Friday, July 17, 2020

11 Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Melegenda

Prasasti Kerajaan Mataram Kuno - Prasasti adalah segala bentuk tulisan yang dipahatkan ataupun digoreskan pada sebuah batu, logam, Lontar serta benda keras lainnya diimana benda tersebut menyimpan berbagai sumber sejarah di masa yang lalu. Sebagian dari sejarah Indonesia dapat diketahui dengan baik setelah adanya penemuan sejumlah prasasti di berbagai lokasi.

Biasanya di dalam perasasti selalu terdapat berita-liputan penting tentang kejadian yang terjadi di masa lalu. Berikut aku informasikan pada anda 11 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Melegenda.

1. Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto merupakan peninggalan berdasarkan Wangsa Sailendra yg pertama kali ditemukan di desa sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang di provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis dalam bahasa Melayu kuno serta beraksara kawi. Prasasti sojomerto sendiri bersifat keagamaan siwais.

Prasasti ini berisikan mengenai keluarga dari tokoh utamanya yaitu Dapunta Selendra. Dapunta Selendra ini memiliki Ayah yg bernama Santanu, mak yg bernama Bhadrawati dan istrinya yg bernama Sampula. Menurut Prof. Drs. Boechari, dia berpendapat bahwa tokoh yg bernama Dapunta selendra merupakan cikal bakal adanya raja-raja keturunan menurut Wangsa Sailendra yg ketika itu berkuasa di kerajaan Mataram Hindu.

Prasasti sojomerto sendiri terbuat dari batu andesit yang memiliki panjang 43 cm menggunakan tebal 7 cm dan tinggi 78 centimeter.

Dua. Prasasti Mantyasih

Sumber: kekunaan.Blogspot.Co.Id

Prasasti mantyasih merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini mempunyai nama lain seperti prasasti tembaga kedu atau seringkali pula dikenal dengan nama prasasti Balitung. Prasasti ini pertama kali ditemukan pada kampung mateseh, Magelang Utara yang berada pada provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini menaruh warta mengenai daftar silsilah raja-raja yg memimpin Kerajaan Mataram sebelum raja Balitung.

Tujuan dibuatnya prasasti ini adalah sebagai upaya buat melegitimasi Balitung sebagai akibatnya menyebutkan raja-raja yang memimpin sebelumnya yg berdaulat penuh atas daerah kerajaan menurut Mataram Kuno. Selain itu di pada prasasti ini pula disebutkan bahwa Desa Mantyasih ditetapkan Raja Balitung sebagai desa perdikan atau daerah bebas pajak.

Berikut nama-nama raja-raja Mataram antik yang disebutkan di pada Prasasti Mantyasih. Nama-nama Raja tadi diantaranya :

1. Raja Sanjaya

2. Rakai Panangkaran

3. Rakai Panunggalan

4. Rakai Warak

5. Rakai Garung

6. Rakai Pikatan

7. Rakai Kayuwangi

8. Ratu Watuhumalang

9. Rakai Watukura Dyah Balitung

3. Prasasti Gondosuli

Sumber: @historyoftemanggung Via Instagram

Prasasti Gondosuli merupakan objek yang sangat bersejarah dan juga terkenal di Kabupaten Temanggung. Prasasti ini sekarang  terletak di desa Gondosuli Kecamatan bulu yang memiliki jarak kurang lebih 13 km ke arah barat. Prasasti ini ditulis pada tahun 832 Masehi. Prasasti Gondosuli merupakan prasasti yang memuat informasi tentang tentang betapa jayanya Dinasti Sanjaya terutama di masa pemerintahan rangkai patahan yaitu raja dari kerajaan Mataram Hindu.

Prasasti Gondosuli yg adalah obyek wisata sejarah yg dapat memberikan keterangan yang sangat krusial terutama tentang gambaran mengenai kehidupan sosial budaya menurut warga temanggung dalam waktu dahulu kala. Saat ini prasasti Gondosuli sangat dijaga sekali akan kelestariannya maka berdasarkan itu saat ini prasasti di atasnya didirikan bangunan yg diberi pagar keliling berdasarkan besi serta beratap seng. Hal ini dilakukan menggunakan tujuan buat menjaga keamanan serta perlindungan dari Prasasti yang sangat bersejarah berdasarkan kerajaan Mataram Kuno tadi.

4. Prasasti Canggal

Prasasti Canggal disebut juga dengan prasasti Sanjaya ataupun Prasasti Gunung Wukir. Prasasti ini ditemukan pada laman Candi Gunung wukir di desa kadiluwih, Kecamatan salam di provinsi Jawa Tengah. Prasasti Canggal ditulis dalam batu menggunakan bahasa Sansekerta dengan aksara pallawa. Prasasti ini dilihat sebagai sebuah pernyataan diri menurut Raja Sanjaya pada tahun 732 M sebagai seorang penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno.

Prasasti Canggal memberikan kabar tentang pendirian Lingga yakni lambang Siwa di desa kunjarakunja sang Raja Sanjaya. Selain itu prasasti ini memberikan liputan bahwa yang sebagai raja pada awalnya merupakan sanna yang lalu digantikan sang Sanjaya anak Sannaha yg merupakan saudara dari Sanna.

5. Prasasti Kelurak

Sumber: @ale.woh Via Instagram

Prasasti Kelurak adalah prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di dekat Candi lumbung yaitu di Desa Kelurahan Benar Utara, kompleks percandian prambanan pada Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Kelurak menaruh keterangan mengenai didirikannya sebuah bangunan suci buat arca Manjusri atas perintah menurut Raja Indra yang memiliki gelar Sanggramadhananjaya.

Berdasarkan keterangan ahli sejarah yang dimaksud bangunan suci tersebut tidak lain adalah Candi Sewu yang berlokasi di Kompleks Percandian Prambanan. Itu adalah sebagian informasi saja dari Prasasti Kelurak, karena untuk mengetahui keseluruhan isinya tidak dimungkinkan lagi dikarenakan kondisi dari prasasti yang sudah rusak.

6. Prasasti Kalasan

Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno berikutnya adalah prasasti Kalasan. Prasasti ini merupakan peninggalan berdasarkan Wangsa Sanjaya. Prasasti Kalasan pertama kali ditemukan pada kecamatan Kalasan, Sleman, Jogjakarta. Prasasti ini ditulis pada dalam bahasa Sansekerta dan memakai alfabet pranagari.

Prasasti ini memberikan keterangan bahwa pengajar oleh raja yang berhasil membujuk Maharaja Tejahpura Panangkarana, yg merupakan mustika famili menurut Sailendra Wamsatilaka atas permintaan berdasarkan famili Syailendra, menggunakan tujuan buat menciptakan bangunan kudus bagi Dewi Tara & jua sebuah biara bagi para pendeta & yang terakhir adalah penghargaan Desa Kalasan buat para sangha yaitu komunitas Kebiarawan dalam agama Buddha. Bangunan suci yg dimaksud dan akan dibangun adalah Candi Kalasan. Saat ini prasasti ini disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

7. Prasasti Shankara

Sumber: rochmany.blogspot.co.id

Prasasti Shankara adalah prasasti yang berasal dari abad ke-8 masehi yang ditemukan pertama kali di Sragen Jawa Tengah. Saat ini prasasti ini tidak diketahui lagi di mana keberadaannya dikarenakan telah hilang. Prasasti ini dahulunya pernah disimpan oleh museum Adam Malik  akan tetapi ketika bangkrut pada kisaran tahun 2005 atau 2006, prasasti tersebut di jual begitu saja.

Prasasti shankara menceritakan tentang seorang tokoh yg bernama Raja Shankara yang berpindah agama karena agama Siwa yg dianut oleh dirinya termasuk agama yang ditakuti sang banyak orang. Raja Shankara sendiri berpindah ke agama Buddha karena di agama tadi disebutkan bahwa agama Buddha adalah agama yg welas asih.

Selain itu juga disebutkan bahwa ayah Raja shankara wafat karena sakit selama lebih kurang 8 hari Karena itulah raja shankara yang takut akan oleh pengajar yang nir sahih, Raja Shankara kemudian meninggalkan agama Siwa yang kemudian beralih menjadi pemeluk kepercayaan Buddha Mahayana. Setelah itu Raja Shankara memindahkan pusat kerajaannya ke arah timur.

Pada kitab sejarah nasional Indonesia menaruh fakta bahwa Raja shankara disamakan menggunakan rangkai panangkaran, sedangkan ayah dari Raja sangkara sendiri yang nir disebutkan namanya disamakan menggunakan raja Sanjaya.

8. Prasasti Ngadoman

Sumber: id.wikipedia.org

Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram kuno yg melegenda berikutnya adalah prasasti ngadoman prasasti ini ditemukan pertama kali pada desa ngaduman dekat Salatiga pada provinsi Jawa Tengah. Prasasti ini sangatlah krusial lantaran diperkirakan merupakan mediator antara aksara Budha menggunakan aksara kawi.

9. Prasasti Plumpungan

Sumber: @malfinotendikds Via Instagram

Prasasti Plumpungan dianggap juga dengan Prasasti Hamparan. Prasasti Plumpungan merupakan prasasti yg tertulis dalam batu besar berjenis andesit yang memiliki berukuran panjang 170 cm menggunakan lebar 190 centimeter serta menggunakan garis lingkar sepanjang 5 meter. Prasasti Ini pertama kali ditemukan di Dukuh plumpungan yaitu pada Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. Banyak orang yang percaya bahwa prasasti ini merupakan berasal-usul kota Salatiga.

Prasasti Plumpungan ditulis dalam bahasa Sansekerta serta bahasa Jawa kuno yg tulisannya ditatah dalam petak persegi 4 bergaris ganda. Berdasarkan sejarah, Prasasti Plumpungan mengandung isi mengenai penetapan aturan yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan bagi desa Hampra. Berdasarkan ahli sejarah menyatakan bahwa penulisan pada prasasti plumpungan dilakukan oleh seseorang citralekha/penulis & juga pendeta/resi.

Raja Bhanu yang disebut pada dalam prasasti tersebut merupakan seorang raja yg besar pada zamannya, dimana raja tadi poly memperhatikan nasib serta kesejahteraan para rakyatnya.

10. Prasasti kayumwungan

Prasasti ini bernama Prasasti kayumwungan. Prasasti ini merupakan sebuah prasasti dalam 5 buah pegangan batu yang ditemukan di Dusun Karang Tengah, Kabupaten Temanggung pada provinsi Jawa Tengah. Prasasti Kayumwungan sampai ketika ini lebih dikenal menggunakan nama Prasasti Karang Tengah.

Prasasti ini dituliskan dalam bahasa Sansekerta, dimana isinya memuat mengenai seseorang raja yang bernama Samaratungga yg anaknya bernama pramodhawardhani yg mendirikan bangunan kudus pada nalaya dan bangunan bernama Wenuwana yg berarti hutan bambu. Wenuwena dibentuk menggunakan tujuan sebagai loka buat menempatkan abu kremasi raja mega (Sebutan Dewa Indra).

11. Prasasti Siwagrha

Sumber: kekunaan.Blogspot.Co.Id

Prasasti yg terakhir ini merupakan Prasasti Siwagrha, dimana prasasti ini dimuntahkan oleh Rakai Kayuwangi di masa sehabis berakhirnya pemerintahan Rakai Pikatan. Prasasti ini memberikan fakta tentang grup Candi Agung yang dipersembahkan buat Dewa Siwa yang diklaim menggunakan Shivagrha (Bahasa Sanskerta) yang berarti tempat tinggal Siwa, dimana cirinya cocok menggunakan kelompok Candi Prambanan. Saat ini prasasti ini disimpan di Museum Nasional Indonesia yang berada di Jakarta.

Itulah fakta tentang 11 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yg Melegenda yang dapat anda jadikan pengetahuan yang baru serta referensi mengenai sejarah-sejarah kerajaan yg pernah ada pada Indonesia sehingga bisa menambah wawasan anda. Apabila terdapat masukan ataupun saran buat artikel ini silahkan tulis pada kolom komentar.

Semoga Bermanfaat.

No comments:
Write comments