Saturday, July 4, 2020

Jejak Islam di Italia

Penaklukan umat Islam atas kepulauan Sisilia (bahasa: Siqilliyah) adalah gelombang serbuan terakhir yang dibawa bangsa Arab ke Afrika Utara dan Spanyol. Para pemimpin ekspansi ke Sisillia, & ke daratan Eropa Tengah merupakan para panglima perang dinasti Aglabiyah berdasarkan Kairawan yg menyerang wilayah itu dalam abad ke-9 M. Berkembanganya kekuatan Dinasti Aglabiyah di Kairawan, pada paruh pertama abad ke-9, telah menjadikan Aglabiyah sebagai ancaman bagi Byzantium.

Kronologi penaklukan yang sesungguhnya dimulai dalam tahun 825. Euphemius, seorang laksamana Byzantium, mendapati dirinya terancam sang hukuman kekaisaran buat beberapa masalah pelanggaran, penyebabnya tidak begitu jelas. Akhirnya, beliau memulai pemberontakan melawan kekaisaran, & mencoba merampas kepulauan. Selanjutnya, waktu dikalahkan oleh pasukan kekaisaran, beliau lari ke Tunisia dengan kapalnya, & meminta donasi dalam Ziyadatullah I (817-838), penguasa dinasti Aghlabiyah di Tunisia. Euphemius memberinya dukungan buat menaklukkan pulau Sisilia.

Pada tahun 827, pemberontak Siracuse mencoba melakukan perlawanan terhadap gubernur Bizantium, momentum ini menaruh peluang kepada Dinasti Aghlabiyah buat melakukan penaklukan. Ziyadatullah I, khalifah Aghlabiyah ketiga, yang sebelumnya sempat ragu-ragu buat menaklukkan Sisilia, langung mengirim tujuh puluh armada yang membawa kurang lebih 10.000 tetara, dan 7000 ekor kuda di bawah pimpinan Qadhi-Wazir, Asad ibn al-Furath, yg dalam saat itu berusia 70 tahun.

Pasukan Afrika yang berlabuh di Masara kemudian bergerak ke Siracuse. Suatu wabah yang menyebar di perkemahan pasukan muslim membunuh Asad dan banyak prajuritnya. Sisa-sisa prajurit tersebut akhirnya  mendapat suntikan kekuatan baru dari Spanyol, sehingga mereka berhasil menguasai kota Palermo pada tahun 831. Penaklukkan Palermo merupakan titik tolak untuk penaklukkan berikutnya serta menempatkan gubernur baru di sana.

Pertempuran antara pasukan Byzantium, Siracuse dan dinasti Aglabiyah terus bergejolak baik pada laut atau daratan pulau Sisilia. Sekitar tahun 843 kota Messina jatuh ke tangan muslim, yg diikuti kota Castrogiovanni dalam tahun 859. Pada tahun 878, benteng Siracuse yang sebagai pertahanan terakhir pemberontak Siracuse menyerah sesudah sembilan bulan dikepung. Benteng itu dihancurkan pada masa kekuasaan Ibrahim II (874-902).

Sementara itu pasukan muslim sudah berhasil mendarat pada daratan utama Italia, dan menempatkan pasukan di kota Bari, dan Taranto. Pada tahun 846-849, menggunakan mulai masuknya pasukan muslim pada pulau Italia dan mengancam Roma, menciptakan Paus Yohanes VIII (872-882) menggunakan hati-hati mempertimbangkan untuk membayar pajak selama 2 tahun. Tetapi penempatan pasukan di dataran utama Italia tadi berlangsung antiklimaks, lantaran pada 871 kota Bari, & tahun 880 Taranto berhasil direbut kembali sang kaisar Byzantium sampai akhirnya mengusir pasukan muslim keluar menurut dataran utama Italia.

Antara tahun 895-896 Byzantium menyetujui perdamaian dengan muslim, yang mana mereka wajib meninggalkan Sisilia. Akhirnya, dalam tahun 902 pulau Sisilia jatuh sepenuhnya dalam kekuasaan penguasa muslim. Untuk masa selanjutnya, Sisilia sebagai titik tolak penyebaran dampak peradaban Islam di Eropa.

Ketika Sisilia berhasil ditaklukkan, pulau Sisilia menjadi wilayah ekspansi pertama dinasti Aglabiyah. Amir pegnuasa pada awalnya mengendalikan kekuasaan mengikuti kekuasaan dinasti Aglabiyah di Kairawan. Namun, menggunakan runtuhnya dinasti Aglabiyah dalam tahun 909 akibat agresi dari dinasti Fatimiyah, wilayah Sisilia menjadi bagian dari dinasti baru tadi.

Empat tahun selesainya wilayah Sisilia jatuh kepada kekuasaan dinasti Fatimiyah, timbul perlawanan terhadap dinasti Fatimiyah. Beberapa muslim Sisilia di bawah pimpinan Ahmad ibn Qurhub menyatakatan kemerdekaan mereka, dan mengungkapkan nama khalifah Abbasiyah al-Muqtadir, pada khutbah-khutbah Jumat mereka. Pada tahun 917, amir Ahmad yang mulai ditinggalkan pasukan Berbernya, dieksekusi atas perintah al-Madi, kemudian Sisilia balik pada kekuasaan dinasti Fatimiyah.

Pada masa transisi ini, situasi pada negeri Sisilia nir sepenuhnya serasi. Elemen rakyat Spanyol, & Afrika pada tengah warga muslim terus berada dalam pertikaian, yang kemudian makin rumit lantaran munculnya konfrontasi kuno antara bangsa Yaman, & bangsa Arab Utara. Pada tahun 948 Khalifah ketiga Fatimiyah, al-Manshur memilih al-Hasan ibn Ali ibn Abi al-Husain al-Kalbi sebagai gubernur Sisilia. Sebagai gubernur Hasan mampu membangun Sisilia sebagai lebih berdikari dan kokoh.

Dinasti Kalbiyah yg menjadi penguasa pulau Sisilia, memerintah dengan toleransi tinggi sehingga syarat Sisilia yg sempat memanas karena permasalahan etnis dapat kembali stabil. Beragam suku, & etnis, misalnya orang Sisilia, Arab, Yahudi, Barbar, Persia, Tartar, & Negro bisa berbaur pada toleransi & keharmonisan. Tidak terdapat pembantain terhadap keliru satu etnis atau agama. Penduduk yg tidak sinkron kepercayaan dilindungi, dan dihormati kebebasannya pada menjalankan kegiatan peribadatan.

Sejak berada pada kekuasaan Islam, Sisilia berkembang menjadi sebagai keliru satu magnet peradaban Eropa, sesudah Cordova. Seorang pakar geografi, dan pengembara dari Timur, Ibnu Hawqal (943-977) menyebutkan pada Palermo masih ada sekitar 300 masjid yang megah. Di masjid-masjid Jami ini masih ada kurang lebih 60 baris jamaah, yang masing-masing baris disi lebih kurang 200 orang, sebagai akibatnya jumlahnya mencapai 7000 jamaah. Dia pula menghitung terdapat kurang lebih 300 guru sekolah umum.

Dinasti Kalbiyah mencapai zenit kejayaannya dalam masa kekuasaan Abu al-Futuh Yusuf ibn Abdullah (989-998). Para amir Kalbiyah hidup pada istana-istana yang megah, & menciptakan kastil-kastil yg latif pada kota-kota yang sedang berkembang. Pada zenit kejayaan ini, aktivitas intelektual mengalami perkembangan pesat bersamaan dengan kemajuan intelektual dinasti Fatimiyah.

Ibnu Jubair yang pada perjalanannya ke Sisilia, memberikan gambaran bagaimana kemajuan peradaban Islam di Sisilia. Dalam kitab perjalanannya, Ibnu Jubair menggambarkan kemajuan pesat Palermo, ibu kota Sisilia. ?Palermo merupakan sebuah kepulauan metropolis yg mengkombinasikan kekayaan, & kemuliaan. Sebuah kota antik yg elegan.?

Sumber: OA Historypedia Line

penulis: Hurrem Sultan

Bourbon

No comments:
Write comments