Tuesday, July 7, 2020

Riwayat Imam AL-Ghazali Tokoh Islam Yang Populer Dan Terkemuka

Imam Al-Ghazali- Imam Al-Ghazali yang memiliki nama Muhammad Bin Muhammad Al Ghazali Ath-Thusi Asy-Syafi'i, Abu Hamid Al Ghazali. Imam Al Ghazali lahir di kota Thus, Kurasan, Persia yang sekarang dikenal dengan Iran pada tahun 1058 Masehi atau 450 Hijriah serta wafat di tempat yang sama dengan kelahirannya yakni kota Thus pada tahun 1111 Masehi atau 14 Jumadil Akhir 505 Hijiriah pada usianya yang mencapai 53 tahun.

Imam Al Ghazali adalah seseorang filsuf & teolog muslim pada Persia, dan dia dikenal menggunakan nama Algazel pada dunia Barat dalam abad pertengahan. Ia disematkan nama Abu Hamid dikarenakan galat seorang puteranya bernama Hamid. Selain bergelar Abu Hamid, beliau pula diberi gelar atau sebutan Al-Ghazali Ath Thusi dikarenakan ayahnya yg bekerja sebagai seorang oemintal bulu kambing pada daerah loka kelahirannya yakni kota Thus. Lantaran beliau berpegang dengan mahzab Syafi'i beliau pula diberi gelar dengan Asy Syafi'i.

Imam Al-Ghazali tidak terlahir berdasarkan keluarga kaya, melainkan dilahirkan berdasarkan keluarga sederhana. Walaupun demikian, ayah Al-Ghazali mempunyai asa yang tinggi, dimana beliau ingin anaknya sebagai seseorang yg alim dan saleh. Nama Imam Al Ghazali pastinya nir asing lagi di pendengaran umat Islam, dimana ia merupakan seorang ulama & pakar filsafat Islam yang sangat terkenal dan terkemuka dan menaruh poly sekali sumbangan terhadapa perkembangan kemajuan manusia khususnya umat Islam.

Sumber: @anaqil.syamil via Instagram
Kepribadian Imam Al Ghazali

Ingatan yg kuat tampaknya tidak sanggup dilepaskan dalam diri seorang ulama-ulama terkemuka, begitu juga menggunakan Imam Al-Ghazali. Ia dikenal memiliki ingatan yang sangat bertenaga dan bijak pada menaruh hujjah. Karena kemampuannya itulah ia diberi julukan menggunakan Hujjatul Islam. Di pusat kebesaran Islam yaitu Saljuk & Abbasiyah beliau sangat dihormati dikarenakan kemampuannya yg menguasai aneka macam bidang ilmu pengetahuan.

Tidak heran lagi apabila seseorang alim ulama sangat menyukai ilmu pengetahuan. Imam Al-Ghazali mampu meninggalkan kehidupan glamor yg ia dapatkan dengan cara bermusafir serta mengembara demi mencari ilmu pengetahuan yg belum dia kuasai. Sebelum beliau melakukan perjalanan, beliau terlebih dahulu telah menyelidiki karya ahli sufi populer seperti Bayazid Busthami dan Al-Junaid Sabili.

Selama mengembara kurang lebih 10 tahun lamanya, imam AL-Ghazali sudah berkunjung ke tempat-tempat suci Islam misalnya Mekkah, Madinah, Mesir dan Jerussalem. Dia populer sebagai pakar filsafat yg mampu mengharumkan & membesarkan nama ulama pada benua Erop lewat output karyanya yg mempunyai kualitas mutu yg sangat tinggi.

Semenjak kecil imam Al-Ghazali telah diberikan pendidikan yang mengedepankan akhlak yang mulia atau akhlakul karimah. Dengan ditanamkannya pendidikan tersebut dalam kehidupan sehari-harinya ia menjadi seseorang yang membenci sifat tercela seperti sombong, riya, takabur dan sebagainya. Ia juga terkenal sebagai pribadi yang zuhud, banyak beribadah dan wara' serta selalu mencari atau melaksanakan sesuatu untuk mendapatkan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Riwayat Pendidikan

Dikarenakan keluarganya tergolong keluarga yang kurang bisa, dalam pendidikan taraf dasar imam Al-Ghazali mendapatkan pendidikan gratis berdasarkan beberapa orang yang membantunya. Pada pendidikan dasar ini, beliau sudah sanggup menguasai bahasa Parsi dan Arab menggunakan fasih. Sejak mini beliau telah sangat haus akan ilmu pengetahuan, karenanya ia juga menilik ilmu mantiq, ilmu ushuluddin, filsafat, usul fiqih dan mengusut pendapat-pendapat empat mazhab sampai dia pun ahli pada bidang-bidang yang dibahas pada empat mazhab tersebut.

Setelah menguasai berbagai ilmu di pendidikan dasar, beliau melanjutkan pendidikannya menggunakan Abu Nasr Al-Ismail pada Jarajan, Imam harmaim pada Naisabur serta dengan Ahmad Ar-Razkani pada bidang ilmu fiqih. Dikarenakan kecerdasan & alimnya Imam Al-Ghazali, dia dilantik menjadi mahaguru pada Madrasah Nizhamiyah yakni suatu universitas yang dibangun oleh perdana menteri dalam tahun 484 Hijriah di wilayah Baghdad.

Tidak hanya dilantik menjadi mahaguru, beliau lalu dilantik balik sebagai Naib Kanselor pada universitas tadi. Saat imam AL-Ghazali mengunjungi beberapa tempat seperti Mekkah, Madinah, Jerussalem & Mesir pada rangka mendalami ilmu pengetahuannya, ketika perjalanannya itu jua lah dia menulis buku yg berjudul Ihya Ulumuddin yg memberikan manfaat yg besar untuk masyarakat.

Sumber: @dham_pekesta88 via Instagram
Masa Akhir Kehidupan Imam Al-Ghazali

Pada masa-masa akhir kehidupannya, imam Al-Ghazali balik menghabiskan waktunya buat belajar hadist serta berkumpul-kumpul dengan ahlinya. Berkata Imam Adz Dzahabi, "Pada masa akhir kehidupannya, dia sangat tekun & rajin menyelidiki ilmu hadist serta berkumpul menggunakan ahlinya dan jua mempelajari shahihan (Shahih Bukhari dan Muslim).

Seandainya, ia memiliki umur yang panjang, niscaya ia dapat menguasai semua ilmu tersebut dalam waktu singkat. Imam Al-Ghazali sendiri belum sempat untuk meriwayatkan hadist. Beliau juga mempunyai keturunan beberapa orang putri. Seperti penjelasan di atas, beliau wafat pada 14 Jumadil Akhir 505 Hijiriah pada usianya yang mencapai 53 tahun dan dimakamkan di perkuburan Ath Thabaran.

Itu artikel tentang Riwayat Imam AL-Ghazali Tokoh  Islam Yang Populer Dan Terkemuka yang dapat Abang Nji informasikan untuk sahabat-sahabat sekalian. Semoga, kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah imam Al-Ghazali serta meniru perilaku beliau yang sangat bersemangat dalam menuntut ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan tentang Islam.

Semoga bermanfaat.

No comments:
Write comments