Selasa, 23 Juni 2020

Ustadz Guntur Bumi. Dukunkah ?

Sudah beberapa minggu ini bahkan sampai tulisan ini saya posting, pemberitaan menyangkut pengobatan yang dilakukan oleh UGB atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Ustadz Guntur Bumi” terus mengundang polemik. Baik di media cetak maupun media elektronik. Ada yang mengatakan syirik dan ada pula yang masih tetap membenarkan praktek pengobatan tersebut. Untuk itulah, saya mengutip hasil wawancara menarik bersama Ustadz Arifin Ilham yang sebelumnya telah dimuat di blog Fimadani yang dikutip dari blog Metafisis. Menurut hemat kami sebagai redaksi, hasil wawancara tersebut menjadi ilmu dan pernyataan yang sangat urgen untuk kita sampaikan dan disebarkan kepada seluruh kalangan terutama kaum mayoritas muslimin di Indonesia karena masih cukup banyak yang minim pengetahuan syariat Islam.

Ditegaskan oleh Ustadz Arifin Ilham pada wawancaranya bahwa sedikitnya terdapat sembilan karakteristik-karakteristik atau indikator buat bisa mengetahui apakah seseorang yang mengaku ustadz, habib, atau ulama, adalah dukun atau bukan. Ciri-ciri nya merupakan :

1. Tidak menggunakan namanya yg orisinil, namun menggunakan nama yang dikesankan terdapat ?Kedigjayaan?

Ini sebagai ciri spesial para dukun & paranormal. Mereka sangat suka menggelari diri mereka dengan sebutan-sebutan aneh & menyiratkan kesaktian. Para dukun pula menggelari mereka sendiri dengan julukan ?Ki? Contoh : Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, & lain-lain. Yang bergelar ?Ustadz? Pun nir sedikit, padahal nama aslinya bisa jadi merupakan ?Muhammad Susilo Wibowo?

Dua. Lebih senang atau hobi memamerkan kesaktiaannya

Salah satu contoh yang acapkali timbul di TVRI dan JakTV merupakan ?Ustadz Fulan? Yg suka memamerkan kesaktiannya, yakni tidak mempan disayat menggunakan pedang atau alat tajam lainnya. Juga para dukun & paranormal lainnya suka mendemonstrasikan kesaktian, misalnya atraksi kekebalan, debus, energi pada, dan lain-lain.

3. Ilmu Syariat Agamanya Tidak Mumpuni

Dukun yg berkedok ustadz selalu membawa karakteristik spesial dukun, yaitu sama sekali kurang dalam dalil baik menurut Al-Qur?An & sunnah. Sehingga dakwahnya cenderung mengajak pada kesyirikan dan kesesatan.

4. Memanfaat para tokoh buat melegalisir prakteknya, yg sebenarnya tokoh tadi belum memahami persis praktek tersembunyinya lantaran oleh dukun menampilkan kesan seakan seusai ?Syariat?

?Ustadz Fulan? Yg tak jarang muncul di TVRI & JakTV, contohnya, seringkali mengundang ustadz-ustadz selebritis seperti Ustadz Jefri Al Bukhori (Almarhum ketika masih hayati, Ustadz Solmed, dan lainnya buat duduk beserta dalam acara mengiklankan pengobatan padepokannya.

5. Prakteknya ikhtilaath menjamah bukan mahramnya

Peruqyah yang syar?I sangat anti menyentuh secara langsung pasiennya, kalaupun harus memakai sarung tangan itupun buat menjaga hal-hal yg tidak diinginkan. Sedangkan ?Ustadz Fulan yang sering muncul pada TV, sangat senang menyentuh non mahram hingga bersentuhan kulit. Dan di padepokannya terlihat berikhtilat bercampur baur atau tidak dipisahkan antara laki-laki dan perempuan .

6. Berani membayar media buat promosinya

Sebagian orang menyangka stasiun televisi yang menanyangkan acara ustad-ustadz dukun tersebut yg mengundang sang ustadz. Jangan dikira kemunculan itu perdeo & dibayar! Justru dukun berbaju ustadz inilah yg membayar TV agar bisa tampil kenaikan pangkat pengobatan perdukunannya.

7. Dengan bahasa mahar, infak, namun kentara tarifnya ?Wah?, disertai ancaman jika tidak segera diobati akan mangkat , bila tidak segera ditransfer doanya nir hingga, penyakit tidak sembuh, & sebagainya

Ciri spesial dukun ialah sangat suka menakut-nakuti pasiennya bahwa sakitnya berat, maka pengobatannya lama dan wajib bayar mahar yg tinggi hingga puluhan juta mengalahkan pengobatan kedokteran. Ustadz Fulan yg sering timbul di TV senang mengancam pasiennya apabila nir melunasi hutangnya maka penyakitnya tidak sembuh & nir akan didoakan sang beliau.

8. Disertai aksi tipudaya menakuti misalnya bekam darahnya ada cacingnya, tempat tinggal ada hantunya, kena santet, & sebagainya.

Dukun sangat senang menipu, setiap ada pasien yg tiba selalu dikatakan kena santet & niscaya akan keluar benda-benda aneh berdasarkan dalam telur atau ketika dibekam yg semuanya itu cuma trik sulap belaka.

9. Memberi azimat atau amalan yg tidak berdasar

Ciri spesial dukun yaitu memberi azimat, termasuk dalam hal ini Ustadz Fulan yang sering ada di TV memberi azimat pada pasiennya, atau menggunakan media azimat saat mengobati.

?Sungguh, harus kusampaikan lantaran korban telah berjatuhan. Semoga sahabatku selamat berdasarkan tipudaya menyesatkan ini,? Tegas Ustadz Arifin Ilham

Demikian ciri-ciri dukun yang berkedok ulama atau ustadz. Pemahaman dan penilaian akhirnya kembali kepada kita semua. Apapun penilaian kita kepada “Ustadz Guntur Bumi” semoga kita tetap huznuzhon dan mendoakannya untuk kebaikan. Bukankah demikian?

[Metafisi/Fimadani/TipsSerbaSerbi]

Tidak ada komentar:
Write komentar