bukan menggunakan saling mengalahkan. Banyak efek jelek dari perlombaan buat anak usia dini. Hanya sedikit anak yang menerima predikat juara & merasa hebat, namun mematikan sebagian akbar anak lainnya. Anak mampu kehilangan rasa percaya diri, merasa nir mampu, & kemungkinan ia memiliki kosep diri yg negatif.

Lomba Bagi Pendidikan Anak Usia Dini. Perlukah? Ada banyak area yang wajib dibangun pada diri anak, baik itu kognisi, bahasa, sosial, afeksi, fisik, keindahan, matematika, & spasial. Setiap anak berbeda dalam bagian mana yg paling menonjol. Apabila anak danggap hebat atau diberi bintang hanya buat area eksklusif, sangatlah tidak mewakili. Penting bagi anak, buat merasa bisa dalam poly hal. Hal itu akan menentukan kesuksesannya pada masa tiba. Jangan sampai poly potensi yg terpangkas hanya lantaran lomba-lomba sederhana yg ia ikuti hanya dengan dalih kebutuhan pendidikan anak usia dini.

Source : Content Team

Tidak ada komentar:
Write komentar