Friday, July 10, 2020

5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan

Peninggalan Kesultanan Ternate - Kesultanan Ternate atau dikenal juga dengan kerajaan gapi merupakan salah satu bagian dari empat kerajaan Islam di kepulauan Maluku. Kesultanan ini dibangun pada tahun 1257 oleh Baab Mashur Malamo. Kesultanan ternate memiliki fungsi serta peran yang sangat penting di bagian Timur Nusantara diantara abad 13 sampai abad ke 19.

Kesultanan ini pernah mencapai puncak kejayaan pada paruh abad ke 16 berkat adanya kekuatan militer dan perdagangan rempah-rempahnya. Saat masa jayanya kesultanan ini menguasai daerah yg cukup luas antara lain wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, tengah dan juga timur. Selain pada wilayah Nusantara kesultanan ini menguasai daerah luar Nusantara misalnya kepulauan Filipina bagian Selatan hingga kepulauan Marshall yg terdapat pada Pasifik.

Belum ada sumber yang valid tentang kapan pastinya atau awal kedatangan Islam di Maluku Utara khususnya daerah Ternate. Akan namun, diprediksi semenjak awal berdirinya kerajaan ini warga Ternate sudah poly yg mengenal ajaran Islam. Hal ini disimpulkan karena poly pedagang Arab yg bermukim di Ternate saat itu. Hanya bisa dipastikan bahwasanya keluarga dari kerajaan Ternate resmi memeluk Islam sepenuhnya dalam abad 15 pertengahan.

Mempelajari kisah kerajaan-kerajaan terdahulu memang sangat mengasyikan, selain menambah wawasan juga memberikan khayalan seolah-olah kita berada dalam masa kerajaan tadi. Selain kisahnya yang menarik, tentunya peninggalan-peninggalan kerajaan tersebut pula sangat menarik buat kita pelajari.

Untuk itu, Abang Nji akan memberi infomasi kepada sahabat sekalian tentang peninggalan kerajan Islam terdahulu yakni 5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan.

1. Masjid Jami' Sultan Ternate

Sumber: @travendom via Instagram

Masjid Jami Kesultanan ternate terletak di kel. Soa Sio, kec. Ternate Utara, kota Ternate, prov. Maluku Utara lebih tepatnya di kawasan jalan sultan Khairun. Masjid ini diprediksi dirintis pertama kali sang sultan Zainal Abidin, akan namun terdapat jua pendapat yg menyatakan bahwa bangunan masjid ini baru dilakukan pembangunan pada awal abad 17 waktu sultan Saidi Barakati berkuasa.

Hingga waktu ini, nir ditemukan data yg valid kapan pertama kali masjid ini dibangun. Walaupun demikian sejarah pertanda bahwa kesultanan Ternate telah mengalami masa kejayaan baik di bidang ekonomi, militer maupun agama. Perjuangan sultan Khairun pada 1534 hingga 1570 yg kemudian dilanjutkan sultan Baabullah pada 1570-1583 dalam melawan pasukan Portugis.

Dengan adanya berita di atas pendapat yg menyatakan bahwa masjid Jami' Sultan Ternate baru dibangun awal abad 17 termasuk pendapat yg lemah. Seperti biasanya masjid kesultanan Islam yg dibangun pada dekat istana, begitu pula masjid ini. Masjid ini berjarak hanya 100 meter berdasarkan sebelah tenggara kedaton dikarenakan ritual-ritual juga tradisi-tradisi berpusat di masjid ini.

Masjid ini memiliki arsitektur yang khas dimana memiliki atap bersusun tujuh menggunakan luas masjid 22,40 x 39,30 meter dan tinggi yg mencapai 21,74 meter. Masjid ini memiliki 4 tiang utama & 12 tiang penyokong buat memperkokoh bangunan, sangat kokoh tentunya. Masjid ini, juga dikelilingi dengan pagar tembok menggunakan atap gapura yang dibuat 2 susun dengan fungsi buat menara azan. Masjid ini dibangun dengan bahan dasar susunan batu yang diberi bahan perekat berupa campuran kulit kayu pohon Kalumpang.

2. Makam Sultan Baabullah (10 Februari 1528-Awal 1583)

Sumber: kebudayaan.kemendikbud.go.id

Sultan Baabullah adalah sultan sekaligus penguasa kesultanan Ternate yg ke 24, dimana dia berkuasa antara tahun 1570 sampai 1583. Dia adalah sultan Ternate yang yg terkenal dalam sejarah dikarenakan saat kepemimpinannya sanggup mengusir Portugis & mengantarkan ternate pada zenit kejayaan yaitu pada akhir abad 16.

Beliau jua dijuluki dengan penguasa 72 pulau dimana kekuasaannya mencakup pulau-pulau di Nusantara bagian Timur, Mindanao bagian Selatan dan kepulauan Marshall. Nama sultan Baabullah juga diabadikan menjadi nama bandara yg terdapat di Ternate dikarekan beliau sultan pertama yang mampu membakar semangat masyarakat buat melawan penjajah asing yang ingin menguasai Ternate.

Sultan Baabullah dimakamkan pada zenit bukit Foramadiahi yakni kampung tertua dan tertinggi pada daerah Ternate. Makamnya persis terletak pada bawah pohon Momo yang ukuran diameternya tiga kali pelukan orang dewasa. Untuk mencapai makam dia, seseorang wajib mendaki gunung Gamala dengan jarak sejauh 1 km, cukup melelahkan tentunya.

3. Benteng Tolukko

Sumber: @pelangiternate via Instagram

Seperti banyaknya benteng yang ada pada Ternate, awal mulanya benteng ini dibangun sang Portugis yang saat itu hampir menguasai semua aktivitas perdagangan rempah-rempah pada Ternate dalam abad 16. Awal mulanya, benteng ini bernama Santo Lucas yg dibangun sang panglima tentara portugis yg bernama Fransisco Serraow pada tahun. Tujuan panglima tersebut membentuk benteng merupakan sebagai pusat penyimpanan rempah-rempah sekaligus menjadi tempat pertahanan.

Saat Portugis berhasil diusir waktu kepemimpinan sultan Baabullah dalam tahun 1575 kemudian Belanda datang dan mengambil alih kembali benteng ini. Pada tahun 1610 benteng ini kemudian diperbaiki sang Pieter Both yang kemudian mengubah nama benteng ini menjadi benteng Holandia. Kemudian, ketika benteng jatuh kembali ke tangan kesultanan Ternate, benteng ini akhirnya diberi nama benteng Tolukko yg dari beberapa catatan sejarah merogoh menurut nama penguasa Ternate yaitu Kaicil Tolukko.

Benteng ini terletak di kel. Sangadji, kec. Ternate Utara, kota Ternate. Prov Maluku Utara. Posisi benteng Tolukko begitu strategis dikarenakan dekat dengan wilayah perairan serta berada pada puncak bukit yg cukup tinggi menjadi tempat yang sangat sempurna dalam mengawasi gerak-gerik lawan yakni istana Kesultanan Ternate.

Arsitektur Bangunan

Benteng Tolukko didirikan menggunakan pondasi berupa batuan beku. Untuk bahan dasar bangunan sendiri terdiri menurut campuran batu karang, batu kali, dan pecahan batu bata yang direkatkan memakai adonan pasir & kapur. Benteng terbentuk berdasarkan 3 buah bastion, halaman pada, ruang bawah tanah, lorong dan jua bangunan utamanya yang memiliki bentuk segi empat.

4. Istana Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate sendiri memiliki peran yang sangat penting di wilayah timur Nusantara berdasarkan abad 13 sampai abad 17, dengan zenit kejayaan dalam abad ke 16. Pada 7 Desember 1976, istana kesultanan Ternate sendiri dijadikan sebagai keliru satu cagar budaya dikarenakan konvensi antara ahli waris kesultanan Ternate yang dipimpin sang sultan belia Mudzafar Syah dengan Pemerintah Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Istana ini memiliki pagar dengan ketinggian melebihi 3 meter yang bentuknya menyerupai benteng. Di dalam lingkungan istana terdapat komplek makam pendahulu kesultanan serta makam para raja dan keluarga kesultanan Ternate. Selain luar istana yang menggambarkan kemewahan, di dalam istana juga tidak kalah indahnya dimana terdapat desain interior yang penuh berhiaskan emas.

Sumber: @arui02023 via Instagram

Selain itu, di ruang kamar juga terdapat perhiasan emas, mahkota, giwang, cincin yang semuanya terbuat dari emas. Dengan adanya peninggalan-peninggaln berupa benda di atas semakin meyakinkan kita bahwa kesultanan ini benar-benar pernah mengalami puncak kejayaan. Di dalam istana juga terdapat benda-benda pusaka peninggalan sultan berupa senapan, topi perang, alat rumah tangga, pakaian kerajaan serta naskah-naskah kuno yang kental akan kisah sejarah.

5. Benteng Kalamata

Sumber: @detikcom via Instagram

Sama misalnya halnya benteng Tolukko yang dibangun oleh Portugis begitu juga dengan benteng Kalamatta ini. Benteng ini didirikan pada masa yg sama menggunakan benteng Tolukko/Santo Lucas yakni dalam tahun 1540 oleh Antonio Pegaveta. Setelah lepas dari kekuasaan Portugis, kemudian benteng ini dikuasai oleh Belanda & sempat dilakukan perbaikan oleh Pieter Both dalam tahun 1609.

Tujuan menurut pembuatan benteng ini nir lain adalah menjadi pertahanan pada memperluas kekuasaan portugis di Ternate. Benteng ini terletak di garis pantai pesisir bahari & membuahkan fungsi benteng ini jua sebagai pos perdagangan. Wajar saja demikian, dikarenakan Maluku Utara khususnya kerajaan Ternate menjadi incaran global karena kekayaan hasil rempahnya.

Setelah akhirnya dikuasai sang kesultanan Ternate benteng ini diganti namanya sebagai benteng Kalamata. Pemberian nama Kalamata berdasarkan sejarah diambil dari nama pangeran Kalamata yakni saudara termuda dari sultan Ternate ke 31 yaitu sultan Mandar Syah. Benteng ini sendiri memiliki bentuk poligon menggunakan ketinggian 3 meter dan ketebalan tembok hanya 60 cm.

Itulah informasi berupa artikel yang berjudul 5 Peninggalan Kesultanan Ternate Yang Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan yang dapat Abang Nji sampaikan kepada sahabat sekalian. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap peninggalan-peninggalan sejarah bangsa ini.

Semoga bermanfaat.

No comments:
Write comments