Wednesday, July 15, 2020

10 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Melegenda

Candi Kerajaan Majapahit - Majapahit merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang bercorak Hindu-Budha dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Kerajaan ini menurut Negarakertagama kekuasaannya meliputi Sumatra, Jawa hingga Kalimantan.

Dengan luasnya daerah kekuasaan dari kerajaan Majapahit tidak mengherankan jika kerajaan ini meninggalkan poly peninggalan sejarah salah satunya merupakan bentuk peninggalan berupa candi. Berikut saya informasikan kepada anda tentang 10 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yg Melegenda.

1. Candi Jabung

Sumber: @saftanti Via Instagram

Candi Jabung termasuk candi peninggalan kerajaan Majapahit. Candi ini berlokasi pada Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Candi Jabung bahannya terbuat dari bata merah yg mampu bertahan sampai ratusan tahun. Berdasarkan keagamaan dalam buku Nagarakertagama candi jabung dinamai menggunakan Bajrajinaparamitapura.

Dalam kitab tersebut pula disebutkan bahwa candi Jabung dikunjungi sang Hayam Wuruk saat lawatannya mengelilingi Jawa Timur dalam tahun 1359 M. Candi Jabung terbuat berdasarkan batu bata & ukuran panjangnya yaitu 13,13 meter dengan lebar 9,60 meter serta tinggi 16,20 meter.

Dua. Candi Pari

Sumber: @dolphin_anabrang Via Instagram

Peninggalan kerajaan Majapahit ini dia bernama Candi Pari. Candi Pari merupakan wujud peninggalan bersejarah Indonesia yang berlokasi pada Kabupaten Sidoarjo dan lebih tepatnya berada pada desa Candi Pari. Lokasi candi ini berada di sekitaran 2 km ke arah barat laut sentra semburan lumpuran PT. Lapindo Brantas.

Candi Pari adalah candi yang memiliki bentuk yg latif, dimana bangunan candi ini berbentuk persegi empat yg terbuat dari batu bata. Candi ini menghadap ke barat dengan ambang serta tutup gerbang yg terbuat berdasarkan batu andesit. Konon pungkasnya waktu dahulu kala diatas gerbang terdapat batu dengan angka tahun 1293 Saka yang berarti sama denganr 1371 Masehi. Candi ini merupakan peninggalan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389 M) pada zaman Majapahit.

Berdasarkan penelitian J. Knebel, candi Pari merupakan bangunan yg dibuat untuk mengenang loka hilangnya seorang adik angkat berdasarkan galat satu putra Prabu Brawijaya dan pula istrinya yang menolak tinggal di keraton kerajaan Majapahit ketika itu.

Tiga. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu diperkirakan didirikan pada abad ke-14 serta merupakan salah satu candi terbesar pada masa keemasan Majapahit. Candi ini berada di kabupaten Mojokerto dan lebih tepatnya di desa Temon, kecamatan Trowulan. Candi Bajangratu dibuat dari bahan batu bata merah, kecuali pada bagian anak tangga dan atap. Candi ini memiliki panjang 6,74 meter dengan tinggi 16,1 meter. Candi ini memiliki bentuk seperti candi pada umumnya yakni dibagian pintu terdapat kalamakara yang berada di atas ambang pintu.

Candi Bajang Ratu diperkirakan berfungsi sebagai sarana buat menghormati Jayanegara. Hal ini didasarkan dari adanya relief Sri Tanjung pada kaki candi yang mendeskripsikan kisah peruwatan. Selain itu, candi ini diperkiran memiliki fungsi lain yaitu sebagai pintu gerbang Keraton Majapahit. Hal ini didasari bentuk menurut candi yang berbentuk gapura yang beratap menggunakan tangga. Pendapat ini semakin diperkuat dengan letak berdasarkan candi ini yang tidak jauh berdasarkan bekas istana Majapahit.

4. Candi Surawana

Sumber: wacana.co

Candi Surawana terletak di kabupaten Kediri yakni pada desa Canggu. Candi yang mempunyai nama lain Wishnubhawanapura ini diperkirakan didirikan pada abad ke-14 dengan tujuan buat memuliakan Bhre Wengker. Bhre Wengker adalah raja berdasarkan kerajaan Wengker yang ketika itu pada bawah kerajaan kekuasaan Majapahit. Merujuk isi buku Negarakertagama dijelaskan pada tahun 1361 Hayam Wuruk pernah mengunjungi & menginap pada candi Surawana.

Saat ini candi Surawana memiliki bentuk yang tidak utuh lagi dan hanya bagian bawahnya saja yang bari diperbaiki. Candi Surawana memiliki ukuran 8x8 m2. Candi Surawana terbuat dari batu andesit serta termasuk candi yang beraliran Syiwa.

5. Candi Tikus

Sumber: @nikitacanitaa Via Instagram

Candi Tikus terletak di Kabupaten Mojokerto tepatnya di desa Temon kecamatan Trowulan. Candi ini letaknya juga tidak jauh dari candi Bajangratu dengan jarak hanya sekitar 600 meter. Candi tikus dahulunya telah terkubur dan baru ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs yang telah terkubur dilakukan berdasarkan informasi dari bupati Mojokorto saat itu yaitu R.A.A Kromojoyo Adinegoro bahwa telah ditemukannya miniatur candi di lokasi perkuburan rakyat.

Penggalian secara keseluruhan baru dilakukan dalam tahun 1984-1985. Untuk penamaan candi tikus sendiri pada ketahui asal menurut masyarakat setempat, penamaan ini didasari karena waktu ditemukan lokasi candi ditemukan merupakan sarang tikus.

Bangunan candi tikus arsitekturnya menyerupai sebuah loka pemandian, dikarenakan ditemukan sebuah kolam yand di dalamnya terdapat beberapa bangunan. Sebagian akbar candi berbentuk persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m yg bahan bangunannya terbuat berdasarkan batu bata merah.

6. Candi Cetho

Candi Cetho adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke 15 M yaitu masa dimana berakhirnya pemerintahan kerajaan Majapahit. Candi ini terletak di kabupaten Karanganyar yaitu di desa Gumeng, kecamatan Jenawi. Candi Cetho sendiri banyak dimanfaatkan oleh para kalangan yang menganut kepercayaan Kejawen sebagai tempat pertapaan maupun pemujaan.

Candi ini sebelumnya sudah hilang & baru ditemukan pulang dalam tahun 1928 selesainya adanya proses ekskavasi. Penggalian candi bertujuan buat kepentingan rekonstruksi oleh Dinas Purbakala Hindia-Belanda. Candi Cetho sendiri memiliki keunikan dimana bentuknya nir sama seperti candi Hindu dalam biasanya.

Candi ini berbentuk punden berundak dan hal ini bermakna bahwa jatuhnya kerajaan Majapahit membuat keluarnya kebudayaan asli berdasarkan warga sekitaran candi.

7. Candi Sukuh

Sumber: ksmtour.com

Peninggalan kerajaan Majapahit berikutnya merupakan candi Sukuh. Candi Sukuh adalah komplek candi Hindu yg lokasinya berada di Kabupaten Karanganyar yakni pada desa Berjo. Candi Sukuh berada pada ketinggian 1.186 mdpl.

Candi Sukuh ditemukan pertama kali sang pakar arkeolog pada pemerintahan Gubenur Raffles pada tahun 1815. Upaya pelestarian candi sendiri telah dilakukan sejak tahun 1917. Candi ini dibangun dalam abad ke 15 M dimana waktu itu sezaman dengan masa pemerintahan Suhita yakni seorang ratu Majapahit yg memegang kendali pemerintahan dalam tahun 1429-1446. Lantaran umurnya yg tua candi ini jua diberikan julukan ?The Last Temple?.

Pada fase awal pengelolaan candi, pemnfaatan candi menjadi objek wisata menerima poly kontradiksi dikarenakan terdapat beberapa arca candi yang mendeskripsikan bentuk indera reproduksi insan. Candi sukuh selain memiliki beberapa kontroversi, akan tetapi juga mempunyai beberapa keunikan dimana konstruksi candi yang berbentuk trapesium & memiliki kemiripan menggunakan candi peninggala suku Maya. Karena keunikannya pada tahun 1995 candi sukuh diajukan menjadi warisan global ke badan UNESCO.

8. Gapura Wringin Lawang

Sumber: kompasiana.com

Gapura Wringin Lawang adalah bentuk peninggalan kerajaan Majapahit yang berlokasi pada Kabupaten Mojokerto tepatnya pada desa Jatipasar. Candi ini telah berdiri semenjak abad ke-14. Gapura ini dibangun dengan bahan berupa batu bata merah dengan tinggi 15,lima m dan luas dasar 13x11 m.

Gapura Wringin Lawang mempunyai berbagai spekulasi terhadap kegunaannya. Banyak yang menganggap bahwa fungsi gapura ini sebagi pintu masuk ke kompleks bangunan krusial pusat kota Majapahit, akan tetapi terdapat jua yang menduga bahwa fungsi gapura ini menjadi gerbang masuk ke kediaman Gajah Mada.

Dengan banyaknya spekulasi yang beredar tentunya diharapkan kedepannya ada penelitian yang menunjukan warta tentang fungsi gapura ini yg sesungguhnya.

9. Candi Wringin Branjang

Sumber: mblitar.net

Candi Wringin Branjang secara administratif berada pada kabupaten Blitar yakni pada desa Gadungan. Candi ini terlihat sangat sederhana, dimana candi ini tidak mempunyai kaki menggunakan kata lain hanya memiliki atap berbentuk limas & badan candi. Candi ini terbuat dari batu andesit menggunakan dinding polos tanpa hiasan.

Candi ini mempunyai berukuran panjang 4 m, lebar 3 m dengan tinggi lima m. Candi ini mempunyai pintu masuk 1 m & tinggi dua m. Candi ini memiliki disparitas dengan candi lain, perbedaannya yaitu candi ini nir mempunyai relief misalnya keadaan candi pada umumnya akan tetapi terdapat lubang ventilasi dalam dinding candi. Berdasarkan karakteristik-karakteristik berdasarkan candi dapat disimpulkan bahwa kegunaan dari candi ini menjadi tempat untuk menyimpan indera-alat upacara kerajaan Majapahit.

10. Candi Brahu

Sumber: @playfulnaughtykiss Via Instagram

Ulasan terakhir ini adalah candi Brahu. Candi Brahu adalah peninggalan kerajaan Majapahit yg berada pada kabupaten Mojokerto tepatnya di pada situs arkeologi Trowulan, desa Bejijong. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke 15 M. Candi Brahu sendiri dibangun menggunakan bahan batu bata merah. Ukuran panjang candi yaitu 22,lima m, lebar 18 m serta tinggi 20 m.

Asal usul istilah ?Brahu? Diketahui asal menurut istilah ?Warahu?. Nama Warahu merupakan sebutan untuk bangunan kudus yang diceritakan dalam prasasti Alasantan yg lokasi ditemukannya tidak jauh menurut candi Brahu. Prasasti Alasantan mengisahkan bahwa candi Brahu memiliki fungsi menjadi loka pembakaran atau kremasi jenazah para raja.

Itulah 10 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yang saya informasikan untuk anda. Sejarah kerajaan di Indonesa sesuatu yang penting untuk dipelajari, salah satunya bentuk peninggalan sejarah seperti candi karena memberikan informasi tentang bagaimana bentuk bangunan orang-orang terdahulu yang penuh dengan misteri serta informasi yang sangat berharga. Jika ada kesalahan dalam penyampaian serta informasi yang kurang tepat silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga Bermanfaat.

No comments:
Write comments