Wednesday, July 1, 2020

Militerisasi Bangsa Indonesia oleh Pemerintah Pendudukan Jepang

Sejak awal masa pendudukannya dalam Asia Tenggara, Jepang telah merencanakan pembentukan satuan tentara cadangan dari penduduk pribumi yg berada di bawah kekuasaanya. Kebijakan tersebut dicantum dalam rencana induk yg dikeluarkan oleh Markas Besar Tertinggi Angkatan Darat di Tokyo.

Intruksi tersebut lalu dipertegas oleh Kementrian Angktan Darat Jepang kurang lebih bulan April 1942, Markas Besar Tertinggi Angkatan Darat Jepang menyapaikan sebuh intruksi pada Markas Besar Umum Tentara Kawasan Selatan yang berada dalam Saigon buat mengatur organisasi militer cadangan yg beranggotakan penduduk pribumi buat membantu Jepang pada wilayah tersebut. Tetapi pada mulanya perintah tersebut tidak segera dilaksanakan karena angkatan perang Jepang masih monoton meraih kemenangan sebagai akibatnya mereka menduga belum perlu mendapat dukungan militer dari penduduk lokal.

Keadaan berubah drastis saat perang kudus Jepang melawan sekutu mengalami kemunduran semenjak athun baru 1942. Ketika sekutu mulai melancarkan agresi balasan dan Jepang terpaksa mengerahkan semakin banyak pasukannya digaris depan sebagai akibatnya mengancam posisinya sendiri didaerah-daerah pendudukan. Perekrutan penduduk pribumi menjadi kekuatan cadangan tidak dapat ditunda-tunda lagi. Hal ini tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Staf Tentara Jepang pada Wilayah Selatan Letnan Jendral Inada Masazumi, sehabis ia menyelidiki kekuatan militer Jepang yang semakin lemah di Asia Tenggara-termasuk Jawa, Sumatera, & Kalimantan. Saran Inada tadi disetujui sang Jendral Tojo dan Kepala Urusan Militer Angkatan Darat Jepang. Jendral Kenryo Soto. Dibawah ini adalah Organisasi Militer yang dibentuk Jepang pada Indonesia pada masa pendudukannya. Tidak seluruh kebijakan pada pemerintah pendudukan Jepang membawa dampak negatif. Militerisasi yg dilakukan bangsa Jepang telah membuat bangsa Indonesia terlatih dalam pertempuran. Sehingga kemampuan itu sanggup buat mempertahankan kemerdekaan berdasarkan serangan Belanda dan para sekutu. Banyak barisan militer yg dibentuk Jepang, tetapi aku disini saya hanya menjelaskan yg paling berpengaruh bagi Indonesia.

Heiho

Pada mulanya Heiho dibentuk terutama dari para tawanan perang bangsa Indonesia yang pernah bertugas dalam KNIL.  Kemudia perekrutan dilakukan di antara masyarakat umum. Banyak pemuda Indonesia yang mendaftarkan diri untuk menjadi Heiho. Setelah mendapat latihan militer beberapa bulan secara efektif, ribuan Heiho diberangkatkan ke berbagai medan perang untuk menghadapi pasukan sekutu. Tempat-tempat yang menjadi medan pertempuran antara lain adalah front Burma, Rabaul, Morotai, Balikpapan, dan sebagainya. Menurut Kepala Seksi Operasi Tentara  ke -16, secara militer heiho lebih baik dan lebih terlatih daripada PETA dan mempunyai kemampuan bertempur menggantikan prajurit Jepang. Anggota heiho teruratam bertugas di unit-unit penangkis serangan udara, artileri lapangan, tank, mortir, dan transportasi.

PETA

PETA & Giyu-gun. Dalam sejarah Indonesi, PETA-& bandingan Giyu-gun-nya ?Memiliki arti besar lantaran dipercaya adalah cikal-bakal menurut TNI. Sebenarnya, pandangan baru tentang pembentukan PETA dapat dipandang menurut planning darurat Jepang. Pada awal tahun 1943, Jepang terpaksa mengirimkan lebih banyak pasukan untuk bertempur di daerah Solomon-Irian sebagai akibatnya menurunkan kekuatan pasukannya pada Jawa sebagai 10.000 orang saja. Letnan Jendral Inada, Wakil ketua staf Tentara Wilayah Selatan Jepang, memberikan usul mempersenjatai bangsa Indonesia saat dia mengunjungi Jawa. Usulnya kemudia disetujui Tojo ketika perdana menteri Jepang itu mengunjungi Singapura pada bulan Juli 1943. Tepat pada lepas 8 september 1943, Markas Besar Umum Tentara Wilayah Selatan Jepang di Saigon mengerluarkan perintah untk membentuk Kyo-Bo-ei- Giyu-gun (Pasukan Sukarela pembela tanah air). Tidak misalnya Heiho, PETA dipimpin sang para perwira Indonesia. Para perwira Jepang di unit mereka hanya bertugas menjadi instruktur dan penasihat.

Bourbon

No comments:
Write comments