Thursday, July 16, 2020

11 Satwa Endemik Pulau Sulawesi yang Harus Kamu Tahu

Satwa Endemik Sulawesi - Endemisme adalah suatu gejala yang dialami oleh suatu organisme untuk menjadi sesuatu yang unik pada suatu lokasi geografi seperti negara, zona ekologi ataupun pulau tertentu. Sesuatu dapat dikatakan endemik apabila suatu spesies hanya ditemukan pada tempat tertentu saja dan tidak ditemukan ditempat lainnya. Berikut saya informasikan kepada anda 11 Satwa Endemik Pulau Sulawesi yang Harus Kamu Tahu.

1. Burung Maleo

Klasifikasi Burung Maleo

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Galliformes

Famili : Megapodiidae

Genus : Macrocephalon

Spesies : Macrocephalon maleo

Burung maleo adalah spesies burung endemik yg berasal menurut pulau Sulawesi. Burung ini endemik pada hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi misalnya Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Populasi terbanyak berdasarkan burung Maleo sendiri yaitu di Sulawesi Tengah lebih tepatnya di daerah Taman Nasional Lore Lindu yang populasinya ditaksir lebih kurang 320 ekor.

Burung maleo memiliki karakteristik kulit lebih kurang mata berwarna kuning, bulu berwarna hitam, kaki abu-abu, iris mata agak coklat, bulu sisi bawah berwarna merah muda keputihan dan mempunyai paruh yg berwarna jingga. Selain itu di atas ketua burung Maleo masih ada jambul keras berwarna hitam.

Untuk jantan dan betina mempunyai ciri yang hampir serupa tetapi bisa dibedakan menurut perbedaan ukuran tubuh, dimana burung betina mempunyai berukuran yang lebih kecil berdasarkan burung jantan.

Burung Maleo sendiri memiliki beberapa keunikan yaitu adanya tonjolan pada kepala, tempat asli dekat asal geothermal, Tidak suka terbang, ukuran telur yg akbar, ketika menetas anak maleo eksklusif bisa terbang, bersifat Monogami dan burung maleo tidak mengerami telurnya.

2. Kera Hitam Sulawesi

Klasifikasi Kera Hitam Sulawesi

Kingdom  : Animalia

Filum       : Chordata

Kelas       : Mammalia

Ordo        : Primata

Famili       : Cercopithecidae

Genus      : Macaca

Spesies    : M.nigra

Kera Hitam Sulawesi yang memiliki nama latin Macaca nigra. Kera ini memiliki ciri-karakteristik dimana semua tubuhnya ditumbuhi bulu berwarna hitam lebat kecuali pada bagian punggung dan selangkangan yg berwarna agak jelas & juga dalam bagian pantat yg berwarna kemerahan. Ciri selanjutnya dari monyet ini yakni dalam kepalanya terdapat jambul yang agak menonjol dengan panjang tubuh dewasa 45-57 centimeter dan beratnya 11-15 kg.

Kera hitam sendiri hayati secara berkelompok yang terdiri berdasarkan 5 hingga 10 ekor. Kelompok besar umumnya terdiri dari beberapa pejantan & banyak betina dewasa yakni dengan perbandinga 1:3 yaitu satu ekor jantan berbanding dengan 3 ekor betina.

Kera hitam ini dapat ditemukan di Sulawesi Utara pada Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Cagar Alam Gunung Ambang, Taman Wisata Alam Batuputih dam Cagar Alam Gunung Duasudara.

Tiga. Kuskus Beruang Sulawesi

Sumber: alamendah.org

Klasifikasi Beruang Sulawesi

Kingdom        : Animalia

Phylum          : Chordata

Class             : Mamalia

Sub-Class      : Marsupialia

Ordo             : Diprotodontalia

Sub-ordo       : Phalangeriformes

Family           : Phalangeridae

Genus           : Ailurops

Spesies         : A. Ursinus

Kuskus Beruang Sulawesi dengan nama latin Ailurops ursinus adalah satwa yg termasuk ke pada keluarga Phalangeridae. Satwa ini hayati di hutan tropis dataran rendah dengan syarat lembab. Satwa satu ini endemik pulau Sulawesi dan pula sekitarnya misalnya kepulauan Butung, kepulauan Togian, kepulauan Muna dan kepulauan Peleng.

Kuskus Beruang Sulawesi memiliki berukuran tubuh yang besar dibandingkan jenis kuskus lainnya. Memiliki panjang ketua & badan 56 centimeter dengan panjang ekor 54 centimeter dan beratnya yang mencapai 8 kg.

Kuskus termasuk satwa yg memiliki keistimewaan pada bagian ekornya, dimana ekor kuskus bisa digunakan untuk bergelantungan ataupun melilit btg pohon waktu mencari makan dan dapat digunakan menjadi indera untuk menggantung yg menahan semua beban tubuh dengan posisi kepalanya menghadap ke bawah.

Kuskus beruang termasuk satwa yg bersifat diurnal yaitu aktif pada siang hari. Sebagian besar aktivitas kuskus dipakai buat tidur dan istirahat, sedikit waktunya digunakan buat mengutu & makan. Penyebaran kuskus pada Indonesia terbatas yaitu di wilayah Indonesia Timur meliputi pulau Sulawesi, Timor & Irian Jaya. Untuk lebih spesifiknya berada pada Taman Nasional Bantimurung Bulusarung dan jua pada tempat pegunungan Lompo Battang yang berada di Sulawesi Selatan.

4. Babirusa

Sumber: yourdictionary.com

Klasifikasi Babirusa

Kingdom     : Animalia

Filum          : Chordata

Kelas          : Mammalia

Ordo           : Artiodactyla

Famili          : Suidae

Genus         : Babyrousa

Spesies       :Babyrousa babyrussa

Babirusa termasuk marga satwa dari  jenis-jenis babi liar yang hanya terdapat di sekitar pulau Sulawesi, pulau Togian, Sula, Malenge serta pulau-pulau Maluku lainnya. Habitat babirusa rata-rata ditemukan di daerah hutan hujan tropis. Satwa yang satu ini memiliki kegemaran memakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan seperti jamur, dedaunan dan juga mangga.

Babirusa termasuk satwa endemik Sulawesi yang memiliki tubuh yang menyerupai babi namun ukurannya lebih kecil. Perbedaan antara babirusa & babi yaitu babirusa mempunyai taring panjang yg menembus moncongnya.

5. Ikan Purba Butini

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Ikan purba butini atau boto-boto yg memiliki nama latin Glossogobius matanensis ini adalah spesies ikan yg endemik berdasarkan pulau Sulawesi. Untuk lebih spesifiknya dapat ditemukan di danau Matano, Mahalon dan Towuti. Ikan ini pula memiliki keunikan dimana ikan ini termasuk jenis karnivor menggunakan kuliner utama udang & ikan dan memiliki berukuran tubuh yang berkisar 42 centimeter.

6. Kupu-kupu Glossogobius matanensis

Sumber: ilhamblogindonesia.blogspot.co.id

Klasifikasi Glossogobius matanensis

Kingdom     : Animalia

Phylum       : Chordata

Class          : Actinopterygii

Order         : Perciformes

Suborder    : Gobioidei

Family        : Gobiidae

Subfamily   : Gobiinae

Genus        : Glossogobius

Species      : G. matanensis

Kupu-kupu Glossogobius matanensis merupakan jenis kupu-kupu yg mempunyai sayap yang indah & hanya dapat ditemukan di pulau Sulawesi, pulau Kabaena serta pulau Boton.

7. Tarsius

Sumber: alamendah.org

Klasifikasi Tarsius

Kingdom    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Mammalia

Ordo          : Primata

Famili        : Tarsiidae

Genus        : Tarsius

Spesies      : T. tarsier\

Tarsius adalah jenis satwa yg mempunyai tubuh istimewa, dimana satwa ini mempunyai tulang tarsal yang memanjang & membentuk pergelangan sehingga memungkinkan tarsius buat melompat dengan jeda tiga meter berdasarkan satu pohon ke pohon lainnya.

Ciri lain menurut tarsius adalah memiliki ekor panjang yang nir berbulu kecuali bagian ujungnya. Selanjutnya tarsius jua mempunyai lima jari yang panjang dengan kuku kecuali pada jari kedua serta ketiganya yang memiliki cakar yang biasa digunakan tarsius buat grooming.

Tarsius merupakan jenis satwa yg hidup nokturnal yg merupakan melakukan kegiatan pada malam hari dan tidur pada siang hari. Makanan atau mangsa primer berdasarkan satwa yang satu ini adalah serangga seprti jangkrik, kecoa, kelelawar, burung dan terkadang memakan reptil-reptil mini .

Satwa ini memiliki daerah asal yaitu hutan-hutan Sulawesi Utara sampai Sulawesi Selatan dan pulau-pulau lebih kurang Sulawesi seperti Peleng, Suwu dan Selayar. Tarsius sendiri lebih dikenal rakyat setempat dengan nama ?Balao cengke? Yg pada bahasa indonesia berarti tikus jongkok.

8. Tarsius Pulau Paleng

Sumber: indonesiakehati.com

Klasifikasi Tarsius Pulau Paleng

Kerajaan  : Animalia

Filum       : Chordata

Kelas       : Mammalia

Ordo        : Primata

Famili       : Tarsiidae

Genus      : Tarsius

Spesies    : Tarsius pelengensis

Tarsius Pulau Paleng yang memiliki nama latin Tarsius pelengensis adalah primata nokturnal (aktif pada malam hari) yang berada di pulau Paleng. Hewan ini memiliki keunikan dimana kepalanya dapat memutar 180 derajat layaknya burung hantu. Hal tersebut dapat dilakukan oleh primata ini karena matanya tersimpan dalam rongga mata tetap.

Tarsius Pulau Paleng diyakini banyak menghuni dataran rendah utama & sekunder serta hutan mangrove. Seperti tarsius pada biasanya spesies ini membuktikan adaptasi yang luar biasa buat bergantung secara vertikal dan melompat. Primata ini biasa hidup pada grup sosial monogamus ataupun poligamus yang terdiri berdasarkan dua hingga 6 ekor dalam tiap gerombolan .

9. Kuskus Kerdil

Sumber: fineartamerica.com

Klasifikasi Kuskus Kerdil

Kingdom     : Animalia

Filum          : Chordata

Kelas          : Mammalia

Ordo          : Diprotodontia

Famili         : Phalangeridae

Genus        : Strigocuscus

Spesies      : S. celebensis

Kuskus kerdil merupakan jenis spesies marsupial yang termasuk famili Phalangeridae. Satwa ini mempunyai karakteristik tubuh yang berwarna coklat agak keputihan dengan panjang tubuh dari bagian kepala berkisar 29-38 centimeter dan panjang ekornya berkisar 27-37 cm. Satwa ini memiliki bobot tubuh kurang lebih 1 kg. Selain itu satwa ini memiliki keunikan yaitu mempunyai kantung dan mata yg lebar. Habitat berdasarkan kuskus kerdil sendiri berada pada hutan primer, hutan sekunder dan kebun masyarakat yg berada di pinggir hutan.

Kuskus kerdil termasuk satwa yg aktif dimalam hari atau nokturnal dan arboreal yg berarti sebagian akbar aktivitasnya berada pada pohon. Kuskus kerdil merupakan tipe satwa yg monogami (tidak berganti-ganti pasangan). Satwa ini kuliner utamanya merupakan dedaunan, bunga, kulit pohon & juga butir. Kuskus kerdil termasuk satwa yg sanggup mengandung 1-2 kali pertahunnya, dimana akan menghasilkan tiga-4 anak. Kuskus memiliki masa kehamilan yg nisbi singkat yakni hanya 20 hari saja.

10. Anoa Pegunungan

Sumber: earth.Com

Klasifikasi Anoa Pegunungan

Kingdom    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Mamalia

Ordo          : Cetartiodactyla

Famili         : Bovidae

Genus        : Bubalus

Spesies      : B. quarlesi

Anoa Pegunungan merupakan jenis satwa yg termasuk ke pada famili Bovidae. Anoa pegunungan dikenal juga dengan nama yang spesial misalnya Mountain Anoa, Anoa de Quarle dan juga Berganoa. Anoa pegunungan mempunyai karakteristik panjang dari kepala hingga kaki 122-153 cm, panjang ekor yang mencapai 27 centimeter menggunakan tinggi bahu kurang dari 75 centimeter.

Anoa pegunungan dewasa mempunyai bobot tubuh mencapai 150 kg, bulu yg tebal dengan warna cokelat hitam atau gelap dan tanduk yg panjangnya mencapai 20 centimeter. Untuk membedakan anoa jantan & betina bisa ditinjau menurut rona bulu, dimana anoa jantan mempunyai rona lebih gelap dibandingkan anoa betina.

Anoa pegunungan poly ditemukan di pulau Sulawesi dan pulau Buton. Anoa pegunungan termasuk kedalam kategori hewan hutan hujan. Anoa pegunungan aktif pada pagi hari dan kembali ke tempat berlindungnya saat tengah hari. Anoa pegunungan juga termasuk satwa yang hayati secara soliter atau berkelompok.

11. Anoa Dataran Rendah

Sumber: alamendah.org

Klasifikasi Anoa Dataran Rendah

Kingdom    : Animalia

Phyllum     : Chordata

Kelas         : Mamalia

Ordo         : Artiodactyla

Famili        : Bovidae

Genus       : Bubalus

Spesies     : Bubalus depressicornis

Satwa endemik terakhi menurut Sulawesi ini dikenal menggunakan anoa dataran rendah. Anoa ini memiliki ciri yg mirip menggunakan kerbau dimana bobot tubuhnya berkisar 150-300 kg. Anoa juga memiliki bentuk tanduk yg melingkar dengan ukuran 18-37 centimeter.

Tinggi tubuh anoa pada lebih kurang bahu berkisar 95-110 centimeter dan panjang tubuh mencapai 180 cm. Anoa dataran rendah dikenal jua dengan nama kerbau kerdil. Gelar yang masuk akal bagi anoa dikarenakan cirinya yang mirip menggunakan kerbau akan tetapi mempunyai ukuran tubuh yg lebih kecil & pendek.

Itulah 11 satwa endemik pulau Sulawesi yang aku informasikan buat anda. Apabila ada kesalahan dalam penulisan serta informasi yg disampaikan, silahkan tulis pada kolom komentar.

Semoga berguna.

No comments:
Write comments