Thursday, July 9, 2020

Pengertian dan Penilaian Status Gizi

Pengertian dan Penilaian Status Gizi – Berdasarkan dampaknya, status gizi merupakan akibat jangka panjang dari keadaan konsumsi makanan setiap hari. Seberapa jauh seseorang memperhatikan jumlah mutu gizi dari makanan yang dikonsumsinya akan tercemin dalam status gizi atau tingkat kesehatannya.

Menurut Supariasa (2002) pada menilai status gizi seseorang dapat dilakukan menggunakan dua cara yaitu secara langsung & secara nir pribadi.

Penilaian status gizi secara langsung dibagi menjadi empat penilaian. Adapun masing-masing penilaiannya merupakan sebagai berikut :

1. Antropometri

Digunakan buat melihat ketidaksembangan asupan protein & tenaga. Ketidakseimbangan ini dapat dicermati pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot & jumlah air dalam tubuh.

2. Klinis

Digunakan buat survei klinis secara cepat pertanda-pertanda klinis generik berdasarkan kekurangan salah satu atau lebih zat gizi.

Pengertian dan Penilaian Status Gizi Tiga. Biokimia

Pemeriksaan ini diuji secara laoratoris yang dilakukan pada banyak sekali macam jaringan tubuh, antara lain darah, urine, tinja & beberapa jaringan tubuh lain misalnya hati & otot.

4. Biofisik

Penilaian dengan metode penentuan status gizi menggunakan melihat kemampuan fungsi (jaringan) & melihat perubahan struktur berdasarkan jaringan.

Sedangkan evaluasi status gizi secara nir langsung dibagi sebagai tiga yaitu :

1. Survei Konsumsi

Metode penentuan status gizi menggunakan melihat jumlah & zat gizi yang dikonsumsi. Dapat menaruh gambar an hening konsumsi zat gizi pada warga , keluarga & individu. Metode ini pula dapat mengidentifikasikan kelebihan & kekurangan zat gizi.

Dua. Statistik Vital

Menganalisa beberapa statistik kesehatan misalnya nomor kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian.

Tiga. Faktor Ekologi

Digunakan buat mengetahui penyebab masalah gizi pada rakyat sebagai dasar untuk melakuka intervensi.

Dari berbagai macam cara yang dapat digunakan buat penilaian status gizi, namun cara pengukuran status gizi yg sering dipakai di masyarakat adalah antropometri gizi. Pada pengukuran antropometri digunakan beberapa parameter misalnya umur, berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul & tebal lipatan kulit.

Dalam pengukuran antropometri digunakan beberapa indeks sebagai berikut :

  1. BB/U : menggambarkan status gizi seseorang pada saat ini (current nutritional status)
  2. TB/U : memberikan gambaran status gizi masa lampau, dan berkaitan dengan status sosial ekonomi (Beaton dan Bengoa, 1973)
  3. BB/TB : merupakan indikator untuk mengukur status gizi saat ini (sekarang).
Untuk mendiagnosis obesitas pada anak harus ditemukan gejala klinis obesitas dengan pemeriksaan antropometri yaitu perbandingan BB/TB, lingkar lengan atas (LILA) dan tebalnya lipatan kulit. Menurut Roche et al (1981) pengukuran lipatan kulit bagian trisep merupakan pengukuran single yang terbaik untuk memperkirakan lemak tubuh pada anak-anak dan wanita dewasa.

Demikian uraian singkat pengertian dan evaluasi status gizi. Terkait dengan indeks pengukuran antropometri akan dibahas dalam artikel yg terpisah di blog ini. Semoga berguna.

No comments:
Write comments