Friday, June 12, 2020

Netralitas Swiss saat PD II, part 3 Perdagangan dengan Negara Netral

Perdagangan dengan negara netral dengan pihak-pihak yang bertikai diizinkan berdasarkan peraturan tradisional ini, bahkan untuk penjualan senjata. Satu-satunya batasan dibawah Konferensi Den Haag adalah, pertama  bahwa pembatasan penjualan diterapkan secara tidak memihak sehingga tidak membeda-bedakan antara kedua belah pihak dan, kedua, bahwa pemerintah itu sendiri tidak menjual kepada pihak yang berperang. Aturan ketiadaan sebenarnya bisa menghasilkan konsekuensi berbeda jika situasi geografis / militer menguntungkan seseorang yang berperang. Keputusan Swiss pada musim gugur tahun 1939 untuk menjual senjata untuk sementara waktu dilebihkan ke Prancis dan Inggris, yang telah memesan dalam jumlah besar untuk senjata anti-pesawat Oerlikon 20mm.

Jatuhnya Prancis memberi keuntungan bagi Jerman pada pembelian senjata selanjutnya, lantaran hanya mungkin menyelundupkan sejumlah mini komponen spesifik ke barat semenjak waktu itu sampai animo panas tahun 1944. Sebagai perbandingan, selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri AS, Lansing mengungkapkan pada duta akbar Austro-Hungaria bahwa Amerika Serikat bermaksud melanjutkan kebijakan menjual senjata ke semua pihak yg berperang & bahwa, bila nir poly penjualan dilakukan ke Jerman atau Austria, mereka dapat menangani kasus ini dengan AL Inggris.

Orang terlihat marah waktu melihat tulisan-goresan pena saat ini mengenai Swiss selama perang berdagang dengan Jerman. Ini tidak hanya legal, naun jua tidak terelakkan. Dari trend panas tahun 1940 hingga demam isu gugur 1944, Swiss dikelilingi sang negara-negara yg mendukung Jerman. Sebagai negara yg berpenduduk 4.2 juta jiwa, negara ini hampir tidak mampu. Sebelum perang, Swiss hanya bias menghasilkan kurang lebih 1/2 berdasarkan persediaan makanannya. Pada sebagian akbar selama perang, warganya hayati menggunakan jatah makan yg sedikit sebanding dengan negara-negara yg berperang. Ini pula membutuhkan batubara, produk minyak bumi & bahan mentah untuk menyuplai pabriknya dan bisa menyediakan lapangan kerja. Ada pertanyaan berdasarkan Kamp Jerman bahwa Swiss sangat diperlukan buat usaha perang ekonomi Jerman, khususnya bantuan pembiayaannya.

Ketergantungan itu timbal kembali, karena Swiss tidak dapat bertahan tanpa persediaan dari Jerman.

Dua hal dapat dicatat tentang perdagangan itu: Pertama, perdagangan itu, bagaimanapun, bersifat bilateral. Sementara Swiss memasok senjata, listrik dan mesin Jerman kepada Jerman, orang-orang Jerman mengirim barang-barang ke Swiss yang berguna untuk usaha perangnya. Sebagian kecil dari ekspor Jerman membayar barang-barang tak terlihat di pihak Swiss, seperti bunga pinjaman dan premi asuransi, tidak ada gunanya untuk usaha perang. Oleh karena itu, menganggap ekspor Swiss hanya sebagai keuntungan bersih bagi usaha perang Jerman adalah salah. Kedua, Sekutu diinformasikan sepenuhnya tentang perdagangan Swiss dengan Jerman, sama seperti Jerman tetap mengetahui perdagangan Swiss dengan Sekutu. Karena ada serangkaian kesepakatan, yang diperbaharui sekitar dua kali dalam setahun, antara Swiss dan Jerman dan Swiss dan Sekutu, masing-masing dapat dikatakan telah menyetujui perdagangan dengan musuh tersebut. Persetujuan itu diperlukan karena tentara Jerman bisa melarang semua lalu lintas melintasi wilayah mereka dalam bentuk blokade balasan. Sekutu, sementara wilayah yang mereka kendalikan tidak bersebelahan dengan Swiss, dapat mencegahnya melakukan perdagangan dengan netral, dan juga dirinya sendiri, melalui sistem "navicert" Inggris dan diam-diam  memasukkan ke daftar hitam perusahaan Swiss yang melakukan bisnis dengan Jerman.

~Juutilainen

asal: OA 20th Century History

Bourbon

No comments:
Write comments