Monday, July 6, 2020

9 Peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda-Galuh) yang Melegenda Dan Bersejarah

Peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda-Galuh) - Kerajaan Pajajaran atau kerajaan Sunda-Galuh adalah kerajaan bercorak Hindu yang berada di Parahyangan Sunda. Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti sebuah kota. Kerajaan ini dibangun oleh Sri Jayabhupati pada tahun 923, seperti yang tercantum pada sebuah prasasti Sanghyang Tapak tahun 1030 M yang berlokasi di tepi sungai Citatih, Cibadak Sukabumi.

Selain kisah kerajaannya yang menarik, kerajaan ini juga meninggalkan jejak berupa peninggalan-peninggalan sejarah yang masih terjaga keberadaaanya hingga saat ini. Berikut Abang Nji informasikan kepada sahabat sekalian tentang 9 Peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda-Galuh) yang Melegenda Dan Bersejarah.

1. Prasasti Batu Tulis

Sumber: www.Instagram.Com

Prasasti ini berada pada kelurahan Batu Tulis , kecamatan Bogor Selatan, kota Bogor. Prasasti ini berada di komplek yang luasnya 17x15 meter. Pertama kali prasasti diteliti pada tahun 1806 menggunakan cara menciptakan cetakan tangan Universitas Leiden yg adalah iniversitas yg terletak di negara Belanda.

Prasasti ini adalah keliru satu peninggalan kerajaan pajajaran yang merupak kerajaan menggunakan corak Hindu dari abad 11-16. Prasasti ini ditulis dalam batu terasit yakni jenis batu yang lokasinya berada di sepanjang genre sungai Cisadane.

Perlu diketahui bahwa prasasti ini ditulis dengan huruf Pallawa derta menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti dibuat oleh prabu Surawisesa yakni penguasa kerajaan tersebut.  Prasasti ini diduga kuat tujuan pembuatannya adalah untuk menegaskan jasa-jasa prabu Siliwangi yang tidak lain adalah ayah dari prabu Surawisesa. Pakar juga menduga jika prasasti ini dibuat setelah wafatnya raja Siliwangi.

Selain pendapat di atas ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa tujuan pembuatan dari prasasti ini adalah sebagai wujud penyesalan prabu Surawisesa yang tidak sanggup dalam mempertahankan utuhnya wilayah Pakuan Pajajaran.  Tidak mampunya prabu Surawisesa dikarenakan pada zaman itu pasukan yang dipimpinnya dalam berperang kalah saat bertempur melawan kesultanan Cirebon yang menyebabkan lepasnya sebagian wilayah dari kekusaaan kerajaan Pajajaran.

Dua. Prasasti Huludayeuh

Sumber: www.Instagram.Com

Prasasti ini berada pada kampung Huludayeuh, desa Cikalahang, kecamatan Dukupuntang, Cirebon. Pada dasarnya prasasti ini telah usang diketahui olah wara lebih kurang, akan tetapi para pakar sejarah dan juga arkeologi baru mengetahui adanya prasasti ini dalam 11 September 1991.

Isi menurut prasasti ini terdapat 11 baris goresan pena dengan bahasa Sunda Kuno. Prasasti ini ditemukan pertama kali menggunakan kondisi yg nir utuh sehingga membuat beberapa aksara hilang. Walaupun ada sebagian yg hilang secara garis akbar prasasti ini menceritakan mengenai Sri Maharaja Ratu Haji pada Pakwan Sya Sang Ratu Dewata yg erat kaitannya menggunakan bisnis buat memakmurkan negerinya. Prasasti ini sendiri dipahat dalam batu alam dengan tinggi 75 centimeter, lebar 36 centimeter & tebal 20 cm.

Tiga. Prasasti Ulubelu

Prasasti Ulubelu adalah galat satu prasasti yang berdasarkan sejarawan termasuk peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-15 Masehi. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1936 di Ulubelu, desa Rebangpunggung, kota Agung, Lampung. Prasasti Ulubelu yang sudah ditemukan lalu disimpan pada Museum Nasional menggunakan nomor inventaris D.154.

Isi Prasasti Prasasti ini memuat informasi tentang mantra-mantra permintaan tolong kepada dewa-dewa yakni Dewa Wisnu, Siwa , Brahma dan juga kepada dewa yang menguasai tanah, air dan pohon. Hal ini dipercaya dapat menjaga keselamatan dari musuh-musuh yang berniat jahat.

Aksara Prasasti

Terdapat pendapat sejarawan yang menganggap aksari yang ditulis pada prasasti ini merupakan aksara Sunda Kuno. Oleh karena itu prasasti ini dianggap sebagai peninggalan yang berasal dari kerajaan Sunda.  Pendapat sejarawan tersebut diperkuat dengan adanya fakta bahwa wilayah kerajaan Sunda juga melingkupi wilayah Lampung.

Bahan Prasasti

Prasasti ini ditulis dengan bahan batu alam yg ukuran mini . Aksara yg ditulis dalam prasasti ini sangat kecil dan dalam keadaan rusak. Selain itu, masih ada patah pada bagian tengah prasasti, akan tetapi aksara Sunda antik yang tertulis pada prasasti masih bisa dikenali.

4. Prasasti Kebon Kopi II

Prasasti ini adalah keliru satu peninggalan kerajaan Sunda Galuh yg posisi ditemukannya tidak begitu jauh dari prasasti Kebon Kopi I. Pada Tahun 1940-an prasasti ini kemudian hilang lantaran dicuri. Sebelum hilang prasasti ini sempat diteliti oleh seorang pakar bernama F.D.K Bosch. Peneliti ini menjelaska bahwa di prasasti masih ada goresan pena Melayu Kuno yang mengisahkan tentang seseorang raja Sunda yg mendapatkan tahtanya balik yg diperkirakan terjadi pada 932 M.

5. Situs Karangmulyan

Situs ini adalah suatu situs purbakala sangat bersejarah yang terletak di Cijeungjing, Ciamis, Jawa barat yang lebih tepatnya pada desa Karangmulyan. Situs ini adalah suatu peninggalan kerajaan Galuh menggunakan corak Hindu-Buddha.

Legenda Situs Karangmulyan

Situs Karangmulyan menceritakan mengenai Ciung Wanara yang mempunyai interaksi menggunakan kerajaan Galuh. Legenda ini banyak mengisahkan mengenai keperkasaan dan kesaktian yg tentunya nir dimiliki sang orang biasa.

Kisah Ciung Wanara merupakan kisah yg sangat menarik buat diketahui lebih mendalam. Pada zaman dahulu terdapat raja Galuh bernama Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permanadi Kusumah yang memiliki dua permaisuri yaitu Dewi Pangrenyep dan Dewi Naganingrum.

Saat ajalnya telah dekat sang prabu melakukan pengasingan diri dengan kekuasaan yang diserahkan kepada patih Bondan Sarati dikarenakan oleh prabu tidak memliki keturunan berdasarkan permaisuri pertamanya yaitu dewi Naganingrum. Saat diberikan kekuasaan raja Bondan termasuk raja yg tidak mementingkan rakyatnya.

Atas kuasa yang kuasa dewi Naganingrum lalu dianugerahi seorang putera yang bernama Ciung Wanara. Ciung Wanara inilah kelak yang akan menjadi penerus kerajaan Galuh dengan sistem kerajaan yang adil & bijaksana.

Proses Penyelidikan

Berdasarkan hasil penyelidikan tim arkeologi dari Balar yang dikomandoi oleh Dr Toni Jubiantoro di tahun 1997, dikemukakan bahwa  situs Karangmulyan merupakan peninggalan kerajaan Galuh yang pertama. Di areal ditemukannya situs, ditarik kesimpulan bahwa pernah berlangsung kehidupan mulai dari abad ke 9. Hal ini diketahui karena saat penggalian ditemukan keramik Dinasti Ming.

Penetapan Kawasan

Situs ini merupakan situs yang sangat strategis karena berbatasan pribadi menggunakan pertemuan dua sungai yaitu Cimuntur & Citanduy. Dikarenakan adalah peninggalan sejarah yg mempunyai nilai yang sangat berharga, maka tempat ini ditetapkan sebagai tempat cagar budaya sang pemerintah Indonesia.

6. Prasasti Cikapundung

Sumber: nasionaltempo.Co

Prasasti ini merupakan suatu peninggalan berdasarkan kerajaan Sunda. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1884 pada daerah perkebunan kina Cikapundung-Ujungberung. Saat ini prasasti pada arca Cikapundung disimpan di museum nasional menggunakan nomor inventaris 479c/D184. Prasasti ini dipahat dalam arca megalitik (batu akbar).

Pada prasasti ini ada beberapa gambar seperti wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Pada prasasti pula ditemukan 2 baris huruf Sunda Kuno dengan goresan pena "unggal jagat jalmah hendap" yg berarti seluruh insan pada global ini dapat megalami peristiwa apapun. Berdasarkan pendapat peneliti yang berasal menurut arkeologi Bandung yakni Lutfi Yondri, dia menyatakan bahwa prasasti tadi adalah prasasti Cikapundung.

7. Prasasti Perjanjian Sunda-Portugis

Sumber: ariesaksono.wordpress.com

Prasasti ini merupakan sebuah prasasti yang berbentuk tugu batu (Padrão). Prasasti ini ditemukan di Batavia, Hindia Belanda tepatnya di tahun 1918.  Prasasti ini menjelaskan tentang adanya perjanjian antara kerajaan Sunda dan kerajaan Portugal yang dibuat oleh utusan dagang Portugis yang berasal dari Malaka dengan pemimpinnya yang bernama Enrique Leme. Padrão ini sendiri dibangun di atas tanah yang ditetapkan sebagai areal untuk membangun gudang dan benteng untuk orang portugis.

Proses penemuan prasasti sendiri dilakukan dengan melakukan penggalian ketika membangun gudang pada sudut Prisentraat yang ketika ini sudah menjadi jalan cengkeh dan juga puls Gronestraat yang sudah berubah sebagai kali akbar Timur I yg sudah termasuk kedalam daerah Jakarta Barat. Replikanya sendiri telah dipamerkan pada museum sejarah Jakarta.

8. Prasasti Pasir Datar

Prasasti Pasir Datar merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran. Prasasti Pasir Datar pertama kali ditemukan di areal Perkebunan Kopi pada Pasir Datar, Desa Cisande, Kec, Cicantayan, Kab. Sukabumi tepatnya dalam tahun 1872 . Menurut N.J.Krom keliru seorang peneliti sejarah yg berasal dari Belanda, prasasti ini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Prasasti ini dibentuk dengan bahan dasar yang terbuat berdasarkan batu alam. Prasasti Pasir Datar hingga ketika ini masih belum ditranskripsi sampai belum didapati isi juga makna menurut prasasti tadi.

9. Komplek Makom Keramat

Komplek Makom Keramat pula termasuk peninggalan berdasarkan kerajaan Pajajaran. Pada makam ini bisa ditemukan makam dari ratu Galuh Mangkualam yg adalah istri kedua menurut Sri Baduga Maharaja yang pula dikenal dengan nama prabu Siliwangi, yakni galat seorang raja berdasarkan kerajaan Pajajaran. Makam ini terletak di Kebun Raya Bogor, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Makam Ratu Galuh Mangkualam ini telah terdapat sebelum dibuatnya Kebun Raya Bogor. Kala diteliti lebih jauh makam itu telah berumur sekitar 600 tahun. Bila dilihat lebih dekat, di atas pusara makam Ratu Galuh terdapat suatu replika emas dan mahkota yg terbuat menurut semen, hal itu menerangkan bahwasanya oleh ratu memiliki jabatan pada zamannya.

Tidak hanya makam Ratu Galuh, dua makam lain yg dapat kita temui pada komplek makam ini adalah Mbah Jepra yg adalah salah seseorang berdasarkan panglima perang Pajajaran serta pendiri kampung Peledang dan Mbah Baul yg merupakan seorang patih dari Prabu Siliwangi.

Itulah penjelasan tentang 9 Peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda-Galuh) yang Melegenda Dan Bersejarah. Sangat penting untuk kita mengetahui tentang sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia sehingga kita dapat lebih mencintai bangsa ini dengan segala kekurangan maupun kelebihannya.  Jika terdapat kesalahan dalam informasi silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

No comments:
Write comments