Saturday, July 11, 2020

13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah Lengkap Beserta Penjelasan

Peninggalan Kerajaan Demak - Kerajaan Demak atau kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama didirikan dan terbesar di Utara Jawa. Berdasarkan tradisi Jawa, kerajaan Demak sebelumnya adalah kadipaten dari pada kerajaan Majapahi yang kemudian hadir sebagai kekuatan baru yang melegitimasi kebesaran dari kerajaan Majapahit.

Kerajaan Demak sendiri dapat dikatakan sebagai pelopor penyebaran kepercayaan Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa. Kerajaan ini nir berumur panjang & mengalami kemunduran dampak kudeta antara keluarga kerajaan. Kemudian, pada tahun 1560 kekuasaan Demak beralih pada kerajaan Pajang yg dibentuk sang Jaka Tingkir atau dikenal pula menggunakan Hadiwijaya.

Salah satu peninggalan paling bersejarah menurut kerajaan ini yakni adanya masjid agung Demak, yang menurut sejarah dibangun sang Raden Patah dan Wali Songo. Walaupun kerajaan ini mempunyai umur yang singkat, akan namun peninggalan sejarah menurut kerajaan ini cukup poly & bahkan eksis dan dikenal oleh masyarakat sampai waktu ini.

Untuk itu, Abang Nji akan memberikan warta kepada teman sekalian mengenai 13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah.

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan galat satu masjid tertua yg berada di Indonesia. Masjid ini berlokasi pada kel. Bintoro, kec. Demak, kab. Demak, Jawa Tengah yang lebih tepatnya di kampung Kauman. Masjid ini dianggap menjadi tempat bertemu & berkumpulnya para wali yang dikenal dengan wali Songo. Masjid ini diperkirakan didirikan sang raja pertama kesultanan Demak yaitu Raden Patah bersama Wali Songo pada kisaran abad ke 15 M.

Arsitektur Masjid

Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk & pula serambi. Bangunan induk sendiri mempunyai 4 tiang utama yang dianggap menggunakan Saka Guru. Perlu diketahui, bahwa galat satu tiang utama tersebut konon ucapnya dari berdasarkan serpihan kayu sehingga dinamai menggunakan Saka Tatal.Untuk bangunan serambi merupakan bangunan yg terbuka, dimana atapnya memiliki bentuk limas yang disanggah atau ditopang dengan delapan tiang yang dinamai menggunakan saka Majapahit.

Atap limas masjid sendiri terdiri dari 3 bagian yang memiliki makna dimana 1 bermakna Iman, 2 bermakna Islam dan 3 bermakna Ihsan. Di dalam lokasi kompleks masjid Agung demak ini juga terdapat beberapa makam raja-raja Demak yang diantaranya yaitu Sultan Fattah yang merupakan raja pertama dari kerajaan Demak. Selain itu, juga terdapat museum Masjid Agung Demak yang di dalamnya berisi tentang riwayat masjid Agung Demak.

2. Soko Pengajar

Sumber: @jokoparwata via Instagram

Wali Songo mendirikan masjid Demak dengan 4 tiang primer yang familiar menggunakan sebutan Soko Guru. Soko Pengajar di masjid Demak tersebut adalah tiang utama berbahan dasar kayu Jati yg memiliki fungsi pada menyangga atau menunda kerangka dan juga atap masjid Demak. Terdapat 4 Soko Guru yang masing-masing mempunyai ketinggian 16 Meter & berdiameter mencapai 1 meter.

Berdasarkan cerita dari warga sekitar masjid bahwa dulunya terdapat 4 wali Songo yang bertugas pada mencari tiang utama yakni sunan Gunung Jati, sunan Bonang, sunan Ampel & sunan Kalijaga. Saat tiang sudah dibuat terdapat satu tiang yg tingginya nir sesuai, sehingga buat mencapai tinggi yang sama tiang yang kurang lalu disambung dengan serpihan kayu yang lalu dikenal dengan nama Soko Tatal.

Saat ini, keempat Soko Pengajar yang ada pada pada masjid Demak telah nir sepenuhnya orisinil menurut peninggalan terdahulu. Kayu-kayu jati yg mulai ringkih dipotong serta digantikan dengan kayu yang masih baru & kuat. Sehingga dapat dikatakan beberapa bagian masih asli & sebagian lainnya yg mulai rapuh diletakan pada pada museum masjid Agung Demak.

3. Piring Campa

Sumber: kerisku.id

Piring Campa merupakan peninggalan kerajaan Demak yang dari dari anugerah seseorang putri yang adalah bunda berdasarkan Raden Patah yakni raja pertama menurut kerajaan Demak. Pemberian tadi berjumlah 65 buah piring yang sebagian ditempelkan pada loka imam masjid dan sebagian lagi dijadikan menjadi hiasan dinding masjid Agung Demak.

4. Situs Kolam Wudlu

Sumber: @dhuwananx via Instagram

Situs Kolam Wudlu ini adalah tempat berwudhu pertama kali yg dibuat selesainya dibangunnya kerajaan Agung Demak. Situs ini terletak pada bagian depan masjid yang bertujuan buat mempermudah para wali serta jamaah yang akan memasuki masjid supaya membiasakan wudhu terlebih dahulu.

Kolam wudhu sendiri mempunyai luas lebih kurang 75 meter persegi menggunakan kedalam air lebih kurang tiga meter. Saat ini situs ini nir lagi digunakan sebagai tempat buat berwudhu karena dijadikan situs bersejarah yg diberi keliling berupa pagar besi.

5. Dampar Kencana

Dampar Kencana adalah loka duduk atau singgasana buat para sultan Demak yang lalu dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah pada dalam masjid Agung Demak. Akan tetapi, saat ini mimbar tidak lagi dipakai melainkan disimpan pada pada museum masjid Agung Demak supaya terhindar menurut kerusakan dan permanen terawat sebagai keliru satu peninggalan kerajaan Demak paling bersejarah.

6. Bedug dan Kentongan Demak

Sumber: coretantakberujung.blogspot.com

Bedug dan Kentongan yang berada di masjid Agung Demak jua termasuk ke pada peninggalan kerajaan Demak paling bersejarah & tidak boleh dipercaya remeh apalagi dilupakan. Pada masa silam alat ini digunakan untuk memanggil masyarakat sekitar agar segera tiba ke masjid buat melaksanakan sholat 5 saat, lantaran pada zaman dahulu nir ada pengeras suara azan seperti kini .

Kentongan memiliki bentuk yang seperti tapal kuda & memiliki makna yg mendalam. Dibuat menyerupai tapal kuda supaya rakyat sekitar segera atau bergegas datang buat melaksanakan sholat lima saat seperti cepatnya orang pada berkuda.

7. Pintu Bledeg/Petir

Sumber: sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.com

Pintu Bledeg merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan Demak yang cukup unik menurut kisah pembuatannya bahkan terasa pada luar nalar, akan tetapi kisah ini telah populer pada kalangan rakyat sekitar masjid Agung Demak. Dikisahkan bahwa pintu Bledeg yg dianggap jua pintu Petir ini dibentuk oleh Ki Agung Selo yakni dalam tahun 1466. Pintu ini adalah pintu utama dari masjid Agung Demak.

Berdasarkan kisah yang tersebar di kalangan masyarakat anugerah nama pintu Bledeg ini dikarenakan Ki Ageng Selo membuatnya dengan kekuatan spiritualnya berbentuk petir yang menyambar. Saat ini, pintu Bledeg nir digunakan lagi menjadi pintu masjid dikarenakan kondisinya yang sudah tua dan lapuk dimakan usia. Saat ini pintu ini dijadikan menjadi salah satu peninggalan bersejarah kerajaan Demak & disimpan rapi pada pada masjid Agung Demak.

8. Maksurah

Maksurah adalah dinding yang dihiasi menggunakan goresan kaligrafi tulisan Arab dalam dinding masjid Agung Demak. Maksurah dibentuk pertama kali dalam tahun 1866 Masehi dalam masa kekuasaan Aryo Purbaningrat yang waktu itu adalah adipati kerajaan Demak. Adapun isi atau kandungan menurut Maksurah ini merupakan tentang ke Esa-an Allah Subhanahu wa ta'ala.

9. Serambi Majapahit

Sumber: srikayaku.wordpress.com

Serambi Majapahit pula termasuk ke dalam peninggalan sejarah kerajaan Demak. Serambi ini memiliki luas 31 x15 meter persegi & berlantaikan teraso ukuran 30 x30 centimeter menggunakan delapan pilar penyangga yang memiliki gaya gesekan khas kerajaan Majapahit. Karena hal itulah serambi ini disebut menjadi serambi Majapahit.

Perlu kita ketahui, bahwa sebagian kalangan berpendapat bahwa tiang-tiang serambi ini merupakan bantuan gratis menurut raja Majapahit Prabu Brawijaya V kepada Raden Patah yang merupakan anak kandungnya menurut istrinya yg bernama putri Campa.

Selain itu, pula terdapat pendapat yg menyatakan bahwa tiang-tiang tadi bukanlah menjadi bentuk bantuan gratis, tetapi bagian rampasan perang. Hal ini diperkuat karena prabu Brawijaya pernah dikudeta sang Girindrawardana yang mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Majapahit ke 12.

Raden Patah yang memiliki kedudukan sebagai seorang sultan Demak yang merupakan anak dari Prabu Brawijaya  tidak terima ayahnya dikudeta, akhirnya melakukan penyerangan ke Majapahit untuk merebut kembali tahta ayahnya dari Girindrawardana. Sampai saat ini, ukiran serta kayu kayu di serambi tersebut masih asli dan terawat.

10. Makam Sunan Kalijaga

Sumber: situsbudaya.id

Sunan Kalijaga atau orang jawa memanggilnya dengan nama Sunan Kalijogo adalah salah satu wali Songo yang mempunyai peran yg sangat besar pada mendakwahkan kepercayaan Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa.

Kepandaian sunan Kalijaga dalam mengembangkan Islam dikenal dengan cara-cara yg unik menciptakan beliau mudah pada menarik simpati masyarakat ketika itu. Beliau dikenal melakukan dakwah dengan pendekatan seni & budaya diantaranya memakai seni ukir, seni wayang, gamelan serta perangkat budaya lain yg menunjang dia pada berdakwah.

Sunan kalijaga wafat dalam tahun 1520 dan dimakamkan di kab. Demak, Jawa Tengah atau lebih tepatnya di desa Kadilangu.

11. Mihrab

Mihrab merupakan  tempat yang dipakai untuk imam pada masa kerajaan Demak. Di dalam mihrab terdapat gambar hewan Bulus. Dimaana hewan Bulus ini memiliki filosofi yakni kepala Bulus berjumlah 1, kaki Bulus berjumlah 4, badan Bulus sama dengan 0 dan ekor Bulus berjumlah 1 yaitu sebuah candra Sengkala yang bunyinya Sarira Sunyi Kiblating Gusti memiliki makna angka 1401 tahun saka yaitu tahun dibangunnya masjid Agung Demak.

Dengan adanya hal di atas mengambarkan bahwa, dalam masa pemerintahan kerajaan Demak telah terjadinya proses akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Islam.

12. Pawestren

Pawestren adalah bangunan tempat sholat berjamaah khusus bagi kaum perempuan . Bangunan ini dibangun memakai bahan berupa kayu jati, dimana bentuk atap limasan berupa Sirap (genteng berdasarkan kayu) kayu jati.

Bangunan ini sendiri pada topang atau mempunyai sanggahan berupa 8 tiang penyangga dimana 4 diantaranya berukirkan hiasan motif Majapahit. Bangunan ini mempunyai luas lantai yg berukuran 15 x 7,30 meter dengan arah membujur ke kiblat.

Pendiri bangunan ini merupakan Arya Purbaningrat, yg dibangun dalam tahun 1866 Masehi ketika dirinya menjabat sebagai adipati Demak.

13. Pemakaman Kesultanan Demak

Sumber: @nurhayati_himati2001 via Instagram

Kompleks makam kesultanan Demak terletak di bagian belakang masjid Agung Demak. Di makam ini terdapat makam sultan Demak I raden Patah,  sultan Demak II raden pati Unus dan  sultan Demak III raden Trenggono.

Tidak tidak selaras jauh dengan pemakaman kesultanan lainnya dimana makam para raja berdampingan menggunakan makam Ulama. Kompleks pemakaman ini jua terdapat makam Syekh Maulana Maghribi yg adalah sunan pertama dan paling senior diantara para wali lainnya yg jauh terdapat sebelum para wali Songo. Beliau dari dari daerah Maroko di benua Afrika bagian Utara. Dan lantaran jasanya lah dianggap kerajaan Demak ini dapat berdiri.

Itulah informasi seputar 13 Peninggalan Kerajaan Islam Demak Paling Bersejarah yg bisa Abang Nji informasikan kepada sahabat sekalian. Semoga artikel ini dapat menaruh manfaat dan menambah wawasan bagi sahabat sekalian.

Semoga berguna.

No comments:
Write comments