Thursday, July 9, 2020

5 Proses Masuk Serta Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (2 Teori + 3 Hipotesis)

Proses Masuknya Hindu Buddha - Agar kita dapat memahami proses masuk serta berkembangnya agama maupun kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, maka diperlukan landasan serta pendapat para ahli. Pendapat yang diungkapkan oleh para ahli tersebut merupakan sebuah hipotesis yakni dugaan sementara yang diperlukan penelitian untuk membuktikan kebenarannya sehingga menjadi data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Walaupun masih harus dibuktikan kebenarannya hipotesa-hipotesa menurut para ahli tersebut sangatlah bermanfaat untuk menaruh pemahaman tentang bagaimana proses masuk & berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Sumber: learniseasy.com

Pengenalan Agama Hindu

Perkembangan Agama serta Kebudayaan Hindu dipastikan selalu berkaitan dengan bangsa Arya yang memiliki ciri kulit putih, hidung mancung serta fisk yang besar dan tinggi.  Bangsa ini merupakn ras Indo Jerman yang berasal dari Asia Tengah dengan kebiasaan hidup mengembara. Bangsa arya sendiri menganut kepercayaan Polytheisme yang memiliki arti memuja banyak dewa dengan 3 dewa utama yang dikenal dengan Trimurti yaitu dewa Brahmana, dewa Syiwa dan dewa Wisnu.

Pengenalan Agama Buddha

Agama Buddha merupakan ajaran yang mempunyai tujuan buat membebaskan insan menurut lingkaran samsara sebagai akibatnya bisa mencapai nirwana. Agama Budhha banyak berkembang pada India ditimbulkan lantaran kepercayaan Hindu yang mempunyai sistem kasta dan bertentangan menggunakan ajaran Buddha. Dan yang berbagi agama Buddha merupakan Sidharta Budha Gautama.

Berikut saya informasikan kepada anda beberapa kajian teori para pakar tentang masuk & berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

1. Teori Kolonisasi

Teori Kolonisasi ini berusaha menjelaskan tentang bagaimana peran aktif orang-orang India dalam menyebarkan kepercayaan dan kebudayaannya di Indonesia. Berdasarkan teori ini juga mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia bersifat pasif yg berarti mereka hanya menjadi objek penerima menurut impak kepercayaan dan kebudayaan India tersebut. Teori kolonisasi sendiri dibagi pada beberapa hipotesis mulai dari hipotesis Waisya, hipotesis Ksatria & hipotesis Brahmana. Penjelasannya sebagai berikut.

Hipotesis Waisya (NJ. Krom)

Sumber: slideshare.net

Menurut NJ. Krom proses yang menyebabkan adanya interaksi antara Indonesia da India merupakan lantaran adanya jalur perdagangan sehingga poly orang India yg berstatus pedagang datang ke Indonesia. Perdagangan pada masa itu memakai teknologi perkapalan & jalur laut yang sangat bergantung pada angin ekspresi dominan.

Oleh karena itu para pedagang India wajib tinggal dalam kurun ketika yang cukup usang di Indonesia sampai datangnya angin demam isu sebagai akibatnya mereka dapat melanjutkan perjalanan. Saat mereka menetap dalam kurun saat yang cukup usang banyak terjadi pernikahan dengan perempuan pribumi. Dari sinilah impak kepercayaan & kebudayaan India banyak tersebar pada Indonesia.

Hipotesis Ksatria (C.C Berg, Mookerji dan J.L Moens)

Sumber: slideshare.net

C.C Berg

Menjelaskan bahwa para petualang yg berasal menurut kasta Ksatria turut berbagi kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia. Persebarana agama & kebudayaan Hindu-Buddha ini dipermudah dengan adanya pernikahan antara Ksatria & Putri ketua suku menjadi bantuan gratis atas bantuannya dalam mengatasi permasalahan perebutan kekuaasaan menggunakan suku maupun grup lain.

Mookerji

Menyatakan bahwa para golongan Ksatria (tentara) berdasarkan India turut serta membawa impak kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini menciptakan sebuah koloni-koloni yang lalu bergabung menciptakan sebuah kerajaan. Para Ksatrialah yang membangun suatu hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di India dan menghadirkan para seniman India buat membentuk candi-candi pada Indonesia.

J.L Moens

Hipotesis ini mencoba menghubungkan berdirinya kerajaan-kerajaan pada Indonesia pada awal abad ke-5. Diketahui bahwa pada abad ke-lima poly kerajaan-kerajaan pada India Selatan yg mengalami proses kehancuran. Dengan peristiwa tersebut para Ksatria banyak yang melarikan diri ke Indonesia dan membangun kerajaan baru.

Hipotesis Brahmana (JC. Van Leur)

Sumber: slideshare.net

Hipotesis ini menyatakan bahwa tradisi yg sudah beredar pada Indonesia dibawa oleh para Brahmana. Hal ini didasari oleh pengamatannya terhadap adanya sisa-residu peninggalan berupa kerajaan yg bercorak Hindu-Buddha khsusunya terhadap prasati yang menggunakan huruf Pallawa & bahasa Sanskerta.

Berdasarkan hal tersebut, sebagai sangat bertenaga dugaan bahwa memang sahih kaum Brahmana yg telah membawa imbas tadi dikarenakan kaum Brahmanalah yang menguasai huruf Pallawa & bahasa Sanskerta. Walaupun dugaan tersebut sangat kuat, akan tetapi hipotesis ini memiliki kelemahan dikarenakan Indonesia dan India dipisahkan oleh lautan dan di pada agama Hindu adanya pantangan bagi para Brahmana buat menyeberangi lautan.

2. Teori Arus Balik (F.D.K Bosch)

Sumber: buddhazine.com

Teori Arus Balik menyatakan bahwa para Intelektual yg pertama kali tiba ke Indonesia buat mengembangkan kepercayaan Hindu-Buddha. Para Intelektual tersebut pergi ke Indonesia dengan menumpang kapal dagang. Setelah sampai pada Indonesia para Intelektual tersebut pun membuatkan ajaran agamanya.

Dikarenakan pengaruhnya yg kuat banyak tokoh masyarakat yg mengikuti ajaran tadi, bahkan ada yang pergi ke India buat belajar kepercayaan Hindu-Buddha. Setelah kembali berdasarkan India tokoh-tokoh yg telah belajar agama Hindu-Buddha tadi lalu mengajarkannnya pada masyarakat yg lain.

Teori ini diperkuat menggunakan adanya bentuk peninggalan sejarah berupa candi Nalanda yg isinya menceritakan bahwa Balaputradewa yg berstatus menjadi raja Sriwijaya meminta pada raja India buat mendirikan sebuh Wihara di Nalanda buat dijadikan tempat menuntut ilmu para tokoh-tokoh Sriwijaya.

Itulah teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budhha. Apabila ada kesalahan penulisan & keterangan yang disampaikan, silahkan tulis pada kolom komentar.

Semoga berguna.

No comments:
Write comments