Tuesday, July 14, 2020

7 Hama Tanaman Jati Yang Sangat Merugikan

Hama Tanaman Jati - Hama adalah organisme yang dalam jumlah banyak dapat merusak tanaman serta dapat merugikan manusia. Perkembangan populasi hama yang sangat pesat tentunya tidak lepas dari aktivitas manusia yang tidak mementingkan keseimbangan lingkungan. salah satu contohnya adalah penanaman secara monokultur. Tanaman yang banyak dilakukan penanaman secara monokultur salah satunya adalah jati.

Jati adalah flora unggulan yang dikenal sebagai tumbuhan produsen kayu menggunakan kualitas kelas atas, hal ini dikarenakan kayu jati mempunyai taraf keawetan & kekuatan yg tinggi terhadap kerusakan. Kayu jati banyak dimanfaatkan buat rangka, kusen, tiang rumah juga furniture. Akan namun besarnya pemanfaatan kayu jati wajib diimbangi menggunakan pengelolaan yang memperhatikan aspek lingkungan, sehingga nir mengakibatkan pesatnya perkembangan populasi hama yang bisa mengurangi output dari budidaya jati itu sendiri.

Pada artikel kali ini aku akan menaruh kabar pada anda mengenai 7 Hama Tanaman Jati Yang Sangat Merugikan.

1. Kutu Daun

Sumber: daquagrotechno.org
Klasifikasi Kutu Daun

Kingdom     : Animalia

Klass          : Insecta

Ordo           : Homoptora

Famili         : Aphididae

Genus        : Aphis

Spesies      : Aphissp.

Kutu daun merupakan jenis hama yang mempunyai koloni yang besar dalam daun yang mencakup betina dengan kemampuan reproduksi secara partenogenesis atau tanpa kawin. Satu betina setahun yang tidak memiliki sayap mampu melahirkan 68,dua ekor nimfa, ad interim buat betina yg mempunyai sayap hanya 49 nimfa saja.

Kutu daun dewasa sangat menyukai pucuk daun jati sebagai akibatnya banyak terjadi serangan pada bagian tadi. Cara hama ini menyerang pucuk daun tadi merupakan dengan menghisap cairan daun sebagai akibatnya daun menjadi menguning dan berkerut yg dalam akhirnya mengering serta gugur. Walaupun kutu daun menyukai pucuk yang masih muda, akan namun hama ini juga menyerang daun yang lebih tua dengan cara menghisap cairan dalam daun tadi.

Puncak serangan kutu daun bisa terjadi pada animo kering & menurun pada animo hujan, hal ini diakibatkan karena air hujan bisa menjatuhkan kutu daun yang menempel dalam daun.

2. Rayap Kayu Basah

Sumber: antirayap.com

Klasifikasi Rayap Kayu Basah

Kingdom       : Animalia

Phyllum        : Arthropoda

Class            : Insecta

Ordo             : Isoptera

Famili           : Kalotermitidae

Genus          : Neotermes

Spesies        : Neotermes tectonae

Rayap kayu basah yakni jenis rayap yg menyerang pohon yang hayati. Rayap ini hayati di btg pohon menggunakan menciptakan sarang. Jenis rayap ini memakan kandungan selulosa yg terdapat dalam kayu. Perlu anda ketahui bahwa selulosa adalah senyawa orgaik yang keberadaanya poly tersedia di alam namaun nir dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia maupun organisme lainnya. Berbeda halnya menggunakan rayap, pencernaannya mampu mencerna senyawa ini dikarenakan adanya parasit Trychonympha yang membantu rayap dalam mencerna senyawa tadi.

Jenis rayap ini memiliki tubuh yg terdiri dri tiga bagian yakni kepala, toraks & abdomen. Di dalam setiap gerombolan ataupun koloninya rayap biasanya mempunyai 3 kasta. Tingkatan kasta tersebut terdiri dari Kasta Pekerja, Kasta Prajurit & Kasta Reproduksi.

Kasta Pekerja

Setiap kasta sendiri mempunyai karakteristik fisik yang berbeda-beda, buat kasta pekerja merupakan anggota yang memiliki jumlah paling banyak di pada koloni, warna pucat & tidak mempunyai mata faset serta ukuran mendibel yang mini dibandingkan dengan kasta prajurit. Tugas primer menurut kasta pekerja ini merupakan buat mencari makan, membuat dan memelihara sarang dan merawat telur yang dihasilkan sang kasta reproduksi.

Kasta Prajurit

Kasta Prajurit merupakan kasta yang mempunyai karakteristik ketua besar , dan rahang yang akbar & kuat. Karena mempunyai ukuran rahang yang akbar & kuatlah maka tugas menurut kasta ini buat melindungi koloni menurut agresi menurut luar.

Kasta Reproduksi

Fungsi berdasarkan kasta ini sendiri merupakan membentuk telur-telur rayap dan menjadi kasta paling krusial dalam koloni rayap.

3. Belalang

Sumber: biodiversitywarriors.org
Klasifikasi Belalang

Kingdom     : Animalia

Filum          : Arthropoda

Kelas          : Insekta

Ordo           : Orthoptera

Famili         : Crididae

Genus        : Valanga

Spesies      : Valanga nigricornis Burm

Belalang yg termasuk ke pada famili Crididae ini merupakan jenis belalang yg mempunyai berukuran yg besar & hidup pada pepohonan serta semak-semak. Belalang ini terdapat jenis belalang yg bisa melakukan proses reproduksi dengan sangat cepat serta melakukan migrasi secara akbar dan termasuk ke pada serangga yang bersifat polifag atau menyerang hampir semua jenis tanaman .

Jenis belalang ini mempunyai daur hidup yg berawal berdasarkan telur, nimfa kemudian imago sebagai akibatnya tergolong ke dalam metamorfosa nir sempurna. Belalang ini mempunyai karakteristik tubuh yang berwarna abu-abu agak coklat, terdapat bercak-bercak terang dalam bagian belakang permukaan sayapnya serta berwarna merah dalam pangkal sayapnya.

Jenis belalang ini baik yg sudah dewasa maupun yg masih muda menyerang flora jati dalam bagian daun yakni dengan cara memakan daun jati sebagai akibatnya bisa mengurangi luas bagian atas daun. Hal yang paling mengkhawatirkan jika terjadinya serangan hama ini dengan populasi yang akbar yakni dapat menghabiskan daun sekaligus beserta tulang tulang daunnya.

4. Rayap Kayu Kering

Sumber: tucson.com
Klasifikasi Rayap Kayu Kering

Kingdom    : Animalia

Phyllum     : Arthropoda

Class         : Insecta

Ordo          : Isoptera

Famili        : Kalotermitidae

Genus       : Cryptotermes

Spesies     : Cryptotermes spp.

Rayap kayu kemarau adalah jenis rayap yg umumnya hayati di dalam kayu yang telah tewas dan kemarau rayap ini biasanya masih ada pada perabot-perabot seperti kursi, meja, lemari dan rumah-rumah yg terbuat berdasarkan kayu. Rayap ini jua ditemukan dalam btg pohon yg sudah mati dalam posisi tegak berdiri.

Sayap ini jika melakukan agresi terdapat tanda nya misalnya butir-buah ekskremen yg mini menggunakan warna kecoklatan & bisa ditemui pada lantai ataupun lebih kurang kayu yang sudah diserang oleh rayap. Jenis rayap ini nir bekerjasama sama sekali menggunakan tanah karena menyukai daerah asal yang kemarau. Contoh berdasarkan rayap ini adalah Cryptotermes spp.

Rayap kayu kemarau memiliki kemampuan bertahan hayati dalam kayu kayu yg sudah kering. Rayap ini umumnya nir menciptakan liang ataupun sarang dalam tempat-tempat yg terbuka sehingga sangat sulit buat diketahui keberadaannya. Terjadinya serangan rayap ini umumnya baru diketahui setelah adanya kayu yang terserang sebagai keropos.

Serangan rayap ini jua bisa dikenali dari eskremen-eksremen berbentuk butiran halus, berwarna coklat muda serta memiliki bentuk yg lonjong. Selain menghambat perabotan, jenis rayap ini jua menghambat akar karet & kelapa sawit.

Lima. Inger-Inger

Sumber: dokmaidogma.wordpress.com
Klasifikasi Inger-Inger

Kerajaan     : Animalia

Filum           : Arthropoda

Kelas           : Serangga

Famili          : Cossidae

Genus         : Duomitus

Spesies       : Duomitus ceramicus

Inger-inger merupakan jenis hama yang termasuk ke pada keluarga Cossidae. Hama ini termasuk jenis ngengat yang aktif pada malam hari. Ngengat betina biasa meletakkan telur pada malam hari pada celah kulit btg. Hama ini mempunyai telur dengan ciri berwarna putih kekuning-kuningan gelap serta memiliki bentuk yang silinder.

Seekor ngengat betina dapat membuat telu 300-600 butir setiap kali masa bertelur. Pada fase larva karakteristik berdasarkan hama ini memiliki warna yang putih kotor, protaks yang berwarna terang serta kepala coklat tua. Larva serangga ini Mengganggu flora jati menggunakan cara menggerek batangnya menggunakan gerekan yang panjangnya mencapai 10 hingga 15 centimeter.

Hama ini sangat menyukai loka menggunakan kelembaban tinggi karena dapat meningkatkan kecepatan perkembangannya. Penyebab terjadinya peningkatan hama ini lantaran adanya ketidakseimbangan alam yg ditimbulkan sang pertanian monokultur yakni ini suatu budidaya dengan menanam satu jenis tumbuhan saja dalam jumlah yang besar .

Hal ini menyebabkan serangga alami yg biasa memakan makanan tadi berpotensi buat mengalami peningkatan jumlah lantaran persediaan makanan yg poly.

6. Semut Hitam

Sumber: bwars.com
Klasifikasi Semut Hitam

Kingdom     : Animalia

Filum          : Artropoda

Kelas          : Insekta

Ordo           : Hymenoptera

Divisi          : Holometabola

Klas            : Insecta

Famili         : Formicidae

Genus        : Lacius

Species      : Lasius fuliginosus.

Pada semut hitam, semut betina dan semut jantan memiliki perbedaan ciri yg relatif mencolok. Semut betina mempunyai ukuran yang lebih akbar dengan ukuran mencapai 15 cm dan berfungsi buat membuat telur sebesar-banyaknya. Untuk semut jantan sendiri memiliki ciri tubuh yang lebih mini daripada semut betina yakni berukuran 1,5 centimeter, rahang mereduksi dengan antena yg ukuran panjang serta ketua yang berbentuk bulat.

Semut hitam biasanya membuat sarang dalam bentuk gundukan tanah yg masih ada pada pangkal bawah daun maupun pada bawah tangkai daun. Semut ini hayati secara berkelompok menggunakan kuliner utama serangga lain & ulat.

Semut hitam mengkategorikan sebagai hama lantaran menyebabkan kerugian dalam pohon jati karena dengan kehadiran semut hitam ini menyebabkan keluarnya penyakit sekunder contohnya jamur yang bisa menyebabkan penyakit, selain itu semut hitam dapat Mengganggu akar serta tunas belia pada pohon jati.

7. Ulat Jati

Sumber: cookislands.bishopmuseum.org
Klasifikasi Ulat Jati

Kingdom    : Animalia

Phylum      : Arthropoda

Class         : Insecta

Order         : Lepidoptera

Family       : Hyblaeidae

Genus       : Hyblaea

Species     : H. puera

Ulat jati yang juga dikenal sebagai entung jati adalah jenis kupu-kupu yang menyerang tanaman jati waktu malam hari. Ulat jati ini banyak tersebar di daerah Papua Nugini, sedangkan di indonesia sendiri ulat ini tersebar dalam hutan jati di Jawa tengah dan Jawa Timur. Jenis hama ini menyerang dalam waktu awal isu terkini hujan yaitu sekitar bulan November hinga Januari.

Hama ini menyerang daun pada tumbuhan jati. Daun yang terserang ulat ini umumnya akan meninggalkan lubang-lubang bekas gigitan ulat. Hal ini tentunya bisa Mengganggu pertumbuhan berdasarkan flora jati sendiri, keliru satu pengendalian ulat jati ini mampu dilakukan menggunakan cara manual maupun dengan memakai insektisida.

Itulah keterangan seputar hama yang menyerang flora jati. Semoga dengan mengetahui jenis-jenis hama tersebut kita bisa mengatasinya menggunakan cara yang efektif bahkan mencegahnya dengan menerapkan sistem silvikultur yang memperhatikan aspek lingkungan.

Silahkan berikan komentar anda mengenai artikel ini menggunakan cara menuliskannya di kolom komentar.

Semoga berguna.

No comments:
Write comments