Tuesday, June 23, 2020

Restorasi Meiji, Lompatan Besar Bangsa Timur

Aspek Sosial Budaya Era Tokugawa
Dimulainya Restorasi Meiji

Dalam masa Tokugawa (Edo) yang berjaya mulai 1603 hingga 1867 M, akan sebagai bentuk pemerintahan Jepang kuno yg terakhir sebab kebudayaan dan masyarakat sebelum tahun 1868 berupaya menjatuhkan rezim keshogunan Tokugawa dan mendorongnya menuju era modernisasi Jepang. Dinasti keshogunan Tokugawa bertahan hingga 250 tahun membawa kedamaian dan kemakmuran bagi Jepang, termasuk kebangkitan kelas pengusaha dan massifnya urbanisasi. Untuk menjaga hal tersebut menurut pihak asing, negeri Jepang bahkan menganut politik isolasi terhadap kebudayaan Barat, terutama agama Kristen. Tetapi ketika melemahnya impak Keshogunan Tokugawa di akhir abad-19, dua klan paling berkuasa di Jepang bersekutu tahun 1686 & mengkudeta Shogun sebagai bagian berdasarkan ?Restorasi kekaisaran? Buat Kaisar Meiji. Restorasi Meiji berkembang di seluruh negeri & mengakhiri feodalisme di Jepang, serta membawa Jepang menyongsong restorasi kebudayaan, politik & rakyat.

Selama abad-16, kekuasaan Jepang terbagi atas peperangan besar antara militer menggunakan bangsawan Jepang (Daimyo) hamper selama seabad. Kemenangan keshogunan Jepang berlanjut sampai Pertempuran Sekigahara tahun 1600, namun Tokugawa Ieyasu dengan cepat menyatukan kekuatan yg berasal menurut militer Istana Edo (Tokyo). Kekaisaran lalu menyerahkan kekuasaannya pada Tokugawa Ieyasu menjadi shogun (pemimpin militer) tahun 1603,berdirilah dinasti yang akan memerintah jepang selama dua setengah abad berikutnya.

Fakta Unik: Hanya berselang tuhuh tahun setelah era Meiji berakhir, Jepang baru yang modern dikenal sebagai “lima penguasa” (bersama Inggris, Amerika, Perancis, dan Italia) selama perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I.

Awalnya, rezim Tokugawa memfokuskan kepada restrukturisasi masyarakat,pemugaran hubungan Internasional sesudah seabad konflik terjadi. Struktur politik yang didirikan Shogun Ieyasu dan penguatan tentara keturunannya selama era para penerusnya, yakni anaknya Hidetada dan cucunya yakni Iemitsu, menciptakan para daimyo tunduk kepada Shogun dan membatasi kekuatan daimyo.

Kecurugaannya kepada intervensi & dampak asing, penyebaran Kristen pada Jepang mengantarkan rezim Tokugawa kepada penekanan terhadap 300.00 umat Kristen dampak pemberontakan kaum Kristen di teluk Shimabara tahun 1637-1638, dalam ketika itu keyakinan ini dihentikan. Agama resmi dinasti ini adalah Konfusianisme yg merupakan agama yang mencerminkan budaya kesetiaan dan loyalitasnya. Upaya dinasti Tokugawa Jepang membendung dampak asing merupakan mencegah para pedagang Jepang berdagang ke luar negeri. Langkah politik isolasi ini terjaga hingga 200 tahun berikunya, terkecuali perdagangan pada pedagang Belanda di Nagasaki. Di ketika yg sama, mereka pula menjalin interaksi erat menggunakan Cina dan Korea, menjafikan China sebagai pemimpin hubungan tadi.

Paham Konfusianisme baru menjalar pada Jepang selama era Tokugawa yang mengubah tatanan masyarakat menjadi empat kelas social yakni para Kesatria (samurai), artis, petani dan pedagang, terlebih lagi mobilitas social tersebut tidak boleh secara resmi. Di ketika yang sama, petani yg menguasai 80 persen populasi dilarang melakukan aktivitas ekonomi selain pada bidang pertanian yang sebagai pemasukan permanen bagi para penguasa tanah.

Perekonomian Jepang tumbuh secara signifikan selama era Tokugawa. Sebagai tambahan bahwa penekanan produksi (termasuk bahan makanan pokok seperti beras, minyak kelapa, indigo, tebu, mulberry, tembakau dan katun), industry manufaktur Jepang jua berkembang pesat, membuahkan peningkatan kesejahteraan para pedagang & memacu pembangunan kota-kota pada Jepang. Pusat kaum urban terdaoat pada Kyoto, Osaka, dan Tokyo & didominasi sang para pedagang, samurai & masyarakat. Era genroku (1688-1704) khususnya menjadi era keemasan teater Kabuki & teatrer boneka Bunraku, sastra (khususnya Matsuo Busho, oleh sastrawan haiku) serta kerajinan kayu.

Mengingat bahwa kemajuan sektor pertanian yg lambat jika dibandingkan sektor perdagangan,menyebabkan kaum samurai & daimyo nir semakin tinggi kesejahteraannya dibanding kaum pedagang. Sebagai usaha reformasi fiskal, perselisihan dengan kaisar melemahkan keshogunan Tokugawa dalam tengah abad-18 dan 19 M, waktu masa paceklik meningkatkan penderitaan masyarakat. Tahun 1867, klan penolak Shogun yakni klan Chosou dan Satsuma menciptakan tentara buat meruntuhkan intervensi Shogun, dan tahun berikutnya mendeklarasikan sebuah restorasi kekaisaran pada kekuasaan kaisar muda Meiji yg baru berumur 14 tahun saat naik takhta.

Kedamaian & stabilitas selama era Tokugawa dab pembangunan ekonomi yg dicanangkannya, diarahkan menuju modernisasi akbar-besaran yg terjadi setelah Restorasi Meiji. Selama masa ini yg berkhir ada kematian kaisar tahun 1912, Negara tadi menikmati perubahan social, politik & ekonomi yang akbar, termasuk pelarangan feodalisme dan adopsi system cabinet pemerintahan. Sebagai tambahan bahwa rezim ini membuka pintu bagi negara-negara lain untuk menjalin perdagangan ala barat & pengaruh kekuatan militer yang besar yg nantinya mendorong Jepang dalam percaturan politik dunia.

Bourbon

No comments:
Write comments