Friday, July 17, 2020

8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang Melegenda

Prasasti Kerajaan Tarumanegara - Prasasti adalah peninggalan sejarah yang dapat menjadi bukti terkuat tentang adanya suatu kerajaan di suatu tempat atau lokasi. Salah satu kerajaan yang terkenal adalah Kerajaan Tarumanegara karena kerajaan ini telah meninggalkan bukti sejarah berupa 8 Prasasti mulai dari Prasasti Ciaruteun sampai Prasasti Pasir Awi.

Keberadaan menurut Prasasti ini haruslah kita jaga menggunakan berfokus keberadaannya, jangan hingga prasasti yang tersisa hanya sebagai cerita saja buat masa yg akan tiba karena prasasti ini merupakan ilmu sejarah dan pula kekayaan budaya yg bisa kita wariskan untuk anak cucu kita dalam masa yg akan tiba. Berikut 8 Prasasti Kerajaan Tarumanegara yang Melegenda.

1. Prasasti Ciaruteun

Letak

Prasasti Ciaruteun merupakan prasasti Kerajaan Tarumanegara yg ditemukan di tepi sungai Ciaruteun yg nir jauh lokasinya menurut sungai Cisadane. Prasasti Ciaruteun berada di desa Ciaruteun Ilir yakni di kecamatan cibungbulang, kabupaten bogor atau lebih tepatnya berada pada titik koordinat 6?31?23,6? LS dan 106?41?28,dua? BT. Lokasi ini sendiri mempunyai jeda Kurang lebih 12 Km sebelah barat bahari berdasarkan pusat Kota Bogor sendiri.

Bahan Pembuat

Prasasti Ciaruteun dibentuk berdasarkan batu alam atau batu kali. Batu ini memiliki berat kurang lebih 8 kg serta ukuran 200 cm * 150 centimeter.

Isi & Sejarah

Pada tahun 1823 Prasasti Ciaruteun pernah hanyut beberapa meter yang disebabkan sang derasnya genre sungai dan juga bagian batu yg bertulis terbalik posisinya ke arah bawah. Setelah hanyut pada tahun 1893 prasasti ini dikembalikan ke tempat semulanya. Pada tahun 1903 Prasasti Ciaruteun awalnya dikenal dengan sebutan prasasti Ciampea.

Prasasti ini sendiri memiliki daya tarik yang luar biasa dimana prasasti ini terdapat lukisan laba-laba serta tapak kaki yang dipahatkan di sebelah atas hurufnya. Prasasti ini memiliki empat baris aksara Pallawa yang disusun dalam bahasa Sanskerta yang ditulis dalam bentuk puisi India dengan  Irama anustubh.

Apabila anda nir mengetahui terjemahan menurut Prasasti Ciaruteun maka berikut merupakan terjemahan berdasarkan Prasasti Ciaruteun:

Inilah  sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah telapak yang mulia sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia.

Berdasarkan isi prasasti tadi kita dapat menyimpulkan bahwa prasasti ini dibuat dalam masa pemerintahan raja Purnawarman yang saat itu memerintah pada Kerajaan Tarumanegara. Jika kita lihat isi berdasarkan Prasasti tadi kita bisa mengetahui bahwa Raja Purnawarman ingin menampakan pada rakyatnya bahwa dia merupakan seseorang raja yang sangat gagah berani pada dunia. Hal itu, ditandai menggunakan cap sepasang telapak kakinya yang bagaikan Dewa Wisnu. Perlu Anda ketahui bahwa telapak kaki ini melambangkan kekuasaan Purnawarman atas wilayah saat ditemukannya prasasti.

Dua. Prasasti Tugu

Sumber: @aldwinjeremiah Via Instagram

Prasasti yang satu ini bernama Prasasti Tugu, prasasti ini merupakan prasasti yang berasal dari kerajaan Tarumanegara. Prasasti Tugu isinya menceritakan tentang adanya penggalian Sungai Candrabaga oleh rajadirajaguru serta penggalian sungai Gomati oleh Purnawarman . Perlu kita ketahui penggalian sungai tersebut adalah gagasan Untuk menghindari terjadinya bencana alam berupa banjir yang sering terjadi  dan juga kekeringan yang terjadi pada saat musim kemarau pada pemerintahan purnawarman.

Lokasi & Bahan

Prasasti Tugu yang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini ditemukan  Kampung Batu tumbuh Desa tugu yang lebih tepatnya berada pada titik koordinat 0°06’34,05” BT dari jakarta dan 6°07’45,40”LS yang sekarang telah menjadi bagian wilayah kelurahan Tugu selatan, kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Untuk bahan nya sendiri batu Prasasti Tugu ini dipahatkan dalam sebuah batu yg berbentuk oval ukuran sekitar 1 meter.

3. Prasasti Muara Cianten

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id

Prasasti Muara Cianten adalah merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yg ditemukan oleh N.W. Hoepermans yaitu pada tahun 1864. Prasasti Ini pertama kali ditemukan pada pasir Muara persawahan yg letaknya di tepi sungai Cisadane dengan lokasi berdekatan menggunakan Muara Cianten.

Prasati muara cianten  dahulu dikenal dengan sebutan prasasti pasir Muara karena lokasinya yang masuk ke wilayah Kampung Pasir Muara. Prasasti ini berisikan pesan yaitu bahwa pada tahun 854 Masehi pemerintahan negara telah dikembalikan di kerajaan Sunda. Prasasti Muara Cianten dipahatkan pada suatu batu besar yang alami dengan ukuran prasasti 2.70 x 1.40 x 140 m3.

4. Prasasti Cidanghiyang

Sumber: bantensite.blogspot.co.id

Prasasti cidanghiyang pertama kali dilaporkan ke dinas purbakala dalam tahun 1947 oleh Toebagus Roesjan, akan tetapi prasasti ini baru diteliti dalam tahun 1954. Prasasti cidanghiyang mempunyai beberapa baris kalimat puisi yang ditulis menggunakan alfabet Pallawa yang dibentuk menggunakan menggunakan bahasa Sansekerta, puisi tersebut berisikan kebanggaan dan pengagungan terhadap Raja Kerajaan Tarumanegara pada ketika itu yakni Raja Purnawarman. Lokasi Prasasti Cidanghiyang yakni di tepi sungai Cidanghiyang yaitu pada desa Lebak, Kecamatan Munjul.

Lokasi & Bahan Pembuat

Lokasi dari prasasti ini berada pada titik koordinat 0?55?40,54? BB menurut jakarta dan 6?38,27?57?. Perlu anda ketahui bahwa Prasati Cidanghiyang dibuat atau dipahatkan pada batu dengan bentuk alami dengan ukuran tiga x dua x 2 meter.

5. Prasasti Jambu

Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara berikutnya merupakan Prasasti Jambu atau tak jarang dianggap jua pasir kolengkak. Prasasti jambu ini ditemukan dilokasi perkebunan jambu. Prasasti Jambu Terletak di Pasir Sikolengkak yakni pada daerah Kampung Pasir Gintung, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Kabupaten Bogor. Untuk lebih tepatnya prasasti jambu terletak pada titik koordinat 0?15?45,40? BB dari Jakarta & 6?34?08,11?.

Perlu kita ketahui prasasti Ini pertama kali ditemukan pada tahun 1854 oleh Yoolion Herdika Sava dan Tryan Martin dan dilaporkan pada Dinas Purbakala pada tahun 1947 yg lalu diteliti buat pertama kalinya pada tahun 1954.

Bahan Pembuat

Prasasti Jambu dipahatkan dalam batu dengan bentuk yg alami berdasarkan alam menggunakan ukuran sisi-sisinya lebih kurang dua sampai tiga meter.

6. Prasasti Kebon Kopi I

Sumber: tribunnews.com

Prasasti Kebon Kopi I adalah nama berdasarkan Prasasti ini. Dinamai dengan Prasasti Kebon Kopi 1 Lantaran untuk membedakannya menggunakan Prasasti Kebon Kopi II. Prasasti yang adalah peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini menampilkan bentuk ukiran tapak kaki gajah yang diperkirakan adalah tunggangan Raja Purnawarman.

Lokasi

Prasasti Kebon Kopi I terletak di Kampung Muara yang termasuk wilayah Desa Ciaruteun Ilir. Prasasti Ini pertama kali ditemukan dalam abad ke 19 yakni ketika dilakukan penebangan hutan buat lahan perkebunan kopi Oleh sebab itu dinamailah prasasti ini menggunakan Prasasti Kebon Kopi I. Lokasi berdasarkan Prasasti ini adalah daerah dari rendezvous tiga sungai yaitu sungai Cisadane di bagian timur, sungai Cianten di bagian Barat, serta Sungai Ciaruteun pada bagian Selatan dan pula Sungai Cianten yg bertemu dengan Sungai Cisadane di bagian utara. Lokasi ini mempunyai jarak kurang lebih 19 km ke arah barat barat bahari dari pusat Kota Bogor yg menuju arah Ciampea.

Bahan Pembuat

Untuk bahan penghasil menurut Prasasti ini, Prasasti Kebon Kopi I dipahatkan dalam batu datar dibagian atasnya yg dari dari bahan andesit berwarna kecoklatan yang mempunyai tinggi 62 centimeter dengan lebar 104 centimeter dan 164 centimeter. Pada permukaan batu dipahatkan bentuk sepasang telapak kaki gajah yg mengapit sebaris tulisan dengan alfabet pallawa dan bahasa yang dipakai memakai bahasa sanskerta.

7. Prasasti Kebon Kopi II

Selain Prasasti Kebon Kopi I Kerajaan Tarumanegara juga meninggalkan peninggalan sejarahnya berupa Prasasti Kebon Kopi II akan tetapi prasasti ini sudah hilang dicuri pada tahun 1940-an. Menurut pakar F.D.K Bosch yang sempat meneliti prasasti ini, prasasti kebon kopi II ditulis dalam bahasa melayu kuno yg isinya menyatakan ? Raja sunda menduduki kembali tahtanya?.

Lokasi inovasi

Prasasti Kebon Kopi II ditemukan tidak jauh dari Prasasti Kebon Kopi I dengan jeda kira-kira 1 km. Prasasti ini ditemukan pada Kampung Pasir Muara yg lebih tepatnya di desa Ciaruteun Ilir yakni pada abad ke 19.

8. Prasasti Pasir Awi

Sumber: bogoronline.com

Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang terakhir adalah prasasti pasir Awi. Prasasti ini ditemukan pertama kalinya dalam tahun 1864 sang N.W. Hoepermans. Prasasti ini terletak pada lereng Selatan bukit pasir Awi dengan ketinggian lebih kurang 559 mdpl, yakni pada tempat hutan perbukitan cipamingkis. Untuk lebih tepatnya lokasi dari Prasasti pasir Awi ini berada pada titik koordinat ?10?37,29? BB menurut Jakarta serta 6?32?27,57?.

Bahan Pembuat

Prasasti Awi pasir Awi sendiri berpahatkan gambar dahan menggunakan ranting serta dedaunan & jua butir-buahan serta berpahatkan gambar sepasang telapak kaki yg dipahatkan pada batu alam.

Nah, itulah informasi tentang 8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara yg Melegenda. Kita menjadi masyarakat indonesia telah seharusnya lebih mengenal peninggalan-peningalan sejarah menurut bangsa kita, karena itu adalah aset berharga yg tak ternilai serta wajib kita jaga kelestariannya. Dengan membaca informasi diatas penulis mengharapkan agar kita mampu lebih mengasihi bangsa ini terutama terhadap peninggalan-peninggalan sejarahnya.

Semoga Bermanfaat.

No comments:
Write comments