Jumat, 12 Juni 2020

Sejarah Bank Syariah Mandiri (BSM)

Sejarah Bank Syariah Mandiri - Merujuk pada latar belakang historisnya, ide untuk mendirikan Bank Syariah di Indonesia sudah diperjuangkan oleh umat Islam sejak zaman penjajahan. Padahal jika bercermin pada Negara-negara lain, misalnya di Filipina yang masyarakat muslimnya tidak mayoritas, Bank Islam atau Bank Syariah sudah berdiri sejak tahun 1973 dan di Denmark berdiri Bank Syariah dengan nama International Islamic Bank tahun 1983.

Baca pula:  sejarah kehadiran bank di dunia pada artikel Pengertian dan Sejarah Bank

Upaya buat mendirikan bank syariah di Indonesia baru mulai menemukan titik terang waktu pemerintah menerbitkan rangkaian paket deregulasi bidang ekonomi khususnya deregulasi pada sektor perbankan pada awal 1980-an sebagaimana bisa dibaca secara lebih jelasnya pada artikel Sejarah Bank Syariah pada Indonesia pada blog ini.

Sejarah Bank Syariah Mandiri (BSM) berawal dari tahun 1999. Telah kita ketahui bersama bahwa sekitar 2 tahun sebelum kehadiran bank ini, Indonesia mengalami krisis ekonomi & moneter yang begitu hebat semenjak bulan juli 1997 yg berlanjut menggunakan imbas krisis pada semua sendi kehidupan bangsa terutama yang terjadi di dunia bisnis. Dampak yg ditimbulkannya bagi bank-bank konvensional pada masa itu mengharuskan pemerintah mengambil kebijakan menggunakan melakukan restrukturisasi & merekapitalisasi sejumlah bank pada Indonesia. Dominasi industri perbankan nasional sang bank-bank konvensional di tanah air ketika itu menyebabkan begitu meluasnya efek krisis ekonomi dan moneter yang terjadi.

Bank konvensional ketika ini itu yg merasakan imbas krisis diantaranya : PT Bank Susila Bakti (BSB) milik Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP), PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi jua terkena dampak krisis. BSB ketika itu berupaya untuk keluar dari krisis dengan melakukan merger atau penggabungan menggunakan sejumlah bank lain serta mengundang investor asing. Kemudian pada ketika bersamaan, pada tanggal 31 Juli 1999 pemerintah melakukan merger empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) sebagai satu bank baru bernama PT. Bank Mandiri (Persero). Kebijakan ini jua menempatkan sekaligus memutuskan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menjadi pemilik mayoritas baru BSB.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk lalu melakukan konsolidasi dan membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah sebagai follow up atau tindak lanjut dari keputusan merger sang pemerintah. Tim yg dibuat bertujuan buat berbagi layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, menjadi respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yg memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system).

Tim yg bekerja tersebut memandang bahwa berlakunya UU No. 10 Tahun 1998 menjadi momentum tepat buat melakukan konversi PT. Bank Susila Bakti menjadi bank konvensional menjadi bank syariah. Lantaran itu, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera menyiapkan infrastruktur dan sistemnya, sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan bisnis BSB berubah menurut bank konvensional sebagai bank syariah menggunakan nama PT Bank Syariah Mandiri dengan Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999.

Kegiatan bisnis BSB yg berubah sebagai bank generik syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, via Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama sebagai PT. Bank Syariah Mandiri. Dengan ini, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak hari Senin lepas 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 Masehi sampai kini . Tampil, tumbuh dan berkembang sebagai bank yang melandasi kegiatan operasionalnya dengan memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani. Inilah yg menjadi keliru satu keunggulan Bank Syariah Mandiri pada perannya di perbankan Indonesia.

Demikian uraian singkat Sejarah Bank Syariah Mandiri pada Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan kita mengenai kehadiran sejumlah perbankan syariah di tanah air. Baca pula sejumlah artikel terkait lainnya pada bawah ini tentang bank syariah.

Tidak ada komentar:
Write komentar