Friday, July 3, 2020

Rijsttafel, gaya makan ala Belanda rasa Nusantara

Masyarakat kolonial Belanda terbiasa disajikan kuliner berupa nasi menggunakan aneka macam lauk spesial Nusantara oleh pelayan-pelayan mereka yg seorang pribumi. Lauk pauk yg disajikan sanggup terdiri menurut 7 hingga 40 piring. Sajian hidangan yang contohnya itu diberi nama "Rijsttafeldanquot;, dalam bahasa Belanda Rijs/ris berarti "nasidanquot; & tafel yang berarti "meja". Secara istilah, Rijsttafel diterjemahkan menjadi "Sajian nasi yg dihidangkan diatas meja memakai spesialdanquot;.

Walau sajian yg disajikan pada sajian Rijsttafel adalah hidangan-sajian spesial Nusantara yg kaya akan rempah, Rijsttafel merupakan wangsit yg diciptakan oleh kaum priyai Belanda. Rijsttafel diciptakan agar priyai Belanda sanggup menyantap beraneka ragam kuliner spesial Nusantara pada satu kesempatan.

Lauk yang disajikan tergantung selera, namun yang sering muncul antara lain Babi kecap, Bebek betutu, Gado-gado, Kerupuk, Lumpia, Nasi goreng, Nasi kuning, Perkedel,  Pisang goreng, Sambal iris, Sambal kacang, Sambal ulek, Sate, Semur daging, Serundeng, tahu telur, Telur balado, Sayur lodeh, Rendang, Lemper, dan Opor ayam.

Awal abad ke-20 sebagai puncak popularitas Rijsttafel. Banyak hotel-hotel membuahkan Rijsttafel menjadi hidangan makan siang, membuat banyak masyarakat Eropa, terutama Belanda, datang mengunjungi Hindia Belanda demi merasakan penyajian unik dan istimewa ini.

Rijsttafel biasa disajikan dalam meja bundar . Para tamu duduk melingkar memakai nasi dihadapan mereka, kemudian para pelayan tiba baris-berbaris membawa banyak sekali macam lauk buat ditaruh pada atas meja atau ditawarkan dalam tamu.

Kemudian dalam kurun ketika tahun 1930-an, contoh penyajian pada meja panjang pun dipraktikan, hal ini dilakukan supaya meja dapat diisi lebih banyak orang.

Sekarang, Rijsttafel sudah jarang dipraktikan oleh warga Belanda, maupun Indonesia, buat jamuan makan siang. Mengingat betapa 'boros'nya lauk yg dihidangkan pada sekali perjamuan ( sekitar 7 - 40 piring lauk ). Akan tetapi, pada program akbar , Rijsttafel kadang masih dipraktikan rakyat Belanda. Rijsttafel kurang populer dalam Indonesia karena dikalahkan sang gaya Prasmanan ( buffet ) berdasarkan Prancis.

Meski begitu, Rijsttafel merupakan adonan budaya yang indah antara Belanda & Indonesia.

Sumber: OA Historypedia Line

penulis: Masamune

Bourbon

No comments:
Write comments