Tuesday, July 14, 2020

12 Hewan Aktif di Malam Hari (Nokturnal) yang Perlu Dijaga Keberlansungan Hidupnya

Hewan Nokturnal - Hewan nokturnal adalah satwa satwa yang aktifitasnya dilakukan pada malam hari dan istirahat/tidur pada siang hari. Hewan ini memiliki ciri khusus dimana penglihatan serta penciumannya yang sangat tajam. Penting bagi kita untuk mengenal jenis hewan-hewan tersebut agar kita dapat menjaga bersama kelestarian satwa-satwa tersebut. Berikut saya informasikan 12 Hewan yang Perlu Dijaga Keberlansungan Hidupnya.

1. Bangkong Serasah

Sumber: katak-ku.blogspot.co.id

Klasifikasi Bangkong Serasah

Kingdom   : Animalia

Divisi        : Chordata

Kelas        : Amphibia

Ordo         : Anura

Famili        : Megophryidae

Genus       : Leptobrachium

Spesies     : L. hasseltii

Bangkong serasah yang juga dikenal sebagai katak serasah ini adalah sejenis katak yg dari menurut fam Megophyridae. Bangkong poly ditemukan pada pada hutan, pegunungan dan tempat yang dekat menggunakan sungai. Karena sifatnya yg nokturnal bangkong serasah banyak menghabiskan waktunya buat tidur di antara serasah hutan.

Bangkong mempunyai karakteristik kaki yang pendek yang biasa dipakai buat melompat & merayap di kayu juga pada batu. Bangkong mempunyai berukuran tubuh berkisar 50-70 mm. Pada umumnya bangkong jantan mempunyai ukuran tubuh relatif kecil dibandingkan betina & mempunyai kebiasaan berbunyi pada malam hari. Ciri selanjutnya bangkong memiliki bentuk tubuh yg gendut pendek dengan ketua akbar & bundar . Pada bagian punggung bangkong mempunyai rona coklat abu kebiruan & terdapat juga yg berwarna keemasan.

Dua. Kelelawar

Sumber: sumber.com

Kelelawar merupakan jenis satwa mamalia yg termasuk kedalam ordo Chiroptera yang memiliki ke 2 kaki bagian depan yg berkembang sebagai sayap. Kelelawar termasuk jenis satwa yg sangat unik dimana satwa ini merupakan satu-satunya mamalia yg sanggup terbang menggunakan sayap. Kelelawar memiliki keistimewaan pada sayapnya dikarenakan sayapnya mempunyai taraf sensitif yg tinggi terhadap kehilangan cairan tubuh.

Kelelawar termasuk satwa yang memiliki manfaat bagi kehidupan salah satunya merupakan kotoran dari kelelawar yang banyak dipakai menjadi pupuk. Selain itu kelelawar juga berfungsi sebagi penebar alami biji butir-buahan. Dengan fungsinya menjadi penebar biji alami ini membuat kelelawar sebagai satwa yang penting dalm menjaga keanekaragaman hutan.

3. Kuskus

Sumber: wikipedia.org

Klasifikasi Kuskus

Kingdom   : Animalia

Filum        : Chordata

Kelas        : Mamalia

Subkelas   : Marsupialia

Ordo         : Diprotodontia

Famili        : Phalangeridae

Kuskus adalah jenis mammalia yg termasuk dalam tipe nokturnal. Karena tipenya ke pada satwa nokturnal maka sebagian besar hidup kuskus poly dihabiskan buat beristirahat pada pepohonan serta bergera aktif mencari makan dalam malam hari.

Kuskus adalah satwa yg termasuk ke dalam Omnivora akan namun kuliner yang paling disukai kuskus adalah serangga & diselingi beberapa kuliner lain seperti butir, daun dan reptil yang berukuran kecil. Satwa ini juga bagian menurut famili Phalangeridae yg beredar pada berbagai wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua dan Sulawesi.

Kuskus memiliki ciri yakni ukurannya 15 cm sampai 60 centimeter bahkan lebih. Meskipun ukurannya dapat mencapai 60 cm bahkan lebi, akan namun berukuran rata-ratanya adalah 45 cm. Kuskus memiliki berukuran cakar yang panjang dan tajam yg berfungsi dalam membantu kuskus beranjak di pepohonan.

Ciri berikutnya dari kuskus merupakan memilii bulu tebal yg memiliki ragam rona misalnya putih, hitam & pula coklat. Kuskus jua memiliki ukuran ekor yang panjang dan sangat bertenaga buat membantu kuskus pada berpegangan ketika berpinah menurut satu cabang pohon ke cabang lainnya.

4. Burung Hantu

Sumber; burungnya.com

Jenis satwa yg satu ini nir mengherankan lagi jika termasuk ke pada galat satu satwa yg bertipe nokturnal. Dari namanya saja kita sudah memahami bahwa satwa ini berkiprah aktif dalam malam hari. Satwa ini bernama burung hantu. Burung hantu adalah jenis burung yang tergabung pada ordo Strigiformes yang jua termasuk ke dalam golongan burung pemakan daging/karnivora. Salah satu contoh berdasarkan makanan favorit burung hantu adalah kodok & tikus. Burung hantu mempunyai sarang yang berada pada lubang pohon bahkan ada yang membuat sarang dalam ruang-ruang bangunan.

Di daerah Nusantara burung ini dipercaya menjadi indikasi kematian oleh karena itulah burung ini diberikan nama burung hantu. Walaupun di Nusantara dianggap sebagai tanda maut, tidak sinkron halnya jika pada belahan global barat burung ini dipercaya sebagai pertanda kebijaksanaan.

Burung hantu memiliki ciri bulu yg burik menggunakan warna abu-abu ataupun agak coklat dengan tambahan bercak putih dan hitam. Burung ini jua memiliki keunikan dimana kepalanya bisa berputar 180 derajat ke arah belakang. Ciri selanjutnya burung hantu mempunyai ukuran ekor yg pendek menggunakan sayap yg lebar dan besar yang rentang sayapnya sama dengan 3 kali berukuran panjang tubuhnya.

5. Kiwi

Sumber: genius.com

Klasifikasi Kiwi

Kingdom    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Aves

Ordo          : Apterygiformes

Famili         : Apterygidae

Genus        : Apteryx

Kiwi merupakan burung yang tidak terbang seperti halnya burung puyuh . Jenis burung ini berasal dari New Zealand. Burung ini termasuk ke pada keluarga Apterygidae dan geus Apteryx. Kiwi mempunyai bulu yg berwarna coklat dan memiliki moncong yg panjang.

6. Musang

Sumber: pencintasatwa.com

Klasifikasi Musang

Kingdom  : Animalia

Divisi       : Chordata

Kelas       : Mammalia

Ordo        : Carnivora

Famili      : Viverridae

Perlu anda ketahui musang jua termasuk satwa nokturnal. Musang adalah nama yg generik bagi kelompok mamalia yg dari menurut suku Viverridae. Musang terkenal menjadi satwa yg pintar dalam memanjat. Dari banyak sekali jenis musang yg paling populer adalah jenis musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus).

Musang luwak sangat terkenal saat ini dikarenakan biji kopi yg sudah dikonsumsi oleh luwak mempunyai rasa & aroma yg khas bagi para penikmat kopi. Musang luwak banyak ditemukan pada dekat pemukiman masyarakat dan menjadi musuh bagi peternak ayam dikarenakan musang seringkali memangsa ayam waktu malam hari.

Musang juga diketahui merupakan satwa yang memiliki cara unik buat bertahan hayati. Saat musuh akan menyerang maka musang akan berpura-pura tewas sehingga musuhnya akan dapat dikelabui dan ketika musuh telah pulang maka musang akan lari ke loka lain.

7. Lemur

Sumber: wunc.org

Klasifikasi Lemur

Kingdom    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Mammalia

Ordo          : Primates

Lemur adalah satwa yg menetap di Madagaskar, Afrika. Penamaan lemur asal menurut kata lemures (bahasa latin) yg berarti hantu atau arwah malam hari. Penamaan ini lumrah saja bila dikaitkan menggunakan kemampuan mata lemur yang memantulkan cahaya pada malam hari ditambah lagi dengan teriakannya yang nyaring menciptakan orang yg bertemu merasa takut dan menduga lemur menjadi arwah yang bergentayangan pada malam hari.

Lemur mempunyai ciri panjang ketua dan badan lemur 28-56 cm dengan panjang ekor lemur antara 28-65 cm. Pada bagian ekor lemur memiliki karakteristik khusus yakni ekornya yg panjang dan memiliki warna hitam & putih yang berselang-seling sebagai akibatnya tampak misalnya cincin. Badan lemur mempunyai rona merah kecoklatan menggunakan corak kilauan abu-abu pdaa bagian rambut dengan tubuh bagian bawah yang berwarna putih. Selain itu tangan dan jua kaki lemur jua berwarna putih.

8. Kukang

Klasifikasi Kukang

Kerajaan    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Mammalia

Ordo          : Primates

Famili        :  Lorisidae

Genus        : Nycticebus

Kukang termasuk ke dalam satwa nokturnal yang asal menurut famili Lorisidae. Kukang dikenal sebagai primata yg pergeakannya lamban. Persebaran kukang pada Indonesia masih ada di pulau Kalimantan, Sumatera & Jawa tentunya menggunakan spesies yang bhineka. Kukang termasuk primata yang pula dikenal berkomunikasi dengan bau yg ditinggalkannya dalam loka-tempat spesifik. Kukang juga termasuk satwa yang bersifat Omnivora dimana kuliner utamanya adalah butir-buahan, fauna mini maupun getah pohon tertentu.

Kukang memiliki karakteristik fisik yakni rambutnya ada yg berwarna agak coklat, kehitaman dan pula kelabu keputihan. Kukang mempunyai bobot yang berkisar 0,37-09 kg dengan panjang tubuh dewasa berkisar 19-30 centimeter. Pada bagian punggung, kukang memiliki garis berwarna coklat dengan posisi melintang berdasarkan dahi sampai ke belakang. Pada bagian mata serta dasar indera pendengaran jua terdapat garis misalnya halnya dalam punggung & dahi. Ciri selanjutnya buat mengenali kukang merupakan bentuk kepalanya yang bundar , mata yang akbar & moncong yg runcing.

Apabila dicermati sekilas maka kukang termasuk satwa menggunakan penampilan yg lucu & menggemaskan, akan tetapi anda wajib permanen berhati-hati dikarenakan gigitan kukang dikenal berbisa. Bisa tersebut didapati kukang menggunakan cara menjilati lengannya yg mengeluarkan homogen cairan. Cairan yang sudah dijilati kemudian diaktifan ketika bercampur air liur kukang. Bisa tadi biasa digunakan kukang buat melindungi diri dan anaknya menurut serangan predator pemangsa seperti ular dan elangax

9. Galago

Sumber; youtube.com

Klasifikasi Galago

Kingdom    : Animalia

Divisi         : Chordata

Kelas         : Mammalia

Ordo          : Primates

Famili        : Galagidae

Galago mungkin terdengar asing pada telinga sebagian orang. Perlu kamu ketahui galago merupakan satwa nokturnal yg tergolong ke dalam famili Lorisidae yg daerah asal aslinya di hutan hujan Afrika. Galago mempunyai ciri fisik rona rambut menggunakan kumpulan coklat, putih & hitam.

Galago yg termasuk ke dalam satwa nokturnal biasa memakan burung mini , serangga serta butir-buahan. Ukuran tubuh galago bisa mencapai berukuran tupai maupun bajing. Galago jua termasuk satwa yang populer akan kemampuan meloncatnya yang bisa mencapai dua meter.

10. Tarsius

Sumber: Wikipedia.org

Klasifikasi Tarsius

Kingdom       : Animalia

Divisi            : Chordata

Kelas            : Mammalia

Ordo             : Primata

Subordo        : Haplorrhini

Famili            : Tarsiidae

Genus           : Tarsius

Tarsius termasuk primata yg dari berdasarkan keluarga Tarsiidae. Tarsius memiliki ciri fisik dengan tubuh kecil dan mata yg akbar yakni berdiameter 16 mm. Satwa satu ini memilki berukuran kaki belakang yg panjang. Dengan ukuran tulang tarsus yang panjang maka satwa dikenal dengan nama tarsius. Panjang kepala hingga tubuh tarsius berkisar 10-15 centimeter dengan panjang ekor berkisar 20-25 centimeter. Tarsius memiliki bulu yang sangat lembut menggunakan warna cokelat muda & cokelat belia.

Tarsius memiliki jenis kuliner yg beragam mulai menurut serangga, kadal, kelelawar dan ular. Tarsius mempunyai masa kehamilan yang singkat yakni hanya berlangsung selama 6 bulan. Tarsius mencapai fase dewasa ketika berumur 1 tahun.

11. Tikus

Sumber: megapolitan.kompas.com

Klasifikasi Tikus

Kingdom     : Animalia

Divisi          : Chordata

Kelas          : Mamalia

Ordo           : Rodentia

Famili          : Muridae

Tikus termasuk ke pada mamalia yang tergabung ke dalam suku Muridae. Tikus yg paling terkenal adalah tikus got dan mencit, dimana jenis ini ditemukan hampir pada semua negara.

12. Macan Dahan

Sumber: nettix.com

Klasifikasi Macan Dahan

Kingdom       : Animalia

Divisi            : Chordata

Kelas            : Mammalia

Ordo             : Carnivora

Famili            : Felidae

Genus           : Neofelis

Spesies         : N. nebulosa

Macan dahan merupakan jenis satwa nokturnal yang poly menghabiskan waktunya di atas pohon ketika siang hari & aktif beranjak dan mencari mangsa pada malam hari. Macan dahan poly beredar di aneka macam wilayah baik itu pada Asia Tenggara, India & jua Semenanjung Melayu. Macan dahan merupakan jenis satwa yg tergolong ke dalam Karnivora menggunakan mangsa utama yaitu ular, simpanse, rusa maupun burung.

Macan dahan mempunyai ciri fisik berupa bintik hitam yg terdapat dalam bagian kepala, rambut yang berwarna kelabu kecoklatan & totol putih pada bagian belakang indera pendengaran. Ciri selanjutnya macan dahan mempunyai kaki yg berukuran pendek dengan ukuran telapak kaki yg akbar & pula ekor panjang menggunakan bintik hitam & garis. Macan dahan termasuk jenis kucing yg mempunyai berukuran sedang dengan ukuran panjang tubuh bisa mencapai 95 centimeter.

Itulah 12 jenis satwa nokturnal yg saya informasikan untuk anda. Saat ini beberapa jenis satwa tersebut berada pada keadaan terancam. Keterancaman jenis satwa tadi banyak ditimbulkan oleh peburuan liar yang dilakukan oleh sebagian orang yg tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya menjaga keberlansungan hayati satwa sangatlah krusial supaya keanekaragamannya permanen terjaga. Apabila ada kesalahan pada memberikan berita dan kesalahan dalam penulisan artikel silahkan tulis pada kolom komentar.

Semoga berguna.

No comments:
Write comments