Wednesday, July 8, 2020

Invasi Jawa 1811, Perang Napoleon di tanah Jawa

Pada bulan Agustus-September 1811 Inggris mengadakan pencaplokan terhadap Pulau Jawa, Hindia Belanda invasi ini adalah bagian menurut perseteruan besar yg terjadi di Eropa dimana Kekaisaran Prancis yg dipimpin Napoleon menghadapi Inggris & sekutunya, perang ini dikenal sebagai Perang Napoleon.

Pulau Jawa adalah wilayah koloni Republik Belanda namun pada tahun 1795, Prancis menginvasi Belanda & mendirikan negara boneka bernama Republik Batavia kemudian dalam 1806 pemerintahan republik digantikan sebagai kerajaan bernama Kerajaan Hollandia & menjadikan Louis Bonaparte menjadi rajanya. Dengan posisi Belanda yang dikendalikan Prancis maka secara tidak langsung Prancis memiliki hak atas koloni Belanda termasuk Hindia Belanda meskipun begitu yg menjalankan pemerintahan kolonial tetap dipegang oleh orang Belanda dengan mengangkat Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal (Gubjen) Hindia Belanda.

Sementara itu Inggris yg adalah musuh bebuyutan Prancis khawatir akan makin banyaknya teritori sebrang laut Prancis. Maka dari itu selain berperang menggunakan Napoleon pada Eropa, Inggris pula mencoba merebut koloni Prancis. Setelah sukses menaklukan Hindia Barat ditahun 1810, perhatian Inggris kini tertuju pada Hindia Timur terutama daerah Hindia Belanda yang masih dikendalikan Prancis.

Gubernur Jendral East India Company (EIC) Lord Minto memerintahkan penaklukan atas Hindia Belanda. Upaya pertama dimulai tahun 1810 dimana AL Inggris sukses merebut Maluku & poly pulau lainnya di timur Hindia Belanda dan bulan sejak Mei 1811, kapal perang Inggris tak jarang menyerang kapal-kapal Prancis & merusak beberapa sasaran pada pesisir pulau. Gubjen Hindia Belanda waktu itu Jan Wilhelm Janssens menyadari akan serangan Inggris yang bisa tiba kapan saja akhirnya Janssens menempatkan pasukan & menciptakan pertahanan di benteng Fort Cornellis beberapa mil di selatan kota Batavia (Jakarta).

Akhirnya Inggris pun mengadakan pendaratan amphibi ke Jawa dalam 4 Agustus 1811. Sebanyak 20.000 tentara adonan Inggris & Sepoy (tentara kolonial menurut India) dibawah komando kol Rollo Gillespie & Sir Samuel Auchmuty mendarat Cilincing yg terletak pada bagian timur Batavia. Pasukan Inggris yg mendarat eksklusif berhadapan menggunakan tentara bertahan yg terdiri dari prajurit Belanda & Prancis. Mudah saja bagi pasukan Inggris buat mengalahkan prajurit Belanda-Prancis.

Empat hari kemudian pasukan Inggris hingga di Batavia & berhasil menaklukan kota itu dengan gampang lantaran pasukan Prancis mau menyerah kepada Inggris. Setelah menduduki ibukota tentara Inggris lantas melanjutkan perjalanannya buat menyerang Fort Meester Cornellis dimana Janssens dan pasukan utamanya menunggu disana. Perjalanan pasukan Inggris terhambat sang berbagai rintangan mulai berdasarkan kondisi alam berhutan yg sulit dilewati, sampai perlawanan menurut prajurit Belanda di sepanjang jalan.

Tanggal 10 Agustus 1811 tentara Inggris berhasil merebut markas tentara Belanda di Weltevreeden yg berjarak 6 mil dari Fort Meester Cornellis. Sepuluh hari kemudian tentara Inggris hingga didekat Fort Meester Cornellis & mempersiapkan pengepungan mulai dari menciptakan fortifikasi, hingga menyiapkan amunisi & meriam.

Sementara itu di Fort Meerster Cornellis terdapat 280 meriam yg dipasang di dinding benteng dan kubu pertahanan lain, benteng ini pula dipertahankan sang pasukan yang terdiri menurut tentara Belanda, Prancis, dan tentara yang direkrut dari penduduk pribumi. Pengepungan dimulai menggunakan tembakan meriam berdasarkan ke 2 kubu yang berlangsung beberapa hari.

Dua hari lalu pasukan Inggris yang menerima bantuan berdasarkan tentara desertir Belanda melancarkan serangan kejutan terhadap tiga kubu pertahanan Belanda yang berada pada kurang lebih benteng. Setelah sukses merebut ketiganya, lepas 26 Desember tentara Inggris menyerang Fort Meester Cornellis setelah melewati perseteruan sengit tentara Inggris pun berhasil menduduki Fort Meester Cornellis sedangkan Janssens bersama residu-residu prajuritnya melarikan diri ke Buitenzorg (Bogor), tetapi beberapa hari kemudian beliau meninggalkan kota tadi supaya terhindar dari kejaran tentara Inggris.

Setelah sukses merebut Batavia, Inggris jua menyerang kota-kota lainnya misalnya Sumenep ditanggal 31 Agustus, Cirebon pada 4 September, & balik bertempur menggunakan Janssens yg membawa 1.200 tentara Jawa di Salatiga pada 16 September dan kota tersebut berhasil direbut dua hari kemudian bersamaan menggunakan menyerahnya Janssens kepada Inggris.

Dengan menyerahnya Janssens menandai berakhirnya perang di Hindia Belanda & pemindahan kekuasaan menjadi milik Inggris dimana Stamford Raffles yang ditunjuk sebagai Gubernur Jendral. Hak kepemilikan Hindia Belanda kembali diserahkan kepada Kerajaan Belanda sinkron Traktat Inggris - Belanda 1814.

Asal: OA Histrorypedia LINE

Bourbon

No comments:
Write comments