Tuesday, June 23, 2020

Tabrakan Kapal Selam USS George Washington

Pada lepas 9 April 1981, kapal selam nuklir USS George Washington milik Angkatan Laut Amerika Serikat sedang berada pada "periscope depthdanquot; ketika bertabrakan memakai kapal kargo komersial seberat 2.390 ton berbendera Jepang Nissho Maru di Laut Tiongkok Timur, lebih kurang 110 mil laut (130 mil, 200 km) menurut Sasebo, Jepang. USS George Washington segera naik ke permukaan dan mencari kapal tersebut. Akibat kondisi kabut tebal dalam ketika itu, kru USS George Washington melihat Nissho Maru berlayar menjauh tanpa melihat adanya kerusakan. Setelah memanggil pesawat patroli maritim P-3 Orion buat mencari Nissho Maru, USS George Washington berlayar menuju pelabuhan buat menjalani perbaikan, sementara kru P-3 Orion terbang balik ke Pearl Harbor dari Guam. Tanpa diketahui awak USS George Washington, Nissho Maru tenggelam kurang lebih 15 mnt setelah goresan terjadi. Dua awak Nissho Maru berkebangsaan Jepang hilang, 13 orang awak lainnya diselamatkan sang Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF), ad interim USS George Washington mengalami kerusakan ringan tetapi masih sanggup berlayar.

Kecelakaan itu sempat membuat hubungan Amerika Serikat & Jepang sebagai renggang, terlebih kecelakaan tersebut terjadi sebulan sebelum jadwal pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Zenko Suzuki dan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan diadakan. Jepang mengkritik Amerika Serikat karena tidak memberi tahu pemerintah Jepang terkait kecelakaan tersebut selama 24 jam sehabis kecelakaan terjadi, dan menuntut untuk mengetahui alasan mengapa USS George Washington naik ke bagian atas padahal kapal selam tersebut hanya berjarak lebih kurang 20 mil laut (23 mil, 37 km) menurut perairan teritorial Jepang.

Angkatan Laut Amerika Serikat awalnya menyatakan bahwa USS George Washington sedang mengeksekusi manuver "crash dive" (menyelam dengan cepat) selama tabrakan, dan lalu segera muncul pulang ke bagian atas, akan tetapi kru tidak mampu melihat kapal Jepang tadi dampak terhalang oleh kabut dan hujan. Laporan awal yg dirilis beberapa hari lalu menyatakan bahwa baik USS George Washington & pesawat P-tiga Orion sebenarnya telah mendeteksi Nissho Maru pada dekatnya, namun keduanya tidak bahwa menyadari Nissho Maru sedang berada pada kesulitan.

Pada lepas 11 April, Presiden Reagan dan pejabat Amerika Serikat lainnya secara resmi menyatakan belasungkawa atas kecelakaan itu, menawarkan kompensasi, dan meyakinkan orang Jepang supaya tidak perlu khawatir tentang kontaminasi radioaktif. Sesuai kebijakan standar, Pemerintah Amerika Serikat menolak buat menyampaikan apa yang dilakukan kapal selam tadi di dekat wilayah kedaulatan Jepang dan menolak memberi kepastian apakah kapal selam tadi sedang dipersenjatai dengan rudal nuklir atau tidak. (sikap tadi merupakan bagian berdasarkan kebijakan pemerintah dan Angkatan Laut Amerika Serikat buat tidak mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan senjata nuklir di sebuah kapal). Angkatan Laut Amerika Serikat yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut lantas menegur komandan & petugas dek USS George Washington.

Pada lepas 31 Agustus, Angkatan Laut Amerika Serikat merilis laporan akhir yg menyimpulkan bahwa kecelakaan didapatkan sang serangkaian kebetulan yg diperparah akibat kesalahan awak kapal selam. Setelah bertabrakan dengan Nissho Maru, USS George Washington yang mengalami rusak ringan diperbaiki dengan sparepart menurut USS Abraham Lincoln yg sedang menunggu buat dibesituakan pada Puget Sound Naval Shipyard.

Ini bukan pertama kalinya kapal selam nuklir bertabrakan dengan kapal lain, USS Greenville pernah bertabrakan dengan kapal berbendera Jepang Ehime Maru pada lepas pantai Hawaii pada tanggal 9 Februari 2001. Pada lepas 11 Februari 1992, kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat USS Baton Rogue bertabrakan menggunakan kapal selam nuklir B-276 Kostroma milik Angkatan Laut Rusia & Maret 1993, kapal selam nuklir USS Grayling milik Angkatan Laut Amerika Serikat bertabrakan menggunakan kapal selam nuklir K-407 Novomoskvosk milik Angkatan Laut Rusia, kedua kecelakaan tersebut terjadi waktu kapal selam Amerika Serikat menguntit kapal selam Rusia di dekat pangkalan AL Rusia, Severomorsk. Pada malam lepas tiga Februari 2009, kapal selam nuklir HMS Vanguard milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang sedang berpatroli pada timur Samudera Atlantik menggunakan membawa 16 rudal balistik Trident II D5 dengan total 48 butir hulu ledak nuklir bertabrakan dengan kapal selam nuklir Triomphant milik Angkatan Laut Perancis yg baru saja pulang bertugas dengan membawa 16 rudal balistik M45 dengan 48 hulu ledak nuklir, nir ada korban jiwa & kebocoran radioaktif pada kecelakaan ini, ke 2 kapal selam sedang berada pada posisi menyelam & diduga penyebab goresan merupakan akibat berdasarkan kapal yg didesain buat sulit dideteksi versus ditambah sonar yg berada pada mode patroli senyap.

Bourbon

No comments:
Write comments