Tuesday, June 30, 2020

Mengenal Alexander Agung

Raja Alexander III berdasarkan Macedonia mungkin adalah ahli strategi militer terbaik pada global masa silam lantaran menaklukan wilayah yang membentang menurut Yunani hingga mesir dan melewati apa yg kini dianggap wilayah Turkey, Iran & Pakistan. Kombinasi strategi militer dan politik yg baik, Alexander menghabiskan 13 tahun menyatukan wilayah Barat & Timur melalui kekuatan militer dan kebudayaan. Reputasi Alexander meroket sebagai akibatnya waktu kematiannya pada umur 32 tahun dia dicermati seperti Dewa. Hal inilah yang membuat para sejarawan sulit memisahkan berita & mitos pada kehidupan Alexander.

Ia Diajarkan oleh Artistoteles dan Filsuf Lain

Alexander Tidak Pernah Kalah dalam 15 Tahun Penaklukannya

Ia Menamakan 70 Kota Berdasarkan Dirinya, Bahkan Kuda Miliknya

Alexander Selalu Wangi

Kematian Alexander Menjadi Misteri Terbesar pada Hidupnya

Tubuh Alexander Diawetkan dengan Madu

Alexander and Diogenes (Credit: Getty Images)

Ayah Alexander, Phillip II Macedonia, menyewa Aristoteles, salah satu filsuf terbaik masa itu untuk mengajari Alexander kecil.berumur 13 tahun. Sedikit yang diketahui mengenai tiga tahun pengajaran  Bertahun-tahun kemudian di India, Alexander menahan ekspansi demi belajar lebih banyak kepada gymnosophists, “filsuf telanjang” dari umat Hindu atau Jain yang menolak kenikmatan dunia, termasuk pakaian.

Strategi hebat Alexander masih dipelajari pada materi ketentaraan sampai kini . Semenjak kemenangan pertamanya pada umur 18, ia menerima reputasi baik dalam memimpin pasukannya menggunakan lincah, menciptakan pasukan kecil menusuk garis pertahanan bahkan sebelum musuhnya siap. Setelah mengamankan kerajaannya di Yunani, tahun 334 M, Alexander menyebrang ke Asia tepatnya Turki dimana ia memenangi berbagai pertempuran dengan tentara Persia pada bawah pimpinan Darius III. Inti kekuatan pasukan Alexander adalah 15.000 ahli pedang dengan tombak sepanjang 20 kaki yang diklaim sarissa.

Alexander merayakan kemenangannya dengan membangun banyak kota (umumnya dibangun di lebih kurang benteng militer), salah satu yg populer adalah Alexandria. Kota yg paling dikenal ini berada di tepi sungai Nil ini dibangun tahun 331 M., dan sekarang merupakan kota terbesar ke 2 di Mesir. Kota-kota taklukannya berjajar rapih di sepanjang Turki, Iran, Afghanistan, Tajikistan dan Pakistan. Di dekat area pertempuran Hydaspes?Pertempuran tersulit melawan bangsa India?Alexander membentuk kota Bucephala, nama kuda favoritnya yang meninggal dampak konflik disana.

.Pandangan Pertama Membuatnya Menikahi Roxanne

Setelah penaklukan luar biasa tahun 327 M pada kota Sogdia, Alexander yg ketika itu berumur 28 tahun berkeliling disana ketika Roxanne, puteri menurut seorang Suci Bactrian, menatap matanya. Segera sesudah prosesi pernikahan, dia memotong roti dengan pedangnya & memberikannya pada istrinya. Roxanne melahirkan keturunan Alexander, Alexander IV, nir usang sesudah kematian Alexander yg Agung.

Plutarch yg menulis kisah Alexander 400 tahun sehabis kematian pemimpin akbar tadi menulis bahwa aroma tubuh Alexander sangat wangi seperti parfum yg dipakainya.

 Alexander Mulai Berpakaian Seperti Orang Persia Setelah Menaklukannya

Enam tahun sehabis penyerangan habis-habisan ke kekaisaran Persia, tahun 330 A.D. Alexander menaklukan Persepolis, pusat kebudayaan Persia. Sadar bahwa cara terbaik mengelola kekuasaan Persia merupakan menjadi misalnya seorang Persia, Alexander mulai memakai baju ala bangsawan Persia. Tahun 324 dia mengadakan pernikahan massal di kota Susa dimana ia memaksa 92 pemimpin Macedonia menikahi wanita Persia (Alexander menikahi Stateria dan Parysatis)..

Tahun 323 SM, Alexander Agung sakit sesudah meminum wine pada sebuah pesta. Dua minggu lalu, laki-laki yg berumur 23 tahun tadi mangkat . Mengetahui bahwa ayah Alexander mangkat lantaran dibunuh pengawalnya, kecurigaan mengalir di lingkungan dekat Alexander, terutama kepada Jenderal Antipater & anaknya yakni Cassander (nantinya beliau terlibat pada penghilangan nyawa janda Alexander & ananya). Beberapa penulis biografi kuno bahkan berspekulasi bahwa Aristoteles yg mempunyai hubungan dengan famili Antipater terlibat. Saat ini pakar medis berspekulasi bahwa malaria, infeksi paru-paru, gagal liver atau tifoid mungkin mengakibatkan dirinya meninggal.

Plutarch melaporkan bahwa jasad Alexander sebenarnya dibalsam di Babilonia sang pakar pembalsaman Mesir, namun sejarawan Mesir A. Wallis Budge berasumsi bahwa jasad Alexander masih terolesi madu buat menghindari pembusukan. Satu atau dua tahun selesainya kematian dirinya, jasadnya dikirim balik ke Macedonia hanya buat upacara kerajaan dan pulang dikirim ke Mesir dibawah perintah Ptolermy I, galat satu mantan jenderalnya. Melihat bahwa yang mengawal jenasah Alexander merupakan dirinya, dapat diketahui dirinyalah yg akan menjadi pewaris takhta kekaisaran berikutnya.

Disadur menggunakan pengubahan menurut laman

http://www.History.Com/news/history-lists/eight-surprising-facts-about-alexander-the-great

Bourbon

No comments:
Write comments